"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
masa depan ku


__ADS_3

Dion pun melihat bangku di bawah pohon yang tidak jauh dari lapangan dan segera menarik tangan Clarista untuk duduk bersama disana.


sungguh Clarista gugup sekali tidak perna dia segugup ini bahkan ke semua teman lelaki nya


sama hal. nya dengan Dion, yang merasakan sama dengan Clarista rasakan


hening...


"cia kenapa gak pakai sepatu" suara Dion menghilangkan kehiningan.


"itu gara gara si guru yang namanya ayu" rutuk Clarista kesal bahkan bibir nya ikut maju.


Dion mencoba untuk menahan senyum melihat wajah Clarista yang cemberut


"memang nya kenapa dengan ayu" tanya Dion sambil mengambil sapu tangan berwarna biru laut dari dalam jas nya.


"tadi itu cia salah pakai sepatu trus ibuk nya marah katanya ada anak yang punya yayasan mau berkunjung padahal cia udah Bilang kalau panas dan gak mungkn nyeker kayak ayam gini tapi ibuk nya gak mau" cerocos Clarista yang sudah mulai terbiasa dengan Dion, sedangkan dion hanya menatap wajah Clarista


tangan nya reflek menggelapkan kering yang ada di dahi Clarista menggunakan sapu tangan nya.. Clarista nampak mematung dan terus menatap mata dion .


"lain kali jangan latihan kalau cuaca panas begini apalagi gak pakek alas kaki Kayak gini" begitu lembut suara Dion didengar Clarista. dan Clarista mulai sadar dan mengalihkan pandangan nya


owh sungguh Filla asisten pribadi Dion sekaligus terkejut melihat Dion berbicara begitu lembut pertama kalinya dengan seorang Gadis apalagi ia tidak merasa jijik dengan keringat Clarista dan satu lagi ucapan dion tadi tidak singkat sepsdtir biasa nya bahkan itu sudah mecetak rekor.


"hmm kak Dion makasi" dengan senyum tulus dari Clarista. yaampun sungguh membuat hati Dion berdegub rasanya dia pun mengiyakan dan langsung mengalihkan pandangan nya dan langsung terkejut dengan kehadiran asisten nya


karna merasa ditatap Filla pun langsung memberikan air yang dia beli tadi.


"hai om" sapa Clarista menyapa Filla, Filla pun membalas dengan senyuman nya, melihat Dion yang menatap tajam kearah nya pun membuat Filla takut melakukan kesalahan..


"minumlah" tutur dion memberikan botol air minum yang sudah ia bukakan tapi,ia sudah tau melihat reaksi Clarista


karna Clarista itu jarang minum air putih ia lebih suka meminum air kaleng yang bergas

__ADS_1


"kakak tau cia gak suka minum air putih tapi coba lah untuk minum sedikit ini sehat buat kesehatan" perkataan yang begitu panjang membuat Filla terkejut lagi kenapa bos nya ini tiba-tiba berubah jika dekat dengan gadis ini pikir nya.


Clarista pun meminum nya walapun kurang menyukai air putih ia tetap menghargai Dion


"kakak cia terluka ayok kita ke uks" ajak dion setelah melihat Clarista meminum air yang iya berikan walaupun hanya sedikit Clarista minum tapi dia memakluminya.


"kaki cia.." ucapan clarista terpotong karna dion langsung mengendong Clarista ala bridal style walaupun sempat memberontak, Clarista pun hanya bisa pasrah dan langsung menankupkan wajah nya di dada lebar Dion untuk saja para guru dan murid sedangkan sibuk dengan aktivitas belajar dan satu om rayen nya sedang tidak sekolah karna membantu om Davis mengurus perusahaan setelah menolong Clarista memanjat pagar ia langsung pulang.


Dion tersenyum tipis melihat Clarista tidak memberontak lagi setelah di uks dia langsung membaringkan tubuh Clarista ranjang pasien setelah menyuruh asisten nya untuk mengurus perawat penjaga uks dia bisa mengurus gadis nya sendri begitu pikir Dion.


