"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
42?


__ADS_3

Clarista yang masih menangis di pelukan Dion merasa kelaparan dia baru ingat dari tadi pagi belum ada menelan makanan dan **hanya minum sedikit, Dion yang merasa Clarista sudah berhenti menangis pun merenggakan pelukannya.


"kak"panggilan dari Clarista dengan suara serak membuat dion menatap mata Clarista yang memerah,bulu mata yang panjang itu menjadi sayuh mata yang selalu ceria itu kini menjadi sembab. "kak" panggil Clarista lagi Dion pun tersadar dari lamunan nya


"iya cia" balas Dion begitu lembut.


"kak cia lapar" ucap Clarista sambil menundukkan kepalanya ia merasa malu


Dion tersenyum melihat wajah Clarista yang malu malu mengucapkan kata lapar


"cia mau makan apa biar kakak pesenin ya"


"seterah kakak aja asal jangan nasi" mendengar itu Dion menatap tajam Clarista dia sudah tau Clarista belum makan dari pagi dan malah tidak mau makan nasi


"kenapa" Clarista yang masi menundukkan kepala nya pun langsung menatap Dion yang begitu dekat dengannya


"hmm cia mau makan eskrim coklat aja" Clarista sedikit memberi jarak dengan Dion ia begitu takut dengan mata yang begitu tajam itu.


"enggak boleh kakak tau cia belum ada makan kan dari pagi jadi harus ngisi dengan makanan yang berat dulu dan nantik baru makan eskrim"sungguh Dion akan banyak bicara jika berdekatan dengan Clarista


"tapi Cia.." perkataan Clarista terpotong dengan suara ketukan pintu setelah Dion menyuruh masuk, pintu pun terbuka


"Dion ini sepatu marvel nya" suara Filla yang tadi hanya diam menatap dua pasang manusia itu walaupun sempat kaget dengan wajah Clarista yang begitu sembab ia sempat berpikir jika Dion menyakiti keponakan sahabat nya itu.


Dion langsung mengambil sepasang sepatu dengan karakter marvel itu dan memperlihatkan ke Clarista yang sudah berbinar melihat sepasang sepatu itu


"cia suka, ini kakak belikan buat cia" mendengar itu Clarista begitu senang berbeda dengan Filla yang kesal padahal ia yang mencari sepatu itu bahkan harus keluar daerah.


"ini buat cia" tanya Clarista lagi sambil ingin mengunakan sepatu nya senyum Clarista begitu terlihat bahagia.. dan mendadak senyum itu luntur setelah mengunakan sepasang sepatu itu


"kenapa" tanya dion yang melihat senyum clarists yang masam


"sepatu nya kegedean"sambil melihat angka dibelakang salah sepatu itu.


"42" guman Clarista, Dion melihat teryata memang benar Dion langsung memandang Filla


"eh maaf no kaki clarista no berapa" tanya Filla sedikit gugup melihat tatapan tajam dari Dion


"39" jawab Dion singkat Filla langsung mengambil beberapa kotak sepatu sungguh Filla merasa menjadi Spg di salah satu mall yang tengah menawarkan sepatu dagangan ya


Dion yang merasa dipandang oleh Clarista pun menatap balik dan semoga saja selama ia berdekatan dengan gadis itu dia tidak mendengar detak jantung Dion berdetak cepat batin Dion

__ADS_1


"kenapa hmm"tanya nya sambil merapikan rambut Clarista yang berantakan


"hm kak dion kok tau no kaki cia" tanya Clarista yang bingung. " gak ada yang kakak gak tau dari kamu Clarista" bisik Dion sambil terseyum devil Clarista merasa merinding mendengar nya


iya langsung mengusap leher dan bahu nya untuk menghilangkan kegugupan nya


"kenapa hah?" tanya Dion tertawa kecil melihat Clarista " gak papa kok" jawab Clarista tersenyum hambar.


