"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
panik


__ADS_3

"iyyah" jawab Clarista yang merasa nyeri di sudut bibirnya. salsa sudah tau yang menelpon adalah kakaknya, ia bersyukur karna sang kakak mendapat kan pasangan yang begitu baik,.


***.


Dion merasa Clarista sedang menahan sakit.


"sayang kamu gak papa"tanya Dion memastikan. "cia gak papa kok" ucapp Clarista berusaha bebicara dengan baik,


"sayang lagi mana" tanya Clarista ingin mengalihkan topik, Dion yang sadar Clarista mengalihkan pembicaraan pun berusaha untuk tidak berpikiran negatif.


"ini mau metting, dan nantik kakak pasti bakalan sibuk, dan bakalan susah buat teleponan" ucapnya begitu lemah


"kan besok masi bisa sayang" jawab Clarista


"dan semangat kerja nya, jangan lupa makan nasi" tambahnya terkekeh dan kemudian menahan sakit disudut bibirnya.


"tapi kan sayang.." ucapan Dion terpotong karna asisten mengabarikan jika meeting segera dimulai. " udah sekarang semangat kerja nya bye sayang" ucap Clarista tanpa mendengar balasan dari Dion, bertepatan dengan lampu merah,mobil pun berhenti.


Salsa Yang kasian melihat Clarista berusaha berbicara dengan biasa saja padahal jelas sekali di wajahnya tengah menahan sakit.


"kenapa gak bilang aja kamu lagi sakit" tanya salsa, "aku gak mau ngerepotin dia lagi" ucap jujur Clarista .


"tapi kan dia pacar kamu" tanya salsa lagi


"walaupun pacar. tetap aja aku ngerepotin dia kalau masi bisa aku urus sendiri, buat apa minta bantuan orang lain walaupun itu pacar aku sendiri" mendengar ucapan Clarista.


Salsa bertekat menjadikan Clarista kakak iparnya, begitu baik dan pengertian.


sampai nya di rumah Clarista , mereka langsung disambut oleh mama tiri Clarista dan kakak tirinya si Keysa.

__ADS_1


"wah wah cocok banget ya, yang satu cupu, yang satu lagi tukang buat masalah" sindir Keysa begitu melihat Clarista membawa teman


"sa jangan di dengerin nya" ucap Clarista salsa pun mengganguk, mama tiri Clarista memandang sinis ke arah dua gadis itu, sedangkan Keysa menyindir dan menghina dua gadis itu.


setelah sampai dikamar Clarista, salsa terpukau terutama pintu yang dibuka dengan sidik jari


kamar Clarista yang rapi dan bernuansa pink aroma romansa begitu tenang dihirup. banyak sekali, wajah wajah boyband dari korea, piala piala yang berjajar .


Clarista yang melihat salsa melamun pun menepuk bahu nya pelan.


"kenapa melamun" tanya Clarista, salsa hanya tersenyum, " mendingan kamu mandi, nantik baru aku pinjamin baju aku" salsa hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar.


sore pun tiba setelah bercerita cukup lama salsa bisa merasakan jika Clarista tidak mungkin tidak tulus dengan kakak nya, ia pun tidak mau kakak nya di jodohkan dengan Keysa yang tadi menghina dan menyindirnya.


Clarista yang bersiap siap ingin mengantarkan salsa pun langsung pergi ke kamar mandi.


salsa memperhatikan kamar Clarista ia mata nya melirik jam tangan lelaki ia merasa tidak asing, " ini punya kak dion" ucapnya sambil meletakan lagi , sebelum nya ia sempat bertanya dengan Clarista yang menyimpan beberapa pakaian lelaki dan gadis itu menjawab punya pacarnya , berati kakak sering nginap disini pikirnya.


***


nyonya marta terkejut dengan putri bungsu nya yang tiba tiba memeluknya


"kenapa sayaang" tanyan nyonya marta


lembut dan membalas pelukan sang putri.


"mom tadi sasa dibully" ucap salsa yang mulai menangis. mendengar itu nyonya marta terkejut. salsa pun menceritakan semuanya.


ia sempat tak bercaya bawah Clarista lah yang menolong putri bungsunya bahkan sampai terluka, "sampaikan ucapan terimakasih mama ke cia nya nak, dan jangan katakan kalau kamu adalah adik pacarnya," salsa mengangguk tanda ia setuju. ia juga ingin berteman dengan Clarista tanpa rasa canggung.

__ADS_1


**


Dion yang mendapatkan kabar bahwa Clarista sedang sendiri pun berniat ingin bertemu dengan Clarista. ia mempunyai mata mata yang berkerja sebagai satpam rumah Clarista.


dan satpam itu tidak tau masalah Clarista yang kini wajahnya sudah penuh dengan lebam.


kini Clarista yang sudah tertidur dibalik selimut tebalnya, sepulang dari mengantar salsa ia langsung merebahkan badannya tanpa mengisi perutnya dengan makanan ia begitu tak selera.


pippipp suara kamar Clarista terbuka aroma romansa begitu tercium di sela hidungnya, aroma khas Clarista, dan iya sempat bingung tidak biasanya Clarista mematikan lampu, kamar Clarista begitu gelap membuat Dion ragu apa Clarista ada dikamar pikirnya..


klek, iya menekan saklar lampu , dan ia dapat melihat seseorang yang sedang berselimut di tempat tidur. "kalau kedinginan kenapa Ac nya mala sedingin ini" gerutu dion ia langsung menurunkan suhu pendingin dikamar Clarista.


Dion yang melihat wajah Clarista tertutup dengan selimut pun ingin membukanya,


"sayang, buka. ya entar kamu sesak napas" tidak ada balasan dari Clarista, Dion bisa mendengar suara napas yang tertekan, dengan cepat menarik selimut hingga menuju kan wajah yang begitu pucat dan banyak lebam.


"sayang kamu kenapa"panik Dion melihat wajah Clarista, Clarista juga memegang alat bantu pernapasan nya ,


"sayang" Dion langsung menepuk pipi Clarista


"panas"ucap Dion setelah menyentuh kening dan badan Clarista, Clarista yang merasa ada yang menyentuh nya pun terbangun.


Clarista mengercap ngercapkan mata ia bisa melihat wajah Dion yang panik


"kak" panggil nya lemah


"ayok kita kedokter ucap Dion ingin mengendong badan Clarista, "cia gak mau"balas Clarista sambil menggeleng lemah.


"cia butuh kakak bukan dokter"tambahnya lagi dan langsung memeluk badan Dion.

__ADS_1


"ciaa" panggil Dion sambil membalas pelukan, Dion bisa Merasakan hawa panas di tubuh Clarista, melihat jam yang sudah tengah malam Dion pun memutuskan untuk menginap dan menjaga Clarista,


__ADS_2