"Jatuh Cinta Lagi"

"Jatuh Cinta Lagi"
tuan Abhraham?


__ADS_3

hari demi hari Clarista dan Dion semakin dekat Berbulan bulan mereka menjalani hubungan Dion yang begitu mencintai Clarista dan sebaliknya Clarista juga mencintai Dion


setiap hari Clarista selalu di antar jemput oleh Dion dan melarang memakan dan minuman yang tidak sehat bagi nya, dan Clarista akan menjadi penyemangat bagi Dion.


satu hal yang membuat Clarista ragu, apa bisa Dion dan dia akan bersatu sedangkan Keysa kakak tirinya yang di jodohkan dengan Dion oleh kedua orang tua mereka, entah lah terkadang Clarista pun furtasi sendiri..


Clarista yang sering diantar Oleh sang kekasih ke sekolah pun, kini jarang sekali terlambat bahkan Dion sering menjemput Clarista yang masi tertidur di kasur empuk nya,


Tapi hari ini Dion tidak bisa menjemput Clarista karna hari ini ada pekerjaan di luar kota, Clarista yang mendapatkan pesan seperti itu sungguh bahagia karna iya merasa bebas kembali.


didalam perjalanan menuju sekolah Clarista yang sudah terlambat pun hanya membawa mobil dengan santai dan tak lupa memberi kabar ke om rayen agar menunggu nya di tempat biasa..


Clarista yang melewati jalan sepi pun melihat mobil yang terparkir sembarangan.


"seperti nya mobil orang itu mogok"ucapnya sambil menepikan mobilnya dan keluar melihat apa orang itu bantuan


"kenapa mobil nya pak?" tanya Clarista sopan kepada lelaki seumur papanya itu lelaki itu pun membalikkan badan ya Clarista tidak terlalu mengenalnya , tapi iya merasa lelaki itu tidak asing


berbeda dengan Claristal sang bapak itu mengenal baik dengan Clarista pun sempat kaget karna melihat seorang anak gadis yang menghampirinya "entah lah mobil nya tiba-tiba mogok"jawabnya sambil melihat arloji di pergelangan tangan nya itu.


"maaf tuan saya sudah menghubungi bengkel agar bisa menjemput mobil ini" ungkap sang sopir, "cih" desis tuan Abhraham , iya tuan Abhraham lah yang di temui Clarista, tuan Abhraham harus mengikuti meeting tentang keuangan kantornya


"bapak bisa ikut dengan saya" tawar Clarista yang seperti nya tau jika tuan Abhraham sedang buru- buru.


"tidak perlu Clarista" ucap tuan Abhraham yang tidak mau merepotkan gadis itu dari seragam nya saja semua orang tau jika gadis itu akan ke sekolah "bapak tau namaku" tanya Clarista bingung "kau yang tidak mengenal ku" jawab cepat tuan Abhraham. " aku papa nya Dion".


mendengar itu Clarista terkejut berati yang berdiri di depan ya itu tuan Abhraham.


"hehehe maaf aku lupa dengan wajah oom"mendengar itu tuan Abhraham mendengus kesal, hanya gadis ini yang tidak mengenal wajah nya


" mendingan oom bareng aku aja" tawar Clarista lagi " disini jarang ada taksi om" tambah Clarista


" ayok lah om aku akan mengantar kan oom sampai tujuan" seperti nya Clarista begitu memaksa " Clarista kau sudah terlambat ke sekolah" tambah tuan Abhraham setelah melihat arloji ya lagi


"panggil cia aja biar kitaa lebih akrab" ucap Clarista sambil menjulurkan tangan kanan nya


tuan Abhraham hanya menatap malas,


gadis ini selain pemaksa teryata tidak bisa diam juga pikirnya


tangan Clarista tidak akan turun sebelum di balas oleh tuan Abhraham " ayok oom kita kenalan dulu, panggil cia jangan Clarista" ucapnya lagi sambil menggoyangkan tangan tuan Abhraham.


dengan malas tuan Abhraham menerima jabatan tangan itu "Abhraham" ucapnya

__ADS_1


"ayok om, nantik oom telat ikut meeting masak bos nya telat, bisa saja oom membuat mereka kecewa" ucap Clarista sambil bergelayut ditangan besar tuan Abhraham,


"kecewa apaa nya " tanya Abhraham yang tidak masalah dengan tangan nya yang sedang dipeluk malah ia mengingat putri bungsu nya salsa yang selalu bergelayut jika dirumah


"iya kecewa lah om, bisa aja karyawan om yang juga ikut meeting, bela-belain gak sarapan pagi atau juga yang harus ninggalin anak nya yang sedang sakit supaya gak telat ke meeting penting nya oom, tapi ketika ia sampai harus menelan kecewa karna sang pemimpin meeting belum datang" mendengar Clarista berbicara bijak pun membuat hati tuan Abhraham tersentu kenapa bisa gadis yang sering di jelek-jelek kan Oleh papa ya sendiri bisa berkata sebijak itu pikirnya


