"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
salsa?


__ADS_3

Clarista yang ingin ke toilet sekolahnya pun buru-buru dan henti, hanpone ya berdering


"sayang" sapa Dion di seberang sana iya begitu gelisah jika tidak mendengar suara sang kekasih


"iiiyaaa" jawab Clarista sambil berlari, iya begitu tak tahan rasanya dan langsung mematikan telepon nya.


sedangkan Dion mengernyitkan alis nya bingung, dan terus menelpon sang kekasih takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


setelah lega dengan urusan, Clarista yang masi di toilet pun terkejut "seperti nya ada yang dibully" gumam nya pelan ,dan mengejek hanpone ingin mengirim pesan pada kekasihnya Dion


Sayang Nakal💖. (Clarista)


kak cia tadi sesak pipis jadinya , cia langsung matiin telepon kakak, maaf ya sayang🐣


Dion yang membaca nya pun tersenyum, cirikhas Clarista sering mengirim pesan ya pasti selalu ada emotikon bayi bebek menetas terkadang Dion jadi geli sendiri.


Sayang cerewet🐣💖. (Dion)


iya sayang, jangan lupa makan nasi ya😘


Dion menunggu balasan dari Clarista lama sekali pikirnya tak lama timbul suara notif


*Sayang Nakal💖


iya, semangat kerja nya sayang🐣*


setelah membalas pesan Dion Clarista berniat keluar dan melihat siapa yang sedang bully terdengar samar samar nama Rayen disebut


"eh cupu elo itu siapa ha, seenaknya aja godain pacar gue," ucap gadis cantik sambil menumpahkan tepung ke rambut gadis yang sedang dibully itu "aku gak kenal pacar kakak" balas salsa sambil menangis. iya yang sedang dibully itu adalah salsa adik kandung Dion


"alah terus tadi lo ngapain berduan sama rayen ha" ucap gadis yang berbeda sambil menepuk kepala salsa dengan telur.


Clarista baru mengingat bahwa yang sedang mebully itu adalah kakak kelasnya, mantan pacar rayen, kasian sekali gadis itu pikirnya.


"Anggela" panggil Clarista sedikit besar semua menatap Clarista. termasuk salsa


salsa berharap Clarista tidak ikut membully nya apa lagi iya juga perna mendengar jika Anggela dan Clarista sama-sama primadona di sekolahnya.


"hai Clarista" balas Anggela sok akrab, mendengar Anggela yang akrab dengan Clarista membuat salsa pasrah teryata kekasih kakak nya ini suka membully juga pikirnya.


Clarista merasa geli rasanya, iya ingat betul perna masuk rumah sakit akibat berkelahi dengan Anggela, dengan masalah Anggela yang berselingkuh dari oom rayen nya.


"masalah apa lo ngebully dia" tanya Clarista to do point, "yang jelas bukan urusan lo" jawab Anggela yang mulai meningggi

__ADS_1


"lo jangan terlalu berharap dengan Rayen" ucap Clarista yang juga meninggi, Anggela mulai mengepal kan tangan nya,


"mak.." ucapan teman Anggela terpotong dengan Clarista "elo, dan elo, jangan ikut campur" balas Clarista sambil menujuk teman teman Anggela.


Salsa hanya takjub dengan Clarista yang begitu berani melawan geng Anggela yang menurut nya liar .


"dengar ya Clarista gue akan dapatin rayen lagi"


ucap Anggela sambil mengibaskan rambut nya.


"ahahahaha" suara tawa Clarista begitu mengema membuat Anggela dan teman teman nya merasa merinding, " kalau mimpi jangan ketingggian, entar jatuh sakit," ejek Clarista lagi


Merasa sakit mendengar perkataan Clarista


Anggela langsung melirik kedua teman nya


seakan mengerti dengan lirikan mata Anggela


Dua teman Anggela langsung memegang erat tangan Clarista, Clarista hanya tersenyum remeh, dan membiarkan Anggela merasa senang dulu.


Buggkk !!!!!!.....


"elo tau gue paling benci lo clarista gara-gara lo gue putus sama rayen" ucap Anggela setelah meniju wajah Clarista.


Salsa begitu kaget melihat darat segar yang mulai keluar dari sudut bibir Clarista tapi ia tak bisa berbuat apa apa


Pakkkk....!!!


satu tamparan lagi di pipi Clarista, Clarista merasa pipi nya memanas, tapi yali nya belum menciut "segitu doang?" tanya Clarista meninggi


Anggela semakin geram dan mulai menjambak rambut Clarista., Clarista langsung menipis dua tangan yang dari tadi memeganginya dan membalas jambakan Anggela


mereka mulai berkelahi bahkan hampir bergulat , salsa begitu sudah melerai perkelahian itu, sedangkan dua teman Anggela hanya menonton tanpa ingin membantu.


