
Clarista sedang diantar Dion pulang setelah begitu lama akhirnya mereka baikan lagi walaupun Dion harus mengalah, Clarista sengaaja menginap di rumah om Davis setelah sampai di rumah Davis Dion langsung pulang tanpa mampir karna iya begitu lelah.
sedangkan d ditempat lain.
Alex sudah mulai sadar dari pengaruh obat yang selalu mempengaruhi nya, ia tidak ingat apa apa kepalanya begitu sakit bukan hanya kepala bahkan seluruh badan ya dia pun menuju kamar mandi, april yang sudah tau jika pengaruh obat itu sudah hilang pun sudah menyiapkan alkohol dengan begitu baju begitu sexy iya sudah siap mempengaruhi alex lagi.
"ma" panggil Keysa membuat April terkejut. ia langsung menarik tangan Keysa keluar karna alex yang bisa saja tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan Rancana ya bisa batal .
"ada apa key?" tanya april sambil mengelus rambut putri nya itu"minta uang dong ma" pinta Keysa sambil tersenyum "tunggu sebentar" april pun masuk kembali ke kamarnya. iya bisa melihat alex yang baru selesai mandi dan memakai piyama.
Karna alex tidak mabuk atau pun pengaruh obat timbul sifat cuek nya dan hanya melewatkan kan April yang tengah mengambil uang itu April mendengus kesal liat saja nantik.
***
hari demi hari berganti Clarista sebentar lagi akan lulus SMA dan selama ia ujian nasional jarang sekali membuka buku pelajaran itu juga karna Dion yang memaksa nya untuk belajar dan hari ini Clarista hari kedua ujian nasional ia dijemput oleh Dion dan menemani Dion bekerja
"kak" panggil nya ketika sudah merasa bosan dengan buku pelajaran, "iya" jawab dion tanpa mengalihkan pandangan nya "cia udah selesai bacanya" dion pun mendekat ke arah Clarista.
__ADS_1
"kak" panggil ny menatap dion yang sudah duduk disamping nya "kenapa hmm?"tanya nya menatap Clarista yang mulai menunduk.
"cia mau daftar kuliah di luar negeri"mendengar itu dion terdiam "mungkin paling lama 3tahun"
tambah nya lagi sedikit gugup "tiga tahun, itu lama sayang"ucap Dion sedikit kecewa, Clarista hanya diam memang tiga tahun itu begitu lama bahkan tiga hari saja iya udah uring-uringan apa lagi tiga tahun pikirnya
"kita nikah dulu ya ,baru sayang kuliah"pinta nya berharap, Clarista terbelalak kaget, iya siap-siap saja menikah tapi ini terlalu cepat pikirnya
"sayang" panggil Dion ketika melihat Clarista yang masi terdiam "tapi ini terlalu cepat kak" jawab Clarista " dan orangtua kakak pasti gak akan setuju" tambah ya lagi
"kita nikah lari" jawab Dion serius mendengar itu Clarista terkekeh "jangan bercanda" jawab Clarista sambil mencolek hidung Dion.
"yaudah kita nikah" mendengar itu Dion begitu senang "tapi aku gak mau berhubungan badan" mendengar itu Dion kaget "loh kenapa" tanya nya sedikit mengengas.
"kalau cia hamil gimana?"
"loh bagus dong sayang "
__ADS_1
"kalau anak nya nantik mirip kakak?"
"ya kan aku bapaknya" ucap ya sedikit kesal
"gak boleh, cia gak mau mirip kakak"
"sayang aku yang ngebuat lo"
"aku yang ngelahirin, masak mirip kakak si" jawabnya kesal, Dion terkekeh geli.
"seminggu lagi kita nikah" Clarista membulatkan matanya. "wah gak waras ni orang " jawab Clarista, dion langsung menelpon sahabat ya davis, Clarista tidak menanggapi ia sibuk dengan hanpone nya
tak lama datang lah. seseorang yang tadi Dion telpon ia langsung menerobos pintu
"cia kamu beneran mau nikah"tanya nya langsung tanpa basa basi dan masi berdiri
mendengar itu Clarista menjadi malu sendiri mengapa begitu cepat koneksinya pikirnya
__ADS_1
"iya kami mau nikah" jawab Dion tersenyum bahagia, Davis ikut tersenyum bahagia "oom gak marah?" tanya Clarista yang masi heran dengan reaksi sang oom "gak dongg sayang selama ya" ucap nya langsung memeluk Clarista, Clarista tercengang apa dia akan menikah sekarang