
setelah beberapa hari tidak masuk sekolah Clarista yang mulai sehat pun akhirnya di perbolehkan bersekolah, luka lembamnya pun sudah mengilang.
sekarang Clarista dan salsa sudah semakin dekat dan Clarista yang baru menyadari bahwa ia dan salsa teryata satu kelas.
**
Clarista dengan cemberut pun masuk ke mobil Dion setelah Drama Dion yang mengempeskan ban mobil Clarista. karna gadis itu ingin membawa mobil sendiri.
"jangan ngambek dong sayang" pujuk Dion Clarista langsung mengalikan pandangan nya menuju jendela, ia begitu kesal rasanya jelas sekali ia tidak akan bebas pikir nya.
setelah sampai di sekolah Clarista langsung membuka pintu mobil dan ingin secepatnya keluar nya, "ciih Pintunya di kunci" desis Clarista kesal, Dion hanya menatap Clarista begitu dalam sejak tadi ia mengajak gadis itu bicara dan tidak ada balasan.
Clarista yang merasa di pandang pun mulai mencari kesibukan ia membuka tas dan mengambil minuman kaleng rasa strawberry ia tidak peduli jika masih pagi dan kedua mata Dion yang menajam ketika melihat Clarista ingin meminum minuman kaleng yang menurut nya tidak sehat itu.
"ciaa" panggil Dion kesal melihat Clarista yang begitu mudahnya meminum minuman kaleng yang iya pegang itu. Clarista yang merasa nama nya di sebut pun langsung memandang Dion
Dion masi memperhatikan Clarista gadis itu terlihat imut sekali. pikirnya.
__ADS_1
"kenapa liat-liat naksir!"ucap Clarista ketus, Dion terkekeh sebelum di liat pun sudah naksir pikirnya
"kenapa si sayang"tanya Dion sambil mencubit gemes kedua pipi cabi Clarista, dan dia terkekeh lagi meliat wajah Clarista yang menahan amarah . "iiiihh sakittt" tutur Clarista sambil menarik tangan Dion yang masi mencupit pipi nya itu karna terlalu geram Clarista mulai mengerakan badan iya ingin menjambak rambut Dion yang sudah tertata rapi.
merasa tau isi pikiran Clarista Dion hanya diam dan memperhatikan gadis itu malah Dion tambah gemes dengan pipi Clarista cabi itu
Clarista mendekat dengan dion dan langsung menarik rambut yang sudah rapi dengan komet dengan pipi yang masi terasa panas ia begitu semangat menjambak rambut kekasihnya itu
"sayang sakittt" cicit Dion yang juga membalas mencubit pipi Clarista mereka saling membalas hingga. Clarista tidak sadar jika bel masuk sudah berbunyi. Mereka bahkan saling aduh mulut, terutama Clarista yang sudah naik dipangkuan Dion, iya tidak menyadarinya.
Dion tidak mau mengalah iya juga mengacak rambut Clarista yang awalnya sudah terikat rapi dan terlihat cantik sedangkan sekarang rambut nya begitu berantakan. bahkan kancing baju nya sudah lepas
"ahahah, masang dasi aja gak bisa" ejek Clarista. sambil memainkan tali dasi, iya bahkan mengikat kepala Dion dengan dasi berwarna hitam itu , Clarista terkekeh geli melihat Dion yang sudah seperti preman bahkan iya sambil memukul bahu Dion saking gelinya,
Dion mendengus kesal apa dia sedang melawak hingga Clarista tertawa lucu seperti itu pikirnya
suara jangkrik di hanpone Clarista membuat dua orang manusia langsung memperhatikan benda itu.
__ADS_1
bisa-bisa nya nada dering hanpone dengan mengunakan suara jangkrik seperti itu pikir Dion, Dion melihat nama bimo tertera di situ hati ya mulai memanas. dan ingin berbicara namun mulut nya langsung dibekap oleh tangan Clarista
"sayang cia mau telepon dulunya"tutur nya begitu lembut, Dion langsung menatap tajam ke arah gadis itu, Clarista langsung mengangkat telepon nya, karna Clarista yang masi duduk bangkuan Clarista,dion pun langsung meletakan kepala nya dileher gadis itu otomatis tangan Clarista langsung terlepas, Clarista begitu geli ketika hidung yang melekat di lehernya. tapi dia berusaha biasa saja, Dion menikmati aroma badan Clarista yang begitu memenangkan bahkan serasa candu.
"kenapa..?" tanya Clarista tanpa basa basi kepada bima yang baru saja menyapanya
."."?"..")..????...
"ew ohh, boleh deh".. jawab Clarista sedikit geli karna napas dion yang menerpa kulit nya.
?"(*))?;{)}?...
"oke nantik kabarin aja" jawab Clarista dan langsung mematikan telepon nya dan membalas beberaapa pesan yang masuk Dion mