
Setelah seharian tak sadarkan diri karena Davis sengaja mintak dokter untuk memberikan Clarista obat tidur, secara faktor iya sakit karna kekurangan vitamin dan kurang istirahat. ditambah lagi baru saja jatuh dari motor .
" uh" ucap Clarista yang masi mengercap- ngercapkan mata sambil memegang kepala yang begitu berat rasa nya badan nya lemas dan terasa sakit ditangan kiri nya yang sudah di kasih jarum yaitu di infus.
" kenapa aku bisa disini" pikiran Clarista melayang-melayang. dan mencoba mengingat ngingat sesuatu tapi ia hanya ingat masi tidur dikamarnya suara hati Clarista yang mulai bingung apalagi kepala nya pusing sekali.
" sayang kamu udah bangun" suara Davis membuyarkan lamunan nya, dan tangan nya tak henti memicit pelipis nya agar kepala nya tidak pusing lagi.
"om ini dimana" tanya Clarista yang begitu lemas.
"kamu lagi dirawat dirumah sakit" sambil mengambil tangan Clarista yang sedang memijit pelipis nya itu.
" udah gak usah di pikiran, kepala kamu sakit?" tambah nya lagi sambil memijit pelan kepala keponakan nya itu.
__ADS_1
" iya kepala cia pusing banget" jelas nya begitu lemah, Davis pun tak tega melihat Clarista Yang begitu pucat ia merasa gagal menjaga keponakan nya ini. dan ia pun keluar dari ruangan untuk menganggil dokter. dan menelpon sang adik untuk membelikan makanan kesukaan Clarista.
Clarista yang sudah makan dan minum obat pun tertidur lagi karna sang dokter memberikan obat tidur tanpa sepengetahuan gadis itu walaupun sempat menahan kantuk
" kalau udah ngantuk gak usah di tahan-tahan" kesal Davis ketika melihat mata Clarista yang mulai sayu, ia langsung mengingat kelemahan Clarista yang akan tertidur jika kepala nya di usap dengan lembut, dan benar saja baru beberapa kali usapan mulai terdengar suara deruh napas yang terratur ia sudah mengenal gadis itu dari kecil bahkan dia yang mengazhan kan Clarista ketika baru lahir karna papa gadis itu sedang ada perjalanan bisnis di luar negri bahkan ia tidak tau jika mama Clarista akan melahirkan. saking sibuk nya sang papa nya.
*
Nyonya martaa masi penasaran dan iya masi memikirkan foto wallpaper anak nya itu. iya bisa melihat kebahagian dari putra sulung nya itu." kemarin Dion Pergi ke pertandingan basket
" sayang kenapa melamun hmm?" suara suami nya yang begitu manja begitu mengagetkan nyonya marta ,dan dia mendapat kan ide.
" sayang apa kamu ingat nama keponakan Davis yang sekolah di yayasan kita" tanya nya ke suami nya dengan penuh penasaran.
__ADS_1
"maksud mu Clarista putri kandung alex?" pernyataan suami nya begitu membayar jiwa penasaran nya.
" iya sayang, oh iya bagaimana dad bisa mengingat gadis itu" tanya nya lagi
" ayok lah mom seluruh anak yayasan mengenal gadis itu, dia itu siswa terpopuler, dia juga kapten basket putri dan selalu mengikuti olimpiade- olimpiade bahkan ia pernah menjadi juara umum olimpiade fisika di jepang" jelass tuan Abhraham yang begitu semangat menceritakan nya.
"tapi dad kenapa alex malah menjelek- jelekkan putrii nya sendiri" tutur nyonya marta.
"Clarista itu emang anak bandel suka bolos dan juga suka balapan tapi itu semua terjadi karna kesalahan alex sendiri karna ia terlalu percaya dengan istri dan anak tiri nya apa lagi anak ketiga nya lelaki dan aku perna mendengar jika alex dan Clarista tidak berbicara sedang alex memutuskan untuk menikah alex selalu saja sibuk dengan keluarga baru nya bahkan mereka setiap satu. bulan sekali selalu liburan keluar negri sedangkan Clarista tidak perna mendapatkan kasih sayang orang ia hanya mendapat kan itu semua jika sudah keluar dari rumah mewah bah neraka itu Davis lah orang tua pelangkap bagi nya." kata kata suami nya yang begitu panjang.
membuat hati nyonya marta iba duluu ia mengalami masalah hampir sama dengan Clarista cuman beda nya Clarista ibu nya meninggal sedangkan nyonya marta orang tua nya sengaja percerai dan mulai hidup mereka terpisah, masalah itu membuat nyonya marta menjadi pemalas jika di sekolah bahkan ia sengaja membuat masalah sekolah nya dan ketika mendapatkan surat panggilan orang tua nyonya marta sengaja melakukan itu supaya di
perhatikan kedua orang tua nya tapi bukan perhatian yang ia dapat hinaaan dan makian dan langsung di usir dari rumah mengingat kejadian itu membuat ia meneteskan air mata dan langsung di peluk suami nya.
__ADS_1