
Pulang dari cafe Dion masi kepikiran dengan keadaan Clarista yang sedang sakit itu dan ia berharap ketika acara makan malam nantik ia bisa bertemu dengan gadis itu.
sedangkan Davis sudah memberikan kabar ke keponakan nya ia akan datang kerumah Clarista sambil membawa kekasih nya yang sudah ia pacari selama 6 tahun. dan sang keponakan pun mengiyakan.
*
sedangkan dirumah Clarista sedang memukul samsak tinju nya ia begitu sakit melihat Papa nya sedang tertawa bahagia sambil menggendong anak kecil yang berusia 4 tahun dia adalah adik tiri Clarista buah perkawinan papa nya dengan istri baru nya itu.
"kenapa aku selalu salah di mata papa setiap yang aku lakukan selalu salah, papa selalu ngetuntut aku supaya mendapatkan nilai yang bagus tapi papa gak perna menghargai aku.." teriak nya bahkan dia tidak menggunakan sarung tinju.
"oh tuhan hamba mu ini juga ingin bahagia!!..
kenapa begitu sakit tuhan.... apakah aku tak boleh bahagia seperti mereka yang selalu mendapatkan kasih sayang orang tua nya sedangkan aku jangan kan mendapatkan kasih sayang bahkan aku tidak di anggap" teriak Clarista begitu lemah. tangan Clarista sudah mulai memerah.
ia pun berenti dan membuka pintu balkon dia ingin menghirup udara karna dada nya mulai sesak. tanpa di sangka dada nya makin sesak ketika melihat Papanya sedang di peluk oleh Keysa sang kakak tiri yang baru saja dibelikan mobil oleh papa nya
bahkan ia dari dulu berharap dapat memeluk sang papa.
__ADS_1
ia langsung berlari mengambil tabung kecil oksigen portabel untuk menghilangkan sesak yang ada di dadanya.
mata nya Clarista mulai memanas ia tak perna menangis di depan papa nya, sekuat apa pun siksaan dari mama tiri nya ia tidak akan menangis dia tidak akan perna menujukan sisi lemah nya ia selalu memendam nya sendiri.
walupun om Davis selalu memaksa untuk bercerita, ia juga berfikir tidak mungkin selalu bergantung dengan oom nya itu.
"Ahhhh'' teriak Clarista setelah sesak nya mulai berkurang
ia menangis sambil memukul samsak tinju nya lagi, ia tidak peduli tangan terluka, luka di tangan nya ini tak sebandingkan dengan luka hati yang begitu lebar.
"begitu sakit rasanya orang yang paling kita sayang lebih dekat dengan orang baru" pikiran Clarista mulai furtasi, suara ketukan pintu menghentikan kegiatan nya
itu adalah Varell Gilang alexsia anak hasil buah pernikahan papa dan istrinya itu Clarista memang dekat dengan varell ia sudah menganggap varell seperti adek nya sendiri.
"KAK BUKAIN DONG VALEL SENDIRIAN MAMA LAGI KELUAR BARENG KAK KEYSA DAN PAPA YANG KATA NYA MAU BELANJA" teriak nya dengan suara anak kecil sambil mengetuk pintu.
krekkk pintu terbuka
__ADS_1
tanpah disuruh masuk varell langsung masuk dan memeluk Clarista
"valel lindu kakak" Clarista hanya terkekeh mendengar suara varel yang tidak bisa menyebut huruf "R".
"kakak juga rindu varell" sambil membalas pelukan varell entah lah ia tidak perna dendam dengan anak kecil ini ia hanya sakit ketika ia tak dianggap oleh papa nya sendiri.
" kak" tanya varell yang mulai cemas melihat hitung dan mata Clarista yang memerah.
"kenapa" tanya Clarista
"hidung kakak kok merah" tanya varell begitu poloss
"oh ini tadi kakak coba lipstik baru" dusta Clarista, varell hanya menatap tajam seperti nya varell ini anak memang anak kandung papa nya pikir Clarista yang melihat varell yang susah sekali percaya dan keras kepala.
" apa varell mau coba lipstik kakak" tanya Clarista untuk meyakinkan.
"enggak valel bukan wanita yang suka berdandan seperti kakak" kesal varell dengan melipat kedua datang nya di atas dada sedangkan Clarista nya hanya terkekeh ia merasa akan selalu tertawa jika sedang berdua dengan anak kecil ini.
__ADS_1
Visual om Davis♥⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆⬆