
"maafin kakak ya sayang, kakak gak ada saat kamu membutuhkan kakak"ucapnya Clarista yang berada di pelukan Dion pun hanya tersenyum "cia gak papa kok, cia udah biasa sendiri" mendengar itu Dion merasa bersalah
"sayang kalau ada apa- apa cerita aja sama kakak ya"Clarista menganguk dan memeluk Dion , selain bersama oom nya bersama Dion lah merasa tenang dan nyaman.
"kak" panggil Clarista pelan Dion melihat Clarista "kenapa hm?" tanya balik Dion
Clarista mengambil tangan Dion "janji jangan pernah meminum minuman dari Keysa atau mamanya"ucapnya ragu-ragu Dion mengeryit bingung. "cia gak mau kakak kayak papa, udah kayak anjing yang nurut sama tuan nya, apa lagi kakak segala nya bagi cia" ucapnya memeluk lengan Dion. kata kata terakhir dari gadis itu membuat dia bahagia.
"dan hati-hati terkadang mereka yang banyak tersenyum dia lah musuh kita" tuturnya bijak
" iya sayang kakak bakalan hati-hati" jawabnya begitu tegas Clarista tersenyum semoga Dion tidak mengalami kejadian seperti papanya, "sayang"panggil Dion sambil memainkan rambutnya Clarista menatap Dion
__ADS_1
"apa sayang dengan arya dekat?ucapnya dari tadi menahan membahas arya "cia deket sama semua lelaki" mendengar itu Dion menatap tajam ke arah Clarista "maksud cia kita cuman temenan karna cia jarang perteman dengan cewek"tambahnya sedikit gugup.
Dion tak bergeming ia masi menatap tajam ke arah Clarista "sayang kenapa jangan bikin cia takut" tutur Clarista mengusap wajah Dion. tapi setelah diusap mata dion masi seperti sebelum nya bahkan tidak berkedip "kakak marah" tanya nya takut Dion mengalikan pandangan. sedikit senyum begitu tipis dan hampir tak terlihat,"jangan marah dulu nantik aja marahnya cia lagi laper"tarik nya keluar dari taman
"mau makan dimana" tanya Dion sedikit cuek padahal iya sedang menahan tawa, "itu aja" tunjuk Clarista kearah pedagang bakso, karna Clarista tau Dion akan cerewet kembali ,
"enggak cia itu gak sehat"jawab dion yang mulai kembali cerewet , Clarista tersenyum menyeringai "tapi cia mau kak" Clarista langsung menyebrang jalan tepat dari perlawanan arah Dion bisa melihat motor yang melaju, Clarista tidak melihat ia langsung ingin cepat sampai ke tempat pendagang bakso,
"kamu selalu ajak buat kakak khawatir"tambahnya lagi "maafin cia udah buat kakak khawatir" ucapnya "dan maafin cia udah jadi beban buat kakak"tambah ya lagi dan ingin berlalu pergi.
Clarista mulai berjalan tapi tangan nya di cekal oleh Dion dia hanya diam tanpa membalikan badan ya , melihat reaksi Clarista dion langsung menarik Clarista hingga gadis menabrak badan nya posisi mereka begitu berdekatan membuat Clarista bisa merasakan napas Dion yang menerpa wajahnya , Clarista langsung menunduk kan kepalanya ia tak berani menatap Dion yang juga sedang menatapnya
__ADS_1
"lepasin ciaa"ucapnya sambil memberontak tapi tidak bisa karna Dion menarik kedua tangan kebelakang bahkan dengan mengunakan satu tangan nya iya mengunci kedua pergelangan tangan Clarista, dan satu tangan lagi menarik dagu Clarista hingga mereka saling bertatapan Clarista berusaha melepaskan tangan nya tapi dion begitu kuah kenapa ia menjadi lemah begini pikirnya.
"kamu gak perna jadi beban" tutur Dion
sambil mengusap pipi Clarista, Clarista hanya diam "kakak cuman takut kamu kenapa-kenapa sayang" tambahnya lagi harus nya Clarista yang meminta maaf tapi karna perempuan selalu benar Dion pun mengalah .
**
Rayen sedang berada di toko buku ia terpaksa menurut dengan sang kakak David yang menitip beberapa novel yang hanya terbatas tak sengaja mata nya melirik gadis cantik yang seperti nya tidak asing gadis itu mengusap kaca besar dan bulat lalu memakai nya rayen terkejut. itu adalah salsa gadis itu begitu cantik bahkan sangat berbeda jika di sekolah
dia mendekat lagi dan benar itu salsa iya melepaskan kaca mata nya lagi, dan Melihat buku yang ada di tangan nya, ketika ingin meyapa suara notifikasi berbunyi di hanpone nya teryata hanya operator, dan ketika ingin melihat lagi gadis itu sudah pergi, sungguh kesal rasa nya.
__ADS_1