Filla masi memperhatikan Dion ia merasa sahabat ya itu jatuh cinta dengan keponakan sahabat nya Davis dari tatapan Dion melihat Clarista yang begitu berbeda dan penuh cinta


batin Filla ia cukup senang walaupun jiwa jomlo nya sedikit meronta ronta melihat kemesraan mereka


"Ini no 39" kata Filla sambil memberikan ke Dion


Clarista tersenyum bahagia akhir nya sepatu itu pas di kaki nya Dion ikut tersenyum


"kak dion makasi" Clarista reflek memeluk Dion dan "cup" dia mencium pipi Dion, Dion menjadi gugup tidak seperti Clarista yang begitu semangat mengunakan sepatu baru iya itu


Fila ingin tertawa rasanya melihat wajah Dion yang menjadi salah tingkah hanya karena di cium oleh gadis SMA


"cia kamu belum makan, cia makan nasi ya" tawar dion sedikit mengalihkan topik


"hmm cia mau makan eskrim"ucap Clarista yang mulai cemberut


Filla hanya diam seperti nya iya harus terbiasa dengan perubahan Dion jika berdekatan dengan Clarista


"Filla beli kan makanan nasi yang tidak pedas dan sehat" pinta Dion Filla langsung mengiyakan dan keluar dari ruangan


Clarista hanya bisa cemberut hampir saja dion tertawa pecah melihat wajah Clarista yang imut dan lucu


"cia jangan ngambek" ucap Dion memujuk Clarista, "kak cia gak suka nasi"ucapnya begitu manja sambil memeluk. tangan dion


"makan sedikit aja ya" tawar dion lagi


"cia gak mau makan di sini nantik tempat tidur kakak kotor" mendengar itu Dion tersenyum


"ayok kakak gendong"


"cia bisa jalan kak" tanpa mendengar perkataan Clarista Dion langsung mengangkat badan Clarista


"kakak kan cia bisa sendiri" cia memberontak dan hampir terjatuh "cia jangan gerak gerak hampir aja jatuh" Dion harus bisa sabar jika berdekatan dengan gadis nya ini

__ADS_1


Clarista pun langsung memeluk Dion


dari depan karna takut jatuh.


setelah keluar dion pun meletakan Clarista sofa


tak lama Filla pun datang membawa makanan berupa ayam bakar dan tidak lupa dengan nasi


setelah Filla disuruh keluar oleh Dion, Dion pun mulai membuka makanan yang dibeli oleh asisten ya itu


"cia makan nya kakak suapin" ia yang tak berselera karna melihat nasi putih itu hanya bisa mengangguk pasrah.


Dion meyuapi Clarista begitu pelan sedangkan Clarista tangan tidak lepas memeluk lengan kekar Dion


sedangkan di luar nyonya marta ingin melihat anak sulung nya karena ingin mengajak ke bandara menjemput putri bungsu yang ingin pindah sekolah dari luar negeri.


ia langsung masuk karna tidak melihat sekretaris Dion begitu terkejut nya dia melihat


putra nya dion sedang menyuapi makana ke mulut Seorang gadis nyonya marta tidak bisa melihat wajah gadis itu tapi karna gadis itu mengunakan seragam basket iya bisa melihat nama "Clarista" di punggung baju itu


"apa itu Clarista" ucap nya lirih Clarista. yang terpaksa memakan nasi pun hanya bisa diam dan menurut dengan Dion


"sayang yang pelan makannya" ucap dion tersenyum lembut, Clarista hanya memajukan bibirnya.


mendengar panggilan sayang nyonya marta tersentak dan pelan-pelan menutup pintu dia yakin jika anak sulung nya itu sudah jatuh cinta dengan gadis yang bernama Clarista dan satu lagi ia yakin Clarista adalah adik tiri dari Keysa yang dijodohkan dengan putra nya itu ia langsung berjalan keluar dari perusahaan nya itu dan berniat akan menjemput putri nya sendiri di bandara


selama perjalanan menuju bandara ia memikirkan Dion yang menatap Clarista begitu lembut dan penuh cinta. sehingga tidak sadar iya sudah sampai ke bandara lekas ingin menjemput putri bungsu nya yang seumuran dengan Clarista.


*


*


"elo serius" tanya Davis yang sedang teleponan dengan sahabat nya Filla,


"iya gue yakin kalau dion jatuh cinta sama keponakan lo" ucap Filla yang mengadu dengan oom nya Clarista


"sekarang aja Dion lagi nyuapin Clarista makan nasi" mendengar itu Davis terkejut ia saja susah sekali mengajak Clarista untuk memakan nasi..


"lo serius" tanya davis seakan tak percaya


"iya tapi bagus dong kalau Dion sama keponakan lo dari pada si Keysa itu" benar juga Davis juga senang jika Clarista dekat Dion tau sifat Dion yang bertanggung jawab

__ADS_1


"iya deh ,gue mau rabat ini"


"oke" telpon terputus**


__ADS_2