"kak kenapaa kakak gak bilang kalau kakak anak yang punya yayasan" ucap Clarista setelah mengingat perkataan om Davis jika salah satu sahabat nya adalah anak yayasan sekolah Clarista.


Dion pun tersenyum dan membalas perkataan


"memasang nya cia ada nanya sama kakak" tanya dion sambil memulai mengkompres kaki Clarista, gadis itu pun meringis dan melihat itu Dion pun tak tega dan meyelasaikan kompresan nya,


"cia ngantuk?" Dion bisa melihat mata sayu Clarista yang seperti nya kurang tidur


"cia capek boleh pulang cepat gak ya" pintak Clarista begitu manja Dion pun mengacak ngajak rambut Clarista


"loh ngapain kak"lagi lagi Clarista memberontak


"tapi katanya mau pulang"


"cia bisa sendri"


"kakak anterin pulang nya"


"tapi cia bawak mobil"


"mana kunci mobilnya"


dengan begitu polos Clarista menujukan kunci mobilnya dan langsung diambil Dion

__ADS_1


"Fil gue pulang sama cia, dan lo bawak mobil cia" dan langsung melempar kunci mobil


"kak dion mobil cia gak di pakiran" tungkas Clarista sambil menatap dion yang juga menatap nya


"terus di mana cia" Dion kesal dia yang ditanya tapi malah Filla yang menjawab


"mobil cia di tepat di pagar samping terus mobil nya plat ******** dan berwarna biru kepink ngan"


"udah ingat kan" ucap Dion sambil menatap tajam asisten nya itu dan berlalu pergi begitu saja setelah menyuruh mengambil tas dan barang-barang Clarista yang tertinggal di kelas


"kak kenapa om Filla. mau aja disuruh-suruh sama kakak" Clarista bertanya sambil memainkan rambut nya ia sudah melepaskan ikat rambut nya itu karena jika malu bisa menutupi wajah nya.


"dia kan kerja jadi asisten kakak" ucap dion yang sudah menuju parkiran dan sang sopir pun otomatis pun membuka kan pintu mobil mewah itu. sungguh Clarista menjadi mengatuk jika sudah ada di mobil apa lagi AC yang begitu dingin, hanya suara mobil yang terdengar


10 menit berlalu Dion merasa bahu nya tiba-tiba ada yang menimpanya


ketika melihat ternyata Clarista sudah tertidur


"pak bayu bawak mobil ny pelan saja" dengan suara berbisik takut Clarista bangun dia sengaja biar bisa berlama lama dengan gadis nya itu dan setelah mengatakan jika akan balik ke perusahaannya dan sang sopir pun mengiyakan dan membawak mobil begitu pelan,


Dion pun menyingkirkan rambut Clarista yang menutupi wajah cantik nya itu dan iya pun mengusap kepala. Clarista begitu lembut


Clarista yang begitu nyenyak pun langsung masuk ke pelukan Dion, tentu saja Dion merespon dengan baik iya membalas pelukan Clarista sambil mengecup dahi mulus Clarista berkali kali tentu saja Clarista tidak meyadarinya bahkan iya begitu nyaman


sungguh Dion sudah begitu nyaman rasa nya berdekatan dengan Clarista dan sekali lagi ia mengecup dahi Clarista begitu lama.


"seperti nya aku mulai menyukai mu gadis nakal" bisik nya di telinga Clarista sambil mengeratkan pelukan nya seakan akan tidak mau berpisah ia tidak mau di jauhkan dari Clarista bahkan dengan siska pun dia tidak sedekat ini hanya bergandengan tangan karna menurut nya wanita itu harus di hormati dan di jaga bukan dirusak. mengingat masalalu nya


dion langsung merenggangkan pelukan nya dan menatap Clarista yang sedang tertidur pulas seperti anak bayi,


"dia masalalu ku dan kamu adalah masa depan ku" lagi-lagi Dion berbisik di telinga Clarista dan memeluk erat Clarista lagi


.

__ADS_1


Dasar Clarista emang kebo ya🤔


__ADS_2