"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
pacar?


__ADS_3

Fariz yang masi belum ngantuk mulai mengamati isi kamar Clarista, kamar yang begitu luas yang penuh stiker wajah yang membuat Dion kesal karna banyak sekali foto lelaki dan sepertinya itu boyband dari korea pikir Dion.


ia sempat kagum dengan lemari kaca yang begitu penuh denganmedali dan piala


dia juga masi ingat di ruang tamu rumah Clarista juga banyak piala dan medali


ia berfikir jika Clarista hanya mempunyai bakat menjadi atlet basket, tapi pikiran nya salah, selain basket teryata gadis itu juga banyak mendapatkan berbagai penghargaan dari olimpiade kimia dan fisika bahkan sampai keluar negeri, ia juga atlet bela diri.


Dion menyusuri pandangan nya lagi dan melihat samsak tinju, Dion pun mendekati samsak daan mengira jika samsak itu tidak terlalu keras dan embuk, dan pikiran dia salah lagi, ketika ia mengetes dengan sekali tinju tangan nya menjadi kebas dan keram begitu keras rasa nya dan membekas menjadi merah.


karna tangan nya masi sakit Dion memutuskan untuk tidur disebelah Clarista ia pun memeluk gadis nya tertidur pulas itu, tak lama Dion pun ikut tertidur pulas.


ke esok kan harinya Dion yang baru bangun pun terkejut melihat Clarista baru selesai dari kamar mandi dengan seragam sekolah nya yang begitu ketat, selama ini ia hanya melihat gadis itu mengunakan baju basket,


"ciaaa sekolah" tanya nya melihat Clarista berusaha mengeringkan rambut nya


"iya cia absen doang" mendengar itu Dion jadi berfikir apa setelah absen gadis itu akan bolos


"sini kakak bantu" ucap Dion sambil mengambil handuk kecil aroma shampo yang begitu wangi berhasil tercium di hitung mancung Dion


"hari ini cia gak usah sekolah ya" mendengar itu Clarista menjadi kaget "kenapa kak" tanya nya yang masi duduk di tempat tidur, dan tidak memperhatikan dion yang sedang mengusap rambut nya, yang basah


"hari ini kakak mau ngajak cia jalan" jawab Dion sambil menhirup aroma rambut gadis itu


"emang nya kakak gak kerja" tanya nya penasaran " enggak kakak libur hari ini" dan gadis itu hanya beroh ria saja


setelah rambut Clarista kering Dion juga mengambil sisir dan merapikan rambut Clarista


"cia setiap hari kesekolah pakai seragam ini" tanya yang berusaha untuk sabar , dan gadis itu mengiyakan dan rasa ya ia tak rela jika Clarista menggunakan pakaian ketat seperti itu.


"ciaa punya pacar" tanya Dion lagi dan seperti nya jika bersama Clarista ia akan banyak bicara, dan gadis itu menggeleng dan bertanya


"kenapa kak" tanya nya bingung.


"Clarista mau kah kamu menjadi pacar ku" ucap nya serius dan menahan gugup, Clarista yang mendengar nya pun kaget


"cia kenapa diam?" tanya tak kesabaran menunggu jawaban dari sang gadis yang baru saja ia tembak


"kakak jangan bercanda"


"apa kakak perna bercanda".


mendengar itu Clarista tertegun Dion tidak pernah bercanda ia selalu serius


"cia kakak sayang sama cia" ucap Dion tulus Clarista pun menatap Dion dan mencari kebohongan disitu dan yang ada adalah mata yang begitu tulus dan jujur.


"cia" panggil Dion lagi dan memegang tangan gadis itu, Clarista menggeleng"cia gak mau jadi pacar kakak" mendengar itu Dion betul betul kecewa.


"Tapi kenapa cia" tanya dion yang kecewa


"cia gak mau pacaran kalau ujung ujung nya putus dan selingkuh" ucapnya sambil menunduk jujur iya masi takut menjalin hubungan kalau ujung ujung nya kata pisah yang terucap

__ADS_1


"kita gak akan pernah putus sayang" jawab Dion begitu lembut dan rasa kecewa yang tadi hilang begitu saja,


"apa kakak serius"


"kakak serius sayang"


" tapi cia gak mau ada orang ketiga"


"gak akan pernah sayang"


"bisa aja kakak selingkuh"


"gak akan perna sayang"


"serius"


"iya kakak gak akan pernah ngelakuin itu"


" kalau cia yang selingkuh"


"kakak bakalan nyiksa selingkuhan cia"


"kenapa cia gak disiksa"


"karna kakak sayang cia"


"tapi cia gak sayang kakak tapi.."


