
" Gila, semoga kamu tidak menyesalinya nanti."
Mereka semua hanya menggelengkan kepala, melihat Daniel yang begitu kekeuh, ogah menerima Anne, dan bahkan mengatainya banyak hal.
Daniel menghela nafas berat, mendengar ocehan sahabatnya. Ada sedikit rasa penasaran di hatinya, yaa dia akui, memang dia tidak tau sama sekali, siapa gadis itu.
Pikirannya teralihkan saat tangan-tangan nakal wanita di sebelahnya, mulai mengelus dada bidangnya. Daniel menunduk dan menatap intens wanita yang kini duduk di pangkuannya.
Dari pada mikirin gadis yang belum pernah di lihatnya, lebih baik bersenang-senang saja dengan yang ada di depan mata.
Daniel menggeram tertahan saat bibir merah di hadapannya, mengecup bibirnya dengan lembut. Daniel membalasnya dengan lumatan yang penuh gairah.
"Tanganmu mulai nakal Lid."
Daniel menggeram tertahan saat bibir merah di hadapannya, mengecup bibirnya dengan lembut. Daniel membalasnya dengan lumatan yang penuh gairah.
Daniel segera membawa wanita itu keluar dari club, dan menuju hotel yang tak begitu jauh dari sana.
Mereka terhanyut dalam nafsu birahi yang semakin menjadi. Daniel mencium bibir merah wanitanya dan lidahnya mulai menjelajah dan mereka terus saling bertukar saliva. Hingga wanita itu terengah hampir kehabisan nafas.
Pukul 4 pagi Daniel keluar dari kamar hotel, dia meninggalkan wanita yang tadi menemaninya tidur. Dan meninggalkan beberapa lembar uang ratusan ribu di atas nakas. Dia bergegas meninggalkan hotel, dan kembali ke kediaman keluarga besarnya.
♡♡♡♡♡
Pagi-pagi sekali Anne terbangun, dan segera membersihkan diri. Dengan senyum ceria Anne turun, dan menuju ke ruang makan. Anne menghampiri mommy nya yang sedang menyiapkan sarapan untuk daddy nya.
" Morning mommy cantiknya Anne, morning daddy " Anne memeluk dan mencium pipi mommy dan daddy nya.
__ADS_1
" Sayang, kamu pergi ya ?"
" Iya mom, Sean mau ngajak pergi. Katanya sih ngajak sarapan bareng." Tuan Evander tersenyum bahagia, ternyata putrinya masih tetap ceria, seperti sedia kala. Tidak terpengaruh dengan kejadian semalam.
" Pergilah sayang."
Mendengar ucapan daddy nya, Anne mengangguk.
Dia bangkit dari duduknya dan menghampiri orang tuanya. Anne mencium mommy dan daddy nya sebelum berpamitan.
" Sepertinya putri kita, tidak terpengaruh sedikitpun, dengan kejadian semalam." Tuan Evander mengangguk, menyetujui perkataan istrinya.
Seperti biasa, Anne selalu menunggu Sean di luar gerbang rumahnya. Dia termenung sambil menatap ke sembarang arah. Senyuman manisnya hilang seketika. Sedari tadi dia mempertahankan senyuman di wajahnya, untuk sekedar membuat orang tuanya tidak curiga. Kalau dia pun kecewa, sakit hati dan merasa harga dirinya terinjak-injak. Rasa sakit di hatinya bagai di tusuk ribuan jarum. Tapi dia harus berpura-pura tetap bahagia dan tidak merasakan kecewa.
" Duh, kaki udah kesemutan, manusianya belum datang juga." Gerutunya.
Tak lama sebuah mobil berhenti di hadapannya, kaca depan mobilnya terbuka, dan Sean tampak nyengir di dalam sana.
" Ck, lama banget sih. Kesemutan ni kaki." Jawab Anne sambil menunjuk betisnya.
" Masuklah, mamaku sudah membuatkan makanan enak, kita makan di sana."
Anne masuk ke dalam mobil Sean, sambil terus menggerutu.
Sean hanya tertawa mendengar gerutuan Anne.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Daniel terbangun pukul 8 pagi, dan dia segera menyibakan selimut yang menutupi tubuh polosnya. (babang Daniel punya kebiasaan tidur gak pake baju😎)
Dia segera masuk ke kamar mandi, dan membersihkan diri.
Setelah memakai pakaian formalnya, Daniel berjalan ke arah ruangan makan. Yang pagi ini nampak agak sedikit riuh.
Saat melewati ruangan tengah, tanpa sengaja dia melihat seorang gadis cantik tengah berdiri, dengan memakai kaos putih sederhana.
Anne yang merasa sedang di perhatikan, memutar tubuhnya, dan menatap pria yang baru saja menuruni tangga. "Apa dia yaa, yang namanya Daniel itu ? Lumayan juga wajahnya." Bathin Anne.
Saat hendak memghampiri si gadis, Daniel di kejutkan dengan tepukan di pundaknya.
" Tumben, bangunmu siang ?!"
" Heum, Sean. Bukan urusanmu." jawabnya ketus.
Sean hanya terkekeh mendengar jawaban saudaranya. Daniel mengurungkan niatnya untuk menghampiri gadis yang di lihatnya. Dan segera berlalu ke arah meja makan.
" Aunty buat makanannya banyak sekali " tanya Daniel pada aunty nya, yang juga mama Sean.
" Ada teman Sean datang, makanlah yang banyak Dan."
" Pagi mam " Sean menyapa mamanya.
" Pagi tante Mira " Anne menghampiri mama Sean, dan mengecup pipi wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik.
" Pagi sayang, kamu cantik sekali " Mira mencium kedua pipi Anne dengan sayang.
__ADS_1
" Yang anak mama aku apa Anne ? Aku cemburu lho." Ucap Sean dengan wajah cemberut yang di buat-buat. Anne dan Mira tertawa melihat tingkah Sean. Sementara Daniel hanya menjadi penonton. Matanya memandang gadis cantik yang sedang tertawa di sebelah aunty nya.
" Dia sangat cantik "