Rayen yang merasa cemas dengan keponakan nya itu pun mulai mencarinya iya sudah bertanya dengan teman satu kelas Clarista dan mereka menjawab jika Clarista belum masuk sejak izin ke toilet, iya pun langsung menuju toilet wanita , betapa terkejut nya iya melihat dua orang yang sedang bertengkar, dan ada satu gadis yang badan nya penuh dengan tepung.


"ciaaa, Anggela..!!" teriaknya sambil menarik tangan Clarista, "rayen liat itu Clarista nganggu aku" ucap Anggela yang ingin memeluk lengan rayen , rayen tidak mengubris ia begitu panik melihat keponakan nya yang begitu kacau


"cia Kenapa jadi gini" tanya rayen sambil melihat wajah Clarista yang penuh dengan lembab dan cakaran, salsa bisa melihat begitu sayang nya rayen ke pada keponakan nya itu


Clarista langsung memeluk rayen, "om Angela yang mulai duluan teruss, dia juga ngebully cewek itu karna , oom perna bantu dia bawak buku" ucap Clarista menjelaskan karna ia sudah tau kedekatan rayen dengan salsa.


"elo udah gue bilangan jangan ikut campur dengan hidup gue" bentak rayen sambil menatap tajam ke arah Anggela,

__ADS_1


"udah ya mendingan kita obatin luka cia ya" ucap rayen setelah melepas pelukanya.


"cia mau pulang" ucapnya singkat dan langsung menarik gadis Yanng di bully tadi. rayen hanya mengiyakan dan meminta izin ke guru untuk membawa dua gadis itu.


"nama kamu siapa" tanya Clarista sambil berjalan memeluk salsa, dan sebelah lagi memegang tangan rayen. mereka pulang setelah Clarista menolong membersikan wajah salsa yang penuh dengan tepung.


"salsa panggil aja sasa" ucapnya sambil tersenyum ke arah Clarista, Clarista hanya mengangguk tanda iya mengerti.


"Clarista kamu gak papa badan kamu jadi bau dekat dekat dengan aku" ucap salsa yang merasa sungkan dengan Clarista yang tidak jijik dengan nya "panggi cia aja biar tambah akrab" ucap Clarista dan tidak menjawab pertanyaan dari salsa tadi,


"om cia kan bawak mobil, jadi cia pulang dengan Sasa aja" pinta Clarista yang takut dibawah kedokter oleh om rayen nya.


"kamu gak papa bawak mobil sendiri?" tanya rayen memastikan " gak papa om cia bisa kok"


jawab Clarista memastikan.


"tapi tangan kamu membiru kayak gitu" kata rayen yang masi iya khawatir.


"iya gak papa om" ucap Clarista dan memperlihatkan jari tangan nya yang tidak apa apa , rayen hanya pasrah dan menunggu mobil Clarista berjalan dan baru lah ia membawa mobil nya kearah yang beda..


Clarista membawa mobil begitu santai ia melihat hanpone sambil meyetir banyak sekali notip tentang bertengkaran Clarista dengan Anggela.


"cia maafin aku ya gara-gara aku kamu jadi berkelahi dengan Anggela" ucap salsa yang dari tadi merasa bersalah, ia mengira jika Clarista akan balik membullya. tapi Clarista malah membela nya,


"udah gak papa, aku dah sering kayak gini kok" ucapnya menenangkan salsa yang merasa bersalah.


"dan maaf juga pasti mobil kamu bakalan bauk"


tambah nya lagi merasa bersalah. bahkan ia rasanya ingin muntah mencium bawak badan nya sendiri.


"udah jangan di pikirin, rumah kamu dimana?" tanya nya ,salsa terdiam ia tak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini.


"kamu ikut aku pulang kerumah aku aja ya, nantik sore baru aku anterin. ucap Clarista yang seakan tau isi pikiran salsa.


"emang nya orang tua kamu gak marah kalau aku main kerumah kamu" tanya salsa sungkan


"gak papa" balas Clarista datar melihat perubahan Clarista salsa merasa tak enak hati.


Clarista mendapat telepon dari sang kekasih pun langsung mengakat, ia berusaha berbicara pelan karna dari tadi iya menahan sakit di wajahnya


"sayang" panggil Dion, Dion dapat mendengar suara berisik di jalan raya.


"iyyah" jawab Clarista yang merasa nyeri di sudut bibirnya. salsa sudah tau yang menelpon adalah kakaknya, ia bersyukur karna sang kakak mendapat kan pasangan yang begitu baik,.

__ADS_1


..


..


__ADS_2