
Seperti biasa setiap berangkat ke sekolah Clarista pasti terlambat dan harus memanjat pagar sekolah karna ia tidak mau di hukum. apa lagi di jemur di lapangan. dan di permalukan satu sekolah, tidak tidak iya tidak mau nama ya tercemar hanya karna masalah sepele pikirnya. berbanding balik dengan anak rajin yang terlambat pasti ia merasa ini adalah masalah besar.
apa lagi ia adalah ketua basket Putri disekolah nya dan nantik sore ia akan bertanding. tidak mungkin kan pagi nya membuat masalah dan sore nya malah bah malaikat yang mengharumkan sekolah karna setiap tanding sebagai kapten basket putri ia berperan aktif
dan selalu menyalin kerja sama antara satu tim nya walaupun ia tak terlalu dekat dengan wanita. dan Sma nya selalu menjadi juara satu.
Dan tidak lupa ia mangabari Om Davis kesayangan nya dan berharap om nya datang .
dan belum sempat ia menelepon Om Davis nya udah di telepon duluan Mungin ada ikatan batin pikirnya😂
OM DAVIS JOMBLO 😥 calling.....
"halo..cia" (om Davis)
"iya om sayang"(Clarista)
"cia kata rayen hari ini kamu tanding basket ya di stadiun?"(om Davis)
__ADS_1
"ia om, om datang kan?"( tanya Clarista) dia berharap OOM nya bisa datang lagiian siapa lagi yang ia harapkan selain oom nya kalaupun ia mengabari sang papa mustahil papa nya bisa datang karna ia lagi berlibur dengan keluarga kecil nya.oops maksud nya kelurga baru nya.
"cia boleh gak oom bawak temen oom?" bukan menjawab om Davis malah balik tanya
" tentu om , oiya oom dimana biar cia anterin tiket masuk nya, gratis buat oom dan teman oom" kata clarista panjang lebar
"kalau sekarang oom lagi di perusahan titip aja sama rayen ya sayang" tutur Davis lembut karna kalau sempat cia mengamuk bisa pusing tujuh keliling karna cia itu paling gak suka di bentak dan dicuekin.batin Davis
"oke oom sayang jangan lupa datang ya kalau gak salah cia main jam 7an, oom daah oom" dan langsung mematikan telepon tanpa menunggu balasan si oom dan ia tertawa kecil karna pasti sang oom sedang menggerutu dan mengomel biar lah Clarista tak peduli masalah..
setelah menitipkan tiket masuk ia pun pulang dan istirahat sejenak.
lain di tempat seorang laki laki tampan sedang menggerutu dan mengumpat karna sahabat nya mengajak berkumpul di stadiun utama Jakarta hanya untuk menonton pertandikan basket yang menurut nya tidak penting tapi karna segala usaha si Davis merayu bahkan menjanji apa yang di inginkan sahabat nya. sahabat yang di maksud adalah Dion Abhraham Alfarizi
dengan terpaksa iya meyetujui dengan alasan sebagai perwakilan sang papa yang lagi di luar kota.
karna yayasan SMA Abhraham adalah milik keluarga besar Abhraham. Dion sebenarnya penasaran dengan keponakan yang selalu di ceritakan oleh Davis tentang Clarista. walaupun selama ini cuek dan tidak suka mengurus hidup orang lain entah mengapa iya tersentuh dengan kehidupan Clarista dari awal nya mendengar tentang purtasi nya Clarista tentang meninggal nya sang mama melalui bunuh diri semua tentang Clarista ia tau karena sahabat ya Davis yang selalu cerita. dan berbagi suka dan dukanya.
__ADS_1
"Pokok nya jam 6 gue jemput lo oke" kata Davis sambil meninggal kan ruang ngan CEO perusahan Abraham" sedangkan kan Dion hanya menhelah napas panjang.
"Fil" kata Dion memanggil asisten pribadi nya sekaligus sahabat nya.
"iya ion" kata filla pelan karna mereka hanya berdua saja filla pun tidak menggunakan bahasa formal
"lo pergi juga"? tanya Dion karna ia sempat mendengar bukan filla saja yang di ajak fariz juga. Fariz adalah sahabat karib mereka juga.
" iya ion kita berempat" lalu ia bertanya lagi
"lo pergi kan ion" tanya nya untuk memastikan
"iya gue pergi siapkan mobil, gue mau pulang gak mungkin kan pakai jas kayak gini ke sana" filla hanya ketawa kecil tanpa menjawab. karna filla termasuk sedikit berbicara dan banyak berkerja
mohon maaf ya gaiss kalau cerita nya ngebosenin karna aku masi baru ಠ_à²
mohon saran dan kritik nya ya
__ADS_1
jangan lupa like vote dan comment😘😚