"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
terikat


__ADS_3

Clarista terkejut melihat air mata dion yang menetes dia jadi merasa bersalah. perasaan pria itu adalah pria dingin pikirnya.


"kak."tutur Clarista sambil mengusap pipi Dion Dengan ibu jarinya "kenapa malah nangis" tanya lagi Dion hanya menatap Clarista air mata nya mengalir tidak perna Dion menangis hanya karna mau ditinggalin seorang gadis.


"aku begitu mencintai mu Clarista , jangan pernah meninggalkan atau aku akan hancur"tutur Dion masi terisak bahkan iya tidak mau cairan dari hidung yang sudah mulai banyak.


Clarista mengambil beberapa tisssu dan melekatkan hidung Dion ia tidak merasa jijik bahkan iya juga mengusap hidung Dion. dengan tangan sendiri karna tisssu diruangan Dion habis. Dion terpaku bahkan mama nya sendiri merasa jijik dan mengunakan sarung tangan dan gadis ini mengunakan tangan nya sendri.


"jangan nangis, cia gak bakalan ninggalin kakak" mendengar itu Dion tersenyum lega "tapi gak janji" tambah Clarista dan terkekeh sendiri, mendengar itu Dion menjadi datar tidak ada senyum di wajahnya itu, Clarista menjadi gugup sendiri. mereka tak menyadari jika nyonya marta melihat semua dan mendengar perbincangan mereka bahkan ia terkejut dengan Dion yang menangis karna Clarista ingin meninggalkan nya dan menyuruh nya menerima perjodohan, sebenarnya terbuat dari apa hati gadis ini bahkan nyonya marta bisa melihat senyum begitu terpaksa dari wajah Clarista pikirnya.


nyonya marta pun pulang setelah menghapus air mata nya pun ikut menetes iya tak tau harus berbuat apa.


**


Clarista yang sudah menenangkan Dion yang menangis yang begitu terisak, bahkan jelas sekali matanya sembab. "kakak sayang jangan nangis ya" tuturnya mengusap pipi Dion.


suara ketukan pintu membuat Clarista kembali seperti semula iya menenggelam kan kepala nya diperut dion, belum ada yang menyuruh masuk ketukan pintu terus berbunyi.


"kak"panggil Clarista Dion menatap nya dengan senyum "keluarin baju kakak" Dion terkejut Clarista menarik baju nya yang masuk kedalam celana. "kenapa cia" ucapnya sendikit parau


"cia mau sembunyi," ucap Clarista langsung memasukan kepalanya di baju Dion.


Dion terkekeh geli percuma ia sembunyi jika badan nya terlihat , "masuk" ucap Dion kepada seseorang yang sedang mengetuk.


"ada apa" tanya Dion sambil mengusap hidung nya, yang masuk adalah Filla , Filla terkejut melihat Dion yang seperti habis menangis dan ingin tertawa melihat kepala Clarista yang masuk ke baju nya.


"banyak sekali roti sopek di dalam sini, aku jadi ingin memeluknya , tetapi kalau tertidur bagaimana". ucap Clarista dalam hati


Dion meyelesaika pekerjaan bersama Filla. walaupun Filla masi penasaran dengan Dion yang tidak perna ia melihat lelaki itu menangis


*****

__ADS_1


Dion yang selesai dengan perkerjaanya pun lega , iya yang mulai menyandari pelukan dari Clarista mulai merenggaang yang tadinya erat.


iya takut gadis itu pingsan karna kehabisan napaas.." sayang " panggil Dion yang tidak didengarkan oleh Clarista.


Dion pun menarik baju nya dan muncul Clarista yang sedang terlepap dengan keringat di dahinya dion tersenyum kecil bisa bisa nya tertidur disini padahal dalam panas.


Clarista merasa ada yang mengelus kepalanya karna ia masi melayang dan belum terbawa mimpi, Dion mengusap keringat Clarista dengan tangan ny sendiri, Dion mulai mendekat kan wajah nya ke wajah clarista tiba-tiba terkejut mata gadis itu terbuka


Clarista langsung menjauhkan kepala Dion Dengan jari telenjuk nya.


"jangan macem-macem" ancam Clarista yang langsung duduk dan mengebas ngebas bajunya ya iya merasa kepanasan.


"sayang jangan kayak gitu"pinta Dion menarik tangan Clarista, yang sepeti mengodanya padahal gadis itu hanya kepanasan.


"apaasiii" kesel Clarista dan membuka kancing atasnya begitu panas ruangan, Dion melotot Clarista begitu menggoda nya "sayang listrik di perusahaan lagi mati" ucap Dion langsung mengalihkan pandangan nya.


"perusahaan besar tapi bisa mati lampu juga, habis token emangg nya" perkataan pedas Clarista tidak membuat Dion tersinggung ia malah terkekeh dan menarik tangan Clarista mengajak gadis itu pulang.


setelah sampai ke rumah Clarista ia terkejut melihat Dion juga ikut masuk "ngapain pulang gih sana" sambil menghalang jalan Dion. Dion tak mengubris ia malah berjalan terus dan menabrak badan Clarista "iiihhh" ngeram Clarista.


Dion hampir terjatuh untung iya memegang tangga dan melihat Clarista yang sudah ada di punggung nya, Dion kesal gadis itu selalu saja membahayakan dia nya sendiri.


setelah sampai di kamar Clarista langsung melompat lagi ke arah tempat tidurnya lagi-lagi Dion menggeleng " kakak sayang mendingan sekarang tidur istrahat" ucap Clarista menarik tangan dion, Dion mengiyakan dan melepaskan jas nya, dia meletakan kepala ya di paha Clarista.


Clarista tersenyum walaupun berat ia tidak masalah"sayang tidur ya " ucapnya mengecup dahi dion, lagi lagi Dion mengiyakan ia selalu menurut ke gadis itu, dan seperti nya permintaan dari Davis Clarista berhasil mengwujutkan nya tapi ia belum menyadari nya.


Clarista mengusap rambut Dion, iya melihat kacing lengan dion belum di buka sepatu nya juga dia melepaskan kepala Dion dan mulai berdiri "sayang mau kemana" tanya Dion


Clarista tidak menjawab ia menarik pelan tangan Dion dan membuka kancing lengan ya dan menarik sepatu berserta kaos kaki nya menarik selimut dan menyelimuti Dion dan kembali ia meletakan kepala Dion di paha nya.


Dion tertegun, Clarista selalu saja membuat ia jatuh cinta setiap hari, "udah sekarang tidur ya" ucap Clarista sambil mengelus rambut Dion, Dion tersenyum ia mengiyakan.

__ADS_1


Dion semakin lengket dengan Clarista iya takut gadis itu meninggal kannya, ia sempat terkejut dengan perkataan sahabat nya Davis, yang selalu tergiang giang di kepala nya, karna sebelum iya pulang keperusahaan, Dion sempat mampir ke cafe ia bertemu dengan Davis.


"ciaa itu mudah diperngaruhi" ucap Davis sambil mengisap kopinya dan teringat dulu Davis mempengaruhi keponakannya itu agar membuat Dion berteka lulut dan selalu menurutinya dan seperti nya itu berhasil, karna Clarista juga memberi cinta yang tulus ke dion.


flashback


"gua cuman takut aja kalau papanya cia menjadi baik dan perhatian terus dia tau hubungan kalian dan meminta cia buat ninggalin lo" tambahnya lagi sengaja membuat Dion takut kehilangan keponakan ya itu.


"sifat cia hampir sama dengan kakak gue, ia bahkan merelakan orang yang iya cintai buat orang lain, asal mereka bahagia"


"Mungkin elo bisa nolak perjodohan ini, tapi gimana dengan cia, dan si Keysa tau hubungan kalian gue yakin cia gak bakalan selamet hidupnya" ucapnya lagi dan bisa melihat wajah Dion yang menjadi pucat.


"saran gue elo harus buat cia ada di samping elo dan buat dia terikat" ucap Davis lagi dengan senyum menyeringai, karna Davis juga ingin keponakan nya itu mendapatkan terbaik dan Dion lah orang nya


flashback off


"sayangg kenapa melamun" tanya Clarista membuat dion tersadar, iya berdiri dan mengambil kotak kecil berwarna merah, Clarista mengernyitkan kening nya.


Dion mebuka dan muncul sepasang cincin yang begitu indah


"sayang hari ini kita tunangan ya" Clarista tersentak "yang bertuliskan nama aku sama kamu dan tulisan nama kamu sama aku ya" Clarista tak bergeming ia bisa melihat nama dion yang terukir dengan model yang begitu indah dengan pelan dion memasukan cincin itu ke jari Clarista. "sayang giliran kamu" tatapan Dion begitu hangat.


Clarista mengambil cincin yang terukir nama nya iya memasukan dengan pelan di jari Dion


"sayang apa kamu gak suka" ucap Dion sedikit kecewa melihat reaksi Clarista.


"


x


x

__ADS_1


x


x


__ADS_2