"yasudah. apa aku merepotkan ma mu" tanya sambil tersenyum, tuan Abhraham yang mulai terbuka dengan Clarista


"iya gak lah om"ucap Clarista sambil tersenyum


"ayok om naik" ajaknya lagi, tuan Abhraham pun mengiyakan setelah Mengucapkan beberapa kalimat pada sang sopir yang iya tinggalkan.


selama di mobil Clarista dan tuan Abhraham terus saja mengobrol Clarista yang muda akrab begitu cepat mendapatkan hati tuan Abhraham


tuan Abhraham pun tak menyangka selain bersama istri nya ia tak pernah tertawa lepas tapi entah mengapa bersama gadis ini iya merasa beban sedikit ringan karna mendengar cerita Clarista yang tertangkap pak agus ketika memanjat pagar, sebenar nya biasa saja tapi Clarista sedikit membumbui nya dengan candaan yang begitu geli di dengar di tuan Abhraham.


setelah mengantar tuan Abhraham Clarista pun melaju kan mobil nya menuju sekolah dan sengaja tidak mengangkat telepon dari Dion


Dion mendengus kesal ini lah risiko jika berjauhan dengan sang pacar. pasti pacar nya ini susah sekali di hubungi.


karna pusing Clarista pun langsung mengangkat


telepon dan tangan nya sebelah nya lagi memegang setir karna ia sudah sampai di depan sekolahnya tinggal menunggu sang oom untuk membantu nya memanjat pagar.


"cia baru aja sampai di depan sekolah tadi masi nyetir" ucap Clarista yang juga kebawa emosi


" sayang kamu telat?" tanya dion khawatir jika Clarista dihukum


"iya, ini cia lagi nunggu om rayen," Dion langsung mengernyitkan kening nya


merasa bingung dengan perkataan sang pacar


"maksud sayang om rayen telat juga" tebak Dion.


"enggak,om rayen bantuin cia nantik cia manjat pagar terus om rayen nangkap cia dari bawah kalau udah lompat"ucap Clarista begitu malas menjelaskan nya


"apa....!!"teriak Dion Clarista sampai menjauh kan hanpone nya dari telinga


"enggak cia mendingan kamu ngaku aja kamu terlambat sayang" ucap dion yang tak terima jika Clarista di peluk orang lain. selain dirinya


"enggak cia gak mau keliling lapangan" jawab Clarista cepat.


"nantik kamu kenapa kenapa lagi" ucap Dion masi masi tak terima jika Clarista manjat pagar

__ADS_1


"udah deh kak cia mau mintak tolong teman om rayen aja, si Rio ,bima, nanda, atau arya udah cia mau nelpon dia dulu" ucap Clarista sengaja membuat Dion panas udah kebayang kek mana muka si Dion itu pikir Clarista


Dion marah sekali mendengar nama lelaki yang di sebutkan oleh sang pacar , terutama arya yang notben mantan pacar Clarista, dan dengan mudah nya Clarista memintak tolong seperti itu batin dion..


"awas aja ya sayang tunggu pembalasan ku gadis nakal" ucap Dion sambil meyeringai


selama dia berkerja Dion begitu tidak fokus ia hanya membayang kan Clarista yang akan di peluk oleh arya.


***


"maaf ya oom lama tadi" ucap rayen setelah menangkap Clarista yang lompat dari pagar


"gak papa om, cia ke kelas dulu ya" ucap Clarista dan di iya kan oleh sang oom


Rayen tengah membaca notifikasi dari beberapa grup kelasnya.


"Bruukk"


rayen tak sengaja menabrak seorang gadis yang berpenampilan cupu dengan kecamata begitu besar dan tebal sambil memegang beberapa buku tanpa pikir panjang rayen menolong mengambil beberapa buku yang berserakan itu.


"maaf ya aku gak sengaja" ucap gadis itu ia begitu memperhatikan Clarista, gadis yang berpenampilan cupu. itu adalah salsa adik kandung Dion yang di sekolah akan berpenampilan cupu berbeda jika diluar iya akan menjadi gadis cantik


"eh gue yang salah maaf ya" ucap rayen tulus dan salsa yang masimelihat rayen begitu tampan pun menjadi melamun.


"gue bantu ya bawak buku nya" ucap rayen sambil mengambil setengah buku yang dipegang salsa mendengar suara rayen salsa pun sadar dari lamunan nya.


"gak papa kok aku bisa sendiri" ucap salsa yang tidak didengarkan oleh rayen, yang sudah berjalan duluan


Rayen memiliki sifat hampir sama dengan keponakan nya Clarista, tidak memilih teman dan tidak membandingkan derajat atau pun penampilan.



Dion💖



Clarista💖



.


ini visual bang arya😍

__ADS_1


__ADS_2