
" Anne tunggu "
Merasa ada yang memanggil namanya, Anne menoleh.
" Sean." Anne berlari menghampiri Sean. "Yakin mau berangkat bareng sama kami?"
"Of course!" jawabnya sambil tersenyum riang.
" Baiklah, kakak sudah menunggu kita."
" Kak" sapa Sean pada Dara. Dara hanya mengangguk dan tersenyum.
" Uncle" Kai merentangkan tangannya. Sean yang faham langsung menyambutnya, dan menggendong bocah tembem itu.
Tiba-tiba dari kejauhan, nampak kilatan-kilatan kamera yang di arahkan pada mereka. Dengan sigap, para 'pengasuh' Anne dan Dara, segera membawa mereka menjauh dari para pemburu berita.
Jakarta - New York bukanlah jarak yang dekat. Mereka menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai di bandara JFK, New York. Dan melanjutkan perjalanan darat menuju kediaman keluarga Lazuardy di sana.
Siang berganti malam, tanpa terasa sudah hampir seminggu mereka berada disana. Anne semakin dekat dengan Sean, dan hampir sepanjang hari mereka selalu bersama.
Hari ini Anne rencananya akan menemani Sean ke suatu tempat, dia meminta kakaknya, Dara, untuk mengantarnya ke tempat Sean.
Dan siang ini Dara berpamitan pada putra semata wayangnya untuk mengantar Anne. Anne tak mau ketinggalan, segera berpamitan pada sang keponakan, Kaivan.
" Hai baby, aunty pinjam mommy sebentar yaa, mau ke tempat uncle Sean, apa Kai mau ikut ?"
" Tidak, Mommy jangan lama ya." Dara mencium pipi Kai dengan sayang.
" Mommy hanya mengantar aunty sebentar, ok."
" Mommy, daddy Kai kapan datang mom ?" Dengan wajah imutnya.
" Nanti daddy Kai pasti datang, tapi kalau Kai tidak nakal." Anne yang melihat kakaknya gelagapan, cepat-cepat menjawab pertanyaan keponakannya itu.
Kai hanya mengerucutkan bibir mungilnya.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Jauh di seberang benua, seorang pria tampan nampak sedang berkutat dengan tumpukan kertas-kertas yang ada di atas mejanya. Dia adalah Daniel.
Yang tiba-tiba harus menyelesaikan begitu banyak pekerjaan. Dia merasa heran, kenapa Sean tiba-tiba saja berpamitan untuk pergi ke tempat yang jauh.
Dan meninggalkan dirinya dengan segala pekerjaan yang membuatnya tidak bisa mencari pelepas penatnya. Jangankan mencari pelepas penat, ngupil saja dia hampir tidak bisa. Saking sibuknya. Daniel melempar bolpoint di tangannya, dia sangat jenuh!!
Daniel hanya berjalan-jalan di dalam ruangannya, setelah lelah dia duduk di sofa, kemudian berbaring menatap langit-langit ruang kerjanya.
Drrttt....drrrttt....drrrttt
ponselnya bergetar, dengan malas Daniel merogoh saku celananya, dan mengeluarkan benda pipih tersebut.
Pesan dari Drew
' Drew send video '
Daniel segera membuka video yang di kirim temannya tersebut. Dia nampak mengernyit, saat melihat isi video tersebut.
Nampak di video tersebut Sean tersenyum bahagia dengan seorang gadis manis, yang selalu membuatnya uring-uringan tak jelas. Bayangan Anne seperti nyamuk, yang selalu berputar di sekeliling kepalanya. ( istilahnya gtu amat bang 😒)
Drrttt ....ddrrrrtt...drrttt..
Drew calling
Benda pipih di tangannya kembali bergetar.
Daniel segera menjawab panggilan tersebut.
" Hemm "
" Bagaimana ? Udah di lihat ?" Tanya suara di seberang sana.
" Ya, lalu ?"
__ADS_1
" Kamu tahu, aku melihat mereka mengunjungi rumah sakit, siang tadi. bahkan beberapa akun gosip memposting foto mereka saat di bandara beberapa hari lalu".
Degg
Daniel sampai menjauhkan ponsel dari telinganya.
" Rumah sakit ?" Daniel mengulang perkataan Drew
" Yaa rumah sakit, jangan-jangan kamu mau punya keponakan bro hahahahaaa...." tawa Drew terdengar seperti mengejek di telinga Daniel.
Daniel memijit pangkal hidungnya, tidak, tidak mungkin Sean tidak seperti itu, bathinnya. Sean pria yang baik, yang selalu menghormati wanita, Sean tidak seperti dirinya.
" Heum....mereka sama-sama sudah dewasa, lalu kenapa?"Daniel menjawab setenang mungkin. Walau jantungnya berdegup kencang, dan terasa sesak. Sejuta tanya di kepalanya bergelayut.
Wajah manis, sedikit judes, dengan postur mungil, Bukan tipe Daniel sama sekali. Daniel menyukai perempuan sexy, tinggi semampai, tapi sekarang yang mengisi kepalanya malah, yang jauh dari kriterianya.
•
" Sean " Anne meraih jemari Sean dan menggenggamnya erat. Saling Memberikan kehangatan dan kekuatan. Sean tersenyum pada gadis di sebelahnya, dia sangat bahagia bisa selalu bersama.
" Sean....apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu ada buatmu. Aku sangat menyayangimu."
" Ya, terima kasih karena ada di sisiku, aku juga menyayangimu." Sean mengecup puncak kepala Anne dengan sayang.
" Jadi, kapan akan memberi tahukan pada mereka semua ?" Anne bertanya dengan hati-hati pada Sean.
" Sebentar lagi, kita akan memberi tahukannya pada mereka, kamu tenang saja ya."
" Aku khawatir padamu dan takut Sean." Anne memeluk lengan kekar Sean dan menyenderkan kepalanya. Sean mengelus kepalanya dengan lembut.
" Jangan takut, semua akan baik-baik saja, percayalah!"
Anne menengadahkan kepalanya, dan menatap Sean. Wajah tampannya tampak agak sedikit pucat.
" Aku akan selalu ada buatmu, apapun yang terjadi, sekarang ataupun nanti ".
__ADS_1
Typo bukan salah gue 🙄🙄🙄
Salahin nyamuk sama cicak aja tuh.