
Clarista sangat kesal dengan tingkah laku varell yang Kentut sembarangan, ia sempat terkejut melihat jam weker yang di di samping tempat tidur nya , dan segera mengambil sepatu Sneakers yang berlist tulisan Marvel
sebenarnya pihak sekolah tidak memperbolehkan muridnya mengunakan sepatu bebas, tapi Clarista sengaja menggunakan nya dan berharap tidak terkenak razia seperti biasanya
setelah mengebut diperjalanan menuju sekolah karna ia sudah telat dan sudah di tunggu oleh rayen yang selalu setia menunggu keponakannya itu.
sampai di kelas Clarista langsung ingat jika hari ini ada pelajaran yang tidak dia sukai.
"untung hari ini bawak baju basket" ucapnya Clarista.
"buk anis" panggil Clarista asal dan langsung di tatap oleh ibuk guru nya mengajar
"kamu memanggil saya" tanya guru itu sambil menujuk dirinya sendiri.
"iya lah buk siapa lagi yang saya panggil selain ibuk" Clarista menjadi bingung apa dia salah nama pikirnya.
" Nama saya ayu bukan anis" dengan suara sedikit tinggi, mendengar itu Clarista terdiam benar pikirnya teryata dia salah nama mendadak seluruh murid yang dari tadi memperhatikan mereka menjadi tertawa
Clarista berfikir lagi "apa yang lucu cobak "
"Clarista Alexsia Samuel tidak ada nama guru anis disekolahan kita" jelas nguru yang mengakui nama ya ayu itu.
Clarista tertawa sumbang sambil memukul bahu ibuk itu pelan dia begitu malu rasa nya karna seluruh teman kelas nya menertawai nya beda dengan wanita dewasa di depannya ini yang sedang menatap nya tajam
"ada apa kamu memanggil saya" tanya buk ayu setelah menyuruh siswa. yang ada didalam kelas untuk mengerjakan tugas
"buk ayu begini saya ingin izin untuk tidak mengikuti pelajaran karna saya akan latihan basket dilapangan" jelas Clarista begitu sopan baginya
__ADS_1
"bentar lagi kan mau ada turnamen basket lagi buk dan saya sebagai ketua basket putri berperan aktif dan harus rajin untuk latihan buk" tambah nya lagi, buk ayu memperhatikan Clarista dari atas ke bawah dan mata nya tertuju dengan sepatu Clarista.
"kamu saya izinkan keluar dan buka sepatu kamu" jawab buk ayu
"lo jangan dong buk masa saya nyeker hari juga lumayan panas buk" ratap Clarista yang masi kaget dengan ucapan gurunya itu
"lo salah kamu sendiri sekolah kita tidak boleh menggunakan sepatu bebas tapi kamu mengunakan nya"
"saya tadi telat buk dan salah ambil sepatu"
"alasan kamu tidak saya terima"
"sebentar lagi pemilik anak yayasan akan berkunjung dan saya harap kamu mengerti maksud saya" tambah buk ayu
"baik lah buk saya akan menyimpan sepatu saya sendiri" kata Clarista begitu pasrah dan berlalu keluar kelas untuk Menganti pakaian nya dengan seragam basket.
"panas lagi" kata Clarista sambil melepas sepatu nya itu dan berlari menuju Lapangan sambil membawak bola basket.
"liat aja lo kalau gue anak yayasan udah gue buang lo ke sungai" sambil melempar bola basket ke arah ring dan bola itu tepat masuk kedalam dan memantul,
*
*
Dion yang baru saja masuk di gerbang yayasan nya pun sedikit tersenyum karna iya berharap bertemu dengan gadis yang selalu membayang bayangi nya, walaupun sedikit kesal karna mendapatkan tugas untuk mengkunjungi yayasan abharam setiap satu sebulan sekali
Dan ketika asisten pribadi nya memberikan kabar jika keponakan dari sahabat nya bersekolah di yayasan Sma Abhraham. Dion pun menjadi semangat.
__ADS_1
"Selamat datang tuan muda" sambut kepala sekolah yayasan, Dion hanya menganguk dan berlalu diikuti asisten nya kepala sekolah pun sudah biasa di perlakukan seperti itu oleh Dion
"saya berkeliling sendiri dengan asisten saya" kesal Dion yang sedari tadi diikuti oleh bapak kepala sekolah dan beberapa guru perempun
"baik lah tuan muda jika ada keperluan bisa mengabari saya" sopan bapak kepala sekolah
Dion hanya berlalu tanpa membalas ucapan bapak kepala sekolah yayasan nya itu.
tatapan tajam nya meyelusuri seluruh sekolah dan melihat lapangan yang begitu luas yang terbagi beberapa seperti lapangan basket , volly , bola sepak, futsal, dan beberapa cabang permainan olahraga.
Mata nya begitu silau karna cuaca begitu panas dan saat mata nya melihat lapangan basket yang luas dan terpaku ketika melihat seorang gadis nya sedang melempar bola basket ke arah ring dan itu adalah gadis nya selama ini dia rindukan.
"ion bukankah itu cia keponakan Davis" tanya Filla yang menjadi asisten pribadi Dion
Dion tidak membalas perkataan asistennya itu ia hanya lanjut berjalan menuju lapangan tempat Clarista sedang berlatih.
*
Clarista yang badan nya sudah basah. oleh keringat dan tidak peduli dengan keadaan sekitar ia terus saja menyebut nama nama penghuni kebun binatang dan mengganggap bola yang sedang memantul itu adalah guru yang bernama ayu itu.
"guru laknat" teriak Clarista dan melempar bola kearah ring basket tentu saja bola itu masuk
Dion yang mendengar perkataan Clarista pun terkejut dan melihat Clarista tidak mengunakan alas kaki bahkan kakinya sudah lecet dan sedikit berdarah sepertinya terkenak batu krikil, tapi gadis itu bahkan tidak sadar dengan kehadiran nya keringat Clarista begitu menggoda bagi nya,
"ehmm" setelah cukup lama terdiam dan mempeerhatikan gadis nya yang terlihat kesal sebelum iya bersuara Dion sudah menyuruh asisten nya untuk membeli minum Dion yang sempat bingung pun terpaksa menuruti berkataan bos nya itu.
"eh" ucap Clarista begitu kaget dengan keberadaan Dion
__ADS_1
"kak Dion kan?" tanya Clarista setelah berhenti dan langsung duduk di lapangan sungguh tingkah laku Clarista membuat Dion terkejut lagi.
"kenapa duduk disini" ucap dion sambil menarik tangan Clarista