
Clarista mendengus kesal Dion tidak mau mengantar nya ke markas padahal iya ingin balapan dengan si bimo,dan malah menyuruh menunggu dia selesai mitting, ini semua gara gara dion yang membuat nya tidak masuk sekolah. kalau ia sekolah tidak mungkin ia terperangkap diruangan kerja Dion yang super panas ini bukan ruangan ini yang panas tapi hatinya, pikirnya kesal.
tiga jam berlalu
Dion selalu melihat jam tangan lama sekali mereka prentasi pikirnya. Filla yang merasa bos ya ini gelisah pun memberikan saran untuk keluar dulu dari Rungan biar dia saja yang mewakilkan. Dengan cepat dion keluar menuju ruang kerja nya.
Dion pun mendorong pintu dan timbul lah Clarista yang duduk sembarang dan telah berganti pakaian clarista terlalu fokus membalas chat di hanpone nya dan tidak menyandari jika Dion telah duduk disamping nya, Clarista merasa sofa yang duduki bergetar
dan berfikir jika terjadi gempa bisa mati betulan ia ketimpa tiang gedung perusahaan yang tinggi ini pikirnya.
"serius banget sayang" ucap Dion dan langsung mengusap rambut Clarista. Clarista begitu terkejut jelas sekali di wajahnya itu, Dion terkekeh melihat badan Clarista yang hampir melompat,"kapan kakak datang" ucapnya setelah meletakan kepala nyaa di paha Dion dan menarik tangan Dion, Clarista mengengam tangan dion dan mengucap tangan itu, dan ketika ia ingin lepaskan dion malah
mengengam balik
Dion begitu senang melihat perilku manis Clarista iya mengelus kepala Clarista dengan penuh kasih sayang, sedakan gadis itu malah memainkan game di hanpone Dion,
"sayang cia barusan ngunduh game memasak gak papakan?" tanya Clarista sambil Menatap Dion. dan pria itu mengangguk, Dion terus mengelus rambut Clarista yang berwarna belonde itu, " sayang paket data internet nya cia matikan ya"pinta nya lagi iya merasa terganggu dengan iklan yang masuk ke gamenya
dan Dion mengiyakan lagi
tok tok
"masuk!.." ucap dion tegas meski pun masi dengan kekasih nya ia harus profesional.
Filla pun masuk walaupun sempat terkejut dengan adegan mesra itu
"ada apa"tanya nya singkat yang kesal melihat Filla menatap Clarista sambil melamun, Clarista tidak memperdulikan ia tetap fokus memotong bawang di game memasaknya.
"pantas saja Dion tidak membalas chat ku ternyata hanpone nya sudah di kendali oleh gadis nakalnya itu" bicara Filla dalam hati.
__ADS_1
"ini pak berkas metting tadi" ucap Filla sambil menyerahkan beberapa berkas "dan beberapa berkas yang harus saja jelaskan ke bapak dan nama-nama perusahaan sudah saya kirim lewat wa bapak "Tambahnya lagi. Dion hanya diam dia tidak mungkin mengambil hanpone ya yang baru saja Clarista mainkan
Clarista yang mendengar nya pun langsung keluar dari game iya tidak Mungin memetingkan dirinya sendiri hanya karna game. "ni sayang" ucap nya sambil memberikan hanpone ke yang punya. Dion menerima ya dengan ragu ia takut gadis itu marah
Clarista yang melihat hanpone ya yang lobet pun berdecak "sayang marah" tanya Dion khawatir, Filla juga harap-harap cemas ia takut disalahkan. Clarista mengeleng dan mengeluarkan charger dan power bank.
"dimana stop kontak" tanya nya sambil mengamati ruangan Dion badan ya yang tidak berpindah posisi pun, mengentikan tangan Dion dikepala gadis itu
"apa cia mau bunuh diri" tanya cepat Filla mendengar pertanyaan Clarista
"sayang apa benar yang dikatakan Filla" tanya Dion yang mulai panik ia tidak mau kehilangan gadis itu, Clarista mendengus kesal.
"cia mau mencharger hanpone cia bukan mau bunuh diri..!" kesal Clarista yang suara nya mulai meninggi, mendengar itu ia bernapas lega Clarista adalah miliknya..
