"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
sakit


__ADS_3

cia butuh kakak bukan dokter"tambahnya lagi dan langsung memeluk badan Dion.


"ciaa" panggil Dion sambil membalas pelukan, Dion bisa Merasakan hawa panas di tubuh Clarista, melihat jam yang sudah tengah malam Dion pun memutuskan untuk menginap dan menjaga Clarista


**


Dion masi khawatir dengan Clarista, badan gadis itu sungguh panas, wajah yang penuh lembam iya yakin jika gadis itu pasti habis berkelahi.


"kak kenapa gak tidur" tanya Clarista yang berusaha menahan sakit nya, Dion mengernyitkan alisnya ia bisa melihat wajah Clarista yang menahan sakit.


"sayang kakak gak akan tidur sebelum cia tidur" ucapnya yang masi memeluk Clarista.


"kakak pasti capek dan butuh istirahat" jawab Clarista ingin melepas pelukan nya. Dion yang bisa melihat setiap Clarista bicara selalu kesakitan, ingin beranjak menjadi sesuatu.


"cia rumah ada bibik?" tanya nya memastikan


"ada tapi kalau jam segini pasti udah tidur" jawab Clarista yang masi terlihat kesakitan


"sayang kakak keluar sebentar ya" pinta Dion sambil mengelus rambut Clarista, Clarista yang ingin bertanya langsung dipotong oleh Dion "sebentar doang sayang" ucapannya Clarista mengangguk pasrah.


Dion yang keluar pun mulai berjalan dengan pelan, menuju dapur setelah mendapatkan apa yang dia cari pun langsung balik kekamar Clarista.


"aku kan udah bilang, kalau mereka tu licik" bentak Clarista berbicara dengan hanpone nya

__ADS_1


"ngurus itu aja gak becus" bentaknya lagi dan mulai memegang dahinya yang mulai merasa pusing Dion hanya diam memperhatikan Clarista yang sedang marah dengan seseorang di telepon. mata ya melirik tangan Clarista buku buku jarinya itu nampak membiru. dengan cepat Dion menarik jari Tangan Clarista iya memperhatikan dengan begitu perhatian Clarista yang ingin menarik tangan nya pun diurungkan karna mendengar balasan dari telepon nya


"kenapa baru bilang sekarang alex" mendengar nama lelaki lain Dion yang masi memperhatikan jari tangan Clarista pun langsung mengalikan pandangan. kearah gadis yang tengah marah itu.


"kalau malam ini masalah ya belum selesai,


keluar kalian dari the Queen.....!!! marah Clarista dan langsung mematikan telepon nya Dion merasa terkejut teryata gadis itu bisa marahi juga pikirnya.


"sayang kenapa" tanya Dion penasaran.


" gak papa ini cuman masalah kecil" Dion yang merasa Clarista tidak mau cerita pun tidak mau memaksa, " luka nya kakak kompres dulu ya" pinta dion langsung mendekat ke Clarista. dengan esbatu yang dia ambil di dapur


"gak cia gak mau" ungkap Clarista sambil menggeleng kan kepalanya


"gak mau pasti sakit"


"gak sakit rasa kayak di gigit semut"


"emang nya cia mau disunat"


mendengar itu Dion terkekeh " yaudah kalau gak mau kita ke rumah sakit sekarang" ancam Dion, Clarista ingin berlari tapi rasanya ia tidak sekuat itu.


"jangan cia gak mau dirawat" mohon Clarista

__ADS_1


"yaudah kita kompres dulu ya" Clarista mendesah pashrah ketika badan nya terkurung Oleh badan besar Dion,


Dion yang mengompres pun menjadikan dia korban jambakan Clarista yang meringis kesakitan. setelah selesai Dion langsung mengambil air panas di dapur dan ingin membuat kan Clarista bubur, Clarista hanya bisa diam setelah Dion meminjamkan hanpone nya dengan alasan dion baru saja mengunduh game yang sama dengan hanpone Clarista , yang sedang di charger itu.


Clarista begitu asik memainkan game di hanpone kekasih nya itu sampai tak sadar jika Dion sudah duduk disamping yang tengah rebahan dengan selimut tebal,, Dion merasa diabaikan pun hanya mendengus kesal, dan memulai mengompres lagi kening Clarista dengan air panas.


Clarista terkejut dan ingin menarik handuk kecil itu"sayang biarin aja ya" ucap Dion menggenggam tangan Clarista yang ingin menarik handuk tadi. "tapp." ucapan Clarista ter potong "sekarang makan bubur dulu ya" mendengar itu Clarista menggeleng kan kepalanya.


" cia gak suka bubur, "


"sedikit aja ya perut kamu kosong"


"aaak" sambil meyuapkan Clarista,Clarista pun terpaksa memekan bubur yang lembut itu


dengan malas iya menelan. Dion tersenyum


"biasa aja mukanya" ucap dion sambil mencubit hidung Clarista, gadis itu mendengus kesal. setelah selesai dion langsung memberikan obat penurun panas dan di dalam obat itu ada obat tidurnya Dion selalu membawa obat itu kemana kemana untuk persiapan karna reaksi dari obat itu cepat belum lima menit Dion meminum iya akan tertidur.


setelah minum obat Clarista melanjutkan memainkan game di hanpone Dion dan ingin bertanya bagaimana Dion bisa mendapat kan obat tapi belum selesai ia bicara sudah terpotong karna dion langsung menarik selimut Clarista hingga meninggalkan kepala nya saja dan hanya meyuruh tidur setelah mengambil hanpone nya di tangan Clarista di meletakan nya di meja.


Clarista begitu ngantuk dan sekali memejamkan matanya Clarista mulai tertidur, Dion yang melihat nya pun tertidur langsung mengusap rambut Clarista setelah Menganti kain kompres nya ia begitu penasaran dengan Clarista dan ingin mencari tau penyebab gadis itu sampai sakit begini. Dion yang mulai merasa panas badan Clarista turun pun ia pun merasa lega,


karna kelelehan ia pun tertidur sambil memeluk Clarista.

__ADS_1


cerita nya banyak typo😭


__ADS_2