
"kakak liat deh isi kulkas cia ni" ucap Clarista memperlihat kan isi kulkas mini nya
"dan cia gak mau ngambil di dapur " tambah nya lagi
*
Dion bisa melihat jelas isi di kulkas Clarista yang penuh dengan air minum kaleng dan beberapa cemilan dan cokelat dan sungguh tidak ada air putih satu pun disitu.
"cia keluar kamar dan panggil bibik buat ngambilin air putih ya" ucap Dion begitu lembut dan berusaha untuk sabar
Clarista yang masi meminum pun hanya mendengarkan ucapan dion
"ciaaaa" bentak dion yang mulai kehabisan kesabaran nya
"kak dion dirumah bibik lagi pulang kampung terus papa dan keluarga kecilnya itu lagi keluar kota jadi cia sendiri dirumah" ucap Clarista sambil mengeluarkan lidah nya yang sudah memerah
"dan kamar cia juga ada password nya jadi gak ada yang bisa masuk" tambah nya lagi
Dion yang mendengarnya pun mendengus kesal
"apa password kamar kamu" tanya dion yang ingin memancing dan tangan nya sudah memegang pena dan kertas sobekan
"cia kasih tau ya lagian gak mungkin kan calon kakak ipar cia ini malah main kekamar cia"
"iya apa password nya" tanpa basa basi Dion bertanya "210159" ucap Clarista cepat
Dion dengan gercep menyatatnya bagaikan siswa yang mendapatkan contekan dari teman satu geng nya, dengan senyum devil nya yang tak luntur melihat itu Clarista sedikit merinding, tapi iya malah mengambil stok pitzza di kulkas mini nya
Dion semakin kesal melihat Clarista yang tidak memikirkan kesehatan nya sendiri
"cia itu gak sehat...!!" teriaknya kesal dan langsung mematikan panggilan video nya
"mungkin kak dion sengaja biar paket internet nya gak abis" ucap Clarista dan lanjut menonton video exo lagi sambil mengunyap
90 menit berlalu Clarista sudah melepas baju nya dan hanya mengunakan tengktop hitam dan hotpants diatas lutut nya ia sengaja tidak ke markas karna rayen sudah mengurus nya
merasa haus lagi Clarista mengambil minuman kaleng nya dan hendak membuka penutup nya tapi kesusahan karena tangan nya begitu licin
pip pip pip suara pintu kamar Clarista terbuka tapi Clarista masi sibuk dengan minuman kaleng nya
"an**r susah banget si" umpat nya kesal dan tidak menyadari ada orang lain dikamar nya
merasa mendengar suara orang bernapas Clarista menjadi panik siapa yang berani masuk kamarnya ini. dengan begitu gugup iya pun berbalik dan terkejut
"kkkakakak"sapa nya yang kaget bahkan iya langsung melempar minuman kaleng nya ingin kabur, bisa mati di omelin abis abisan jika sudah ada dion di samping nya lagian kenapa bisa Dion berada di kamarnya batin Clarista takut
__ADS_1
Dion hanya tersenyum devil melihat wajah terkejut Clarista dan iya bisa membaca gerakan gadis itu yang ingin kabur.
happpp
Clarista merasa iya melayang teryata dion sudah memeluk nya dari belakang dia ingin kabur tapi tak bisa bahkan kedua kaki nya melayang perbedaan badan dion yang begitu besar dan tinggi memudahkan nya mengangkat badan Clarista yang mungil.
"kakak jangan balas dendam dong" gerutu nya begitu panik karna merasa badan nya semakin melayang, Dion tersenyum ia semakin mengayunkan badan Clarista.
"kakak sayang turunin cia"
"enggak cia" jawab dion dan malah membawa tubuh Clarista berputar putar
"Cia bakalan janji akan ngikutin semua kemauan kakak" tawarnya lagi
"yakin?" tanya dion memastikan dan melihat perut mulus putih Clarista yang tersingkap oleh tangan nya yampun iya baru sadar gadis ini hanya mengunakan tengtop tipis tanpa lengan iya langsung menelan ludah nya begitu kasar
"gak yakin si" jawab Clarista ia Tidak sadar jika tengtop nya sudah tersingkap hampir keatas dada, mendengar itu Dion langsung memeluk erat Clarista dan memputar putar badan Clarista dan beberapa kali melirik kearah badan Clarista yang tersingkap itu
semoga iya tidak hilap batin Dion yang masi memeluk Clarista
"iya cia janji akan ngikutin apa kemauan kakak deh sumpah" sambil menunjukan dua jari nya dion pun menurunkan Clarista di tempat tidur yang berwarna pink itu.
"cia haus" Clarista ingin mengambil minuman kaleng kesukaan ya dengan sigap Dion memberikan minuman botol yang iya beli tadi
"minum" ucap dion sambil memberikan ke Clarista, Clarista hanya melihat air dingin itu
"tadi udah janji mau ngikutin kemauan kakak" sindir dion yang ingin melihat isi kamar Clarista, merasa tersindir Clarista langsung meminum nya dan itu tidak luput dari tatapan dion sambil tersenyum
"pelan-pelan entar kesedak" nasihat Dion tidak didengar oleh Clarista
"uhuk uhuk" Clarista tersedak dan Dion menjadi khawatir baru saja ia bilang, dan clarista terkenak batu nya karna tidak mendengar nasehat nya. dion mengusap punggung Clarista pelan.
setelah Clarista sudah mulai tenang ia pun mengambil makana nasi goreng dan beberapa botol air putih besar, Clarista terbelalak kaget melihat dion mulai meyusun air putih itu di kemari es nya dan ingin mengeluarkan beberapa minuman kaleng yang menurut Dion tidak sehat "kak jangan dibuang" ucapan Clarista rasanya sia sia dan iya hanya bisa terduduk dilantai
"itu gak sehat cia"ungkap dion setelah meyelsaikan pekerjaan nya dan duduk di samping Clarista (padahal ada sofa kenapa malah duduk di lantai😂)
"tapi cia sengaja biar cia sakit" ucapnya begitu lemah "gak cia gak boleh sakit" jawab Dion sambil merangkul bahu Clarista
"kak" mata Clarista yang mulai berkaca kaca ia menahan ingin menangis dion menyadari itu dan salah satu cara membuat Clarista menangis adalah mengingatkan tentang kematian mamanya. dion sengaja membuat Clarista menangis karna Clarista akan mencurahkan isi hatinya, ia tau begitu banyak kecewaan di mata nya yang iya pikul sendiri . walaupun sakit melihat Clarista menangis, tapi ia kan coba
" cia mama kamu udah tenang disana" ucap dion sambil memeluk badan Clarista, Clarista mencoba menahan tangis nya
"dan jangan ngikutin jalan mama kamu yang begitu tragis" mendengar itu tangis Clarista pecah, Dion berhasil lagi membuat Clarista menangis di pelukan nya
"kkkakak gak ttauu mama dan papa bahkan gak perna bertengkar ttapi kkenapa papa selingkuh dengan sekretaris nya sendiri bahkan udah punya anak si Keysa itu"ucap nya begitu terisak dan membagi sedikit luka nya
__ADS_1
Dion bisa merasakan sakit yang Clarista rasakan iya hanya bisa menenangkan Clarista dengan pelukan hangat
"cia tenang ya cia bisa ceritain semua kekakak "
ucap dion begitu lembut dan menghapus air mata Clarista dan ngecup lama kening Clarista
Clarista hanya diam menurut ke Dion tatapan nya yang kosong masi memikirkan tentang kematian mama nyaa itu
Dion mengambil nasi goreng yang iya beli tadi dan tidak lupa ia mencuri sendok dapur rumahnya sendiri walaupun hampir terciduk oleh nyonya marta ia sempat terkekeh mengingat nyonya marta yang mengira nya adalah seekor kucing.
nasi goreng yang dibeli Dion hanya satu porsi yang sebenarnya berisi tiga porsi iya sengaja membeli kan untuk Clarista dan Dion sudah makan malam bersama keluarga nya tentu saja ia akan. membuat Clarista menghabiskan semua
"cia makan dulu ya" gadis itu pun mengangguk
dan tidak membantah dengan pelan Dion menyuaapi Clarista yang hanya diam Dion hanya membiarkan Clarista yang menjadi jinak itu yang jelas tiga porsi nasi goreng ini harus habis, Dion tidak ingin Clarista sakit dan tidak ingin kehilangan Clarista
setiap empat sendok sekali ia memberikan Clarista hari minum
"sayang minum nya" Clarista hanya menuruti semua perkataan Dion ,entah lah jika dia bersama Dion selalu menjadi jinak
nasi goreng nya pun hampir habis
"kakak gak makan" tanya Clarista
"lo kakak kan juga makan makanya nasi nya cepat habis" dusta Dion dan berharap Clarista percaya dan gadis itu pun percaya karna dari tadi Clarista tidak terlalu memperhatikan makana yang Dion suappi
"minum lagi ya sayang" ucap dion lembut setelah menyelesaikan tiga porsi nasi goreng tadi
Clarista menurut dan meminum satu gelas dion yang melihat nya pun tersenyum bahagia karna Clarista yang menurut dengan nya
beberapa menit kemudian
"apa cia ngantuk" tanya dion lembut Clarista mengganguk " tapi cia gak mau tidur" Dion pun mengusap pipi Clarista. "kenapa" tanya Dion
"Nantik kakak tinggalin cia kayak mama dan papa" ucap Clarista memeluk erat dion dan mulai terisak ia menangis lagi
"kakak gak akan perna ninggalin cia" ucap dion sungguh sungguh dan mencium kedua kelopak mata Clarista yang masi mengeluarkan air mata mata Clarista yang mula tertutup pun otomatis terbuka "apa kakak janji" ucapnya dengan suara parau " iya kakak janji" ucapnya tersenyum Clarista pun ikut tersenyum
"sekarang Kita tidur ya,"
"kakak mau tidur sama cia"
"iya sayang kakak tidur disini"
Dion segera membawak Clarista menuju tempat tidur nya dan mengusap kepala Clarista, begitu sayang iya dengan gadis itu
__ADS_1
"GOOD NIGT MY PRINCESS bisik nya ditelinga Clarista yang sudah tertidur pulas