"tapi booong wlekk ucap Clarista sambil mengeluarkan lidahnya, dan berlari kabur


Dion sungguh kesal dengan ucapan Clarista tapi dia tersenyum juga.


"ciaaa awas aja ya" ancam nya yang mulai mendekati Clarista.


Clarista tidak mendengar Dion ia malah mengambil minuman kaleng dibawah tempat tidur nya, sungguh Dion tidak tau jika Clarista masi menyimpan stok minuman tidak sehat itu


"cia sekarang masi pagi gak baik minum itu" ucap Dion begitu kesal


"maaf kamu siapa ya" goda Clarista sambil meminum air kaleng yang tidak sehat itu.


"aku pacar kamu sayang" jawab Dion begitu lemah, Clarista terkekeh mendengar nya


"masak si" jawabnya semakin membuat dion kesal dan meminum air nya lagi sekali teguh dan langsung membuang nya di tong sampah


" yah udah habis" ucapnya dan ingin mengambil yang baru, Dion langsung cepat mengangkat badan pacar baru nya itu " kakak" ucap Clarista panik karna badannya kembali melayanng.


"udah dibilangin itu gak sehat" ucap dion Mengangkat badan Clarista tinggi tinggi


"ampun kak" jawab nya panik dan dia masi bisa tertawa, Dion tak mengubris Clarista memeluk leher Dion takut jatuh pikirnya


"jahat banget si sama pacar sendiri"ucap Clarista sedikit menyindir dan tak lupa dengan. wajah cemberutnya Dion hanya tertawa kecil , ia lebih suka membuat Clarista kesal.

__ADS_1


"katanya pacar tapi gak perna bilang sayang" sindir Dion balik Clarista mendengus kesal


"***SAYANG"


"SAYANG"


"SAYANG"


"SAYANG"


"SAYANG***"


"SAY..emm


ucap Clarista cepat dan terpotong karna Dion mengecup bibir Clarista begitu cepat setelah menjajarkan badan Clarista dan badan ya


Clarista kaget sedangkan Dion tersenyum nakal


"kakak nyuri ciuman pertama cia" kesal nya dan langsung mecambak rambut Dion


"auuh sakit sayang" jawab nya meringis dan menahan tangan Clarista sedangkan Tangan nya satu lagi masi Mengangkat badan Clarista


"kakak nyuri ciuman pertama cia" jawab nya kesal dan masi menjambak rambut Dion


"bagus dong sayang, kakak yang pertama" jawabnya sambil terkekeh.


Clarista tiba-tiba berhenti menjambak rambut Dion, "kenapa" tanya Dion penasaran


"turunin cia,cia mau makan es krim" ucap Clarista sambil menatap kulkas nya


"enggak cia kamu belum makan nasi" ucapan Dion hanya angin lalu saja bagi Clarista.


Clarista yang terus memberontak ingin makan eskrim membuat Dion mengempaskan badan nya. dan badan Clarista ditempat tidur.


Clarista yang terkejut badan nya tiba-tiba memantul pun hanya bisa melihat dion dari


sela-sela rambut nya. yang sedang tersenyum itu, seketika ia memegang dada ya yang tiba berdetak kencang karna menatap mata Dion yang juga menatapnya


"cia kenapa" panik Dion melihat Clarista tengah memegang dada nya Clarista masi diam sambil memperhatikan Dion dia baru menyadari wajah Dion yang begitu tampan .


"cia" panggil Dion yang masi panik ia mengusap rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu


Dion tau jika Clarista yang sering sesak napas.


"sayang" mendengar itu Clarista sadar dari lamunan nya, iya terkejut melihat dion yang sudah berada diatas nya dan begitu dekat.


"kakak ngapain" tanya clarista begitu polos dia tidak menyadari Dion yang sudah begitu panik.


"cia kamu gak papa" tanya Dion lagi dan Clarista hanya mengangguk kan kepalanya


Dion langsung memeluk Clarista iya begitu takut kehilangan gadis nya itu.

__ADS_1


"maaf banyak typo🥺😭


__ADS_2