
beberapa hari kemudian Dion begitu sibuk hingga Clarista selalu menunggu Dion diruangan kerja, tapi hari ini Clarista tidak datang itulah membuat Dion hari ini begitu gelisah karna iya belum ada pertemu gadis itu. Dion menelpon pun tidak diangkat oleh Clarista bahkan mengirim pesan pun tidak bisa, Clarista hanya bilang jika iya ingin latihan basket, tapi ini sudah mau sore gadis itu tidak ada kabar.
Dion pun teringat dengan adeknya yang satu sekolah dengan Clarista bahkan satu kelas ia langsung menelpon sang adik tak lama telepon nya pun tersambung
"halo kak" sapa salsa Dion pun langsung menanyakan tentang Clarista yang tidak ada kabar itu "sasa udah pulang dari tadi kak, tapi kata cia dia mau latihan sampai sore" jawab salsa diseberang sana
. "sama siapa dia latihan"tanya Dion lagi salsa terdiam iya coba mengingat
"lumayan rame, kenapa kakak gak nelpon dia" tanya salsa balik. "kakak udah nelpon dia tapi gak dijawab" balas Dion furtasi
"Mungin karna hanpone nya sama arya" jawab salsa keceplosan iya langsung menutup mulut nya "appppaaaa.." teriak Dion kesal salsa langsung menjauh kan hanpone nya dari telinga nya "maksud kamu apa sa" tanya Dion menahan amaranya .
"tadi pas sasa dilapangan , arya minjam hanpone ya cia, dan Mungkin cia gak sadar kalau hanpone nya belum di balikin kak" tutur salsa Dion terdiam kenapa sepupu nya sendiri menjadi rival nya.
"beberapa hari ini arya selalu main ke kelas kami dan sering ngebaawak Es krim coklat buat ciaa kak" mendengar itu Dion menjadi ngeram dan langsung mematikan..
Dion ingin mengambil kunci mobilnya iya ingin menyusul Clarista tapi sekretaris nya datang dan mengatakan jika ada beberapa pertemuan penting.
***
hari mulai gelap Dion baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dan mendapatkan pesan dan beberapa panggilan tak terjawab dari Clarista yang selalu mengalihkan pikirnya dan memutuskan akan bertemu di salah satu taman
Disini lah Clarista di taman yang begitu sepi hari sudah mejelang malam dengan wajah penuh air mata dan ada bekas tamparan Clarista duduk sambil memeluk lututnya sendiri, sebelum mengirim pesan kedion dia sudah duduk di bangku taman itu berjaam-jam, setelah latihan Clarista langsung pulang dan mengambil hanpone nya dari arya.
tanpa melihat Clarista langsung memasukan nya kedalam tas.
Clarista memasuki rumah dan terkejut melihat pemandangan dimana sang papa duduk di lantai sambil mencium kaki mama tiri nya . tanpa mengunakan baju hanya mengunakan selana boxer yang begitu pendek, apa papanya ini tidak waras pikirnya, April mama tiri Clarista senyum dan terus menyuruh alex mencium kakinya dan beberapa kali menendang wajah alex.
april yang melihat Clarista pun semakin menjadi jadi dengan tingkah lakunya. ia menarik tangan alex dan menyuruh duduk di sofa bersama nya dan mencium alex bertubi tubi Clarista mengalihkan pandangan iya langsung berjalan kearah kamar nya Clarista mandi sambil terisak kenapa papa nya seperti anjing yang begitu menurut. dengan tuanya.
setelah mandi ia bersiap dan tergesa- gesa Turun tangga april yang melihat Clarista ingin keluar pun mulai memanas karna gadis itu hari dihukum "sayang tu liat anak kamu tadi dia cuekin aku, sekarang aku mau kamu nampar dia" alex mengangguk "Ciaa!." teriak alex ia berjalan menuju Clarista
__ADS_1
.Clarista mengentikan langkahnya, ia membalikan badan nya mengahap sang papa yang menatap nya tanpa ekspresi
Plakkkk!!!
tamparan yang begitu keras membuat Clarista terhuyung ke lantai, iya bisa melihat April tersenyum bahagia. "sudah cukup tamparan nya sayang" tutur april. alex pun mundur
Clarista berusaha berdiri tetapi kaki nya begitu sakit ia merasa kaki nya terkilir.
melihat Clarista masi lantai membuat April begitu bahagia , ia menjambak rambut Clarista begitu kuat Clarista meringis dan menahan tangan april "sayang dia jambak rambut aku, kamu tampar dia lagi" tanpa **** bu alex menampar pipi Clarista yang sebelum nya sudah merah bahkan sekrang menjadi lembam
"sayang kita duduk lagi yok" ajak April alex pun mengangguk, Clarista berusaha berdiri dengan menahan sakit sakit nya terutama pipi yang begitu memanas.
mengingat itu lagi Clarista tersenyum miris begitu miris hidup nya, Clarista tidak menyadiri Dion yang dari tadi duduk disamping nya, awalnya Dion ingin memarahi Clarista tapi melihat gadis itu menangis kemarahan nya sirna seketika, dia merangkul Clarista dan mengelus bahu gadis itu
"sayang kenapa nangis" mendengar suara yang iya kenal Clarista langsung mengangkat kepalanya dan menghapus air mata nya tapi tidak menghapus bekas tamparan dari sang papa.
"kakak kapan datang"tanya Clarista berusaha tersenyum seperti ia tidak mempunyai masalah.
"sayang pipi kamu kenapa" tanya dion sambil memegang pipi Clarista yang seperti di tampar Clarista meringis "kak cia Gak papa kok" ucapnya sambil tersenyum, " kamu mau cerita kan sama aku sayang" pinta Dion "cia gak papa kok" jawabnya mengalihkan pandangan nya
dengan terpaksa Clarista menceritakan segalanya Dion terkejut kenapa pengusaha sukses bisa menjadi anjing penurut begitu bahkan sampai menampar anak nya sendiri.
"kak maafin cia ya tadi hanpone cia di pinjam arya jadinya gak tau kalau kakak nelpon" pinta Clarista dengan suara parau, mengingat itu Dion menjadi merasa bersalah karna ia sengaja memperlambat perjalanan nya menuju taman karna terlalu kesal dengan Clarista, dan teryata gadis itu membutuhkan teman sebagi sandaran
"maafin kakak ya sayang, kakak gak ada saat kamu membutuhkan kakak"ucapnya Clarista yang berada di pelukan Dion pun hanya tersenyum "cia gak papa kok, cia udah biasa sendiri" mendengar itu Dion merasa bersalah lagi
c
c
c
__ADS_1
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
Maaf kalau banyak typo 😭
__ADS_1