"maaf ya sayang" ucap dion dan langsung mengecup pipi Clarista, Filla lagi lagi meringis melihat kemesraan bos nya itu.
Dion menyuruh Filla untuk mencharger hanpone dan power bank Clarista.
Dion hanya tersenyum ,menyelesaikan pekerjaan nya sambil tangan yang mengelus rambut ke gadis yang tengah memeluknya
Clarista tidak tidur ia masi menghirup aroma pria itu dan menunggu Filla keluar dari ruangan.
setelah Filla keluar Clarisa pun mengucapkan sesuatu"kak" panggil ya senduh Dion melihat wajah Clarista murung pun mulai penasaran dengan gadis itu.
"cepat atau lama kita Bangkalan pisa"mendengar itu tersentak apa maksud ucapan Clarista " sayang maksud kamu apa" tanya Dion yang langsung menatap Clarista
"kakak bakalan tunangan dengan Keysa" jawabnya yang mengalikan pandangan nya.
"sayang kakak akan nolak perjodohan itu" ucap Dion berussha menenangkan Clarista.
__ADS_1
"jangan buat orang tua kakak kecewa" jawab nya sambil mengelus pipi Dion. "cia bakalan pergi dari hidupan kakak, dan kakak bakalan bahagia dengan Keysa " tambahnya lagi.
"sayang kamu gak sayang aku"tanya Dion begitu kecewa. Clarista berdiri ia langsung mengecup bibir Dion dan langsung memeluk Dion Dengan erat, "aku sayang kakak, sayang banget malahan" Dion membalas pelukan Clarista begitu erat. "tapi cia gak mungkin menggangu hubungan kalian" tambahnya terisak ia menangis. kekasih mana yang merelakan kekasihnya menikah dengan gadis lain
"sayang kamu bukan pengganggu, aku cuman cinta sama kamu dan aku milik kamu sepenuh nya " tutur dion menatap kedua mata Clarista yang sedang berair itu
"ini" ucap Dion mengecup dahi Clarista "milik aku" dan mengecup kedua mata Clarista" ini juga milik aku", Dion mengecup hidung Clarista
"ini juga milik aku" Dion mengecup pipi kanan dan pipi kiri Clarista" ini bahkan juga punya aku, Dion mengecup lama bibir Clarista dan mulamatnya merasa Clarista tidak membalas ciumannya ia maklum karna ini yang pertama untuk gadis itu. "itu juga punya aku. gak ada yang boleh nyentuh nya sayang selain aku sendiri" ucapnya begitu lembut Clarista kembali terisak.
"kalau cia pergi kakak bakalan melakukan apa" tanya Clarista yang kini menggenggam tangan dion dan memainkan jari pria itu.
"kakak bakalan cari cia sampai ke ujung dunia sekalipun" ucapnya begitu meyakinkan
"kalau cia gak ada di dunia" balas Clarista ..
"kamu gak mungkin ninggalin kakak kan sayang" tanya nya takut dengan ucapan Clarista yang sepeti meninggalkan nya.
"cia bakalan ngejauh kalau kakak buat kesalahan yang bagi kakak sendiri cuman salah paham tapi bagi cia itu sama aja kakak merusak hubungan kita" jawab Clarista sambil menatap dion, Dion merasa takut ia tidak mau kehilangan Clarista.
"sayang seandainya itu memang salah paham cia mau dengerin penjelasan kakak kan"
gadis itu mengeleng.
"bukan cia gak mau dengerin tapi, hati cia udah terlancur sakit, dan bilang kalau kakak bosen sama cia, karna cia paling gak suka dapat bekas dari orang lain dan gak suka terbagi apa lagi berbagi,bahkan kakak orang pertama yang ngecium bibir cia, kakak ngerti kan maksud cia"tutur Clarista Dion mencerna semua ucapan Clarista.
"maaf kalau menurut kakak cia egois, dan kakak bisa bilang sekarang, cia bakalan pegi" ucap Clarista beranjak berdiri.
"gak cia kakak gak mau kehilangan kamu sayang, kakak bakalan mengikuti kemauan kamu ya" Clarista langsung menatap dion mencari kebohongan dimata tajam itu iya melihat Mata Dion berkaca-kaca.
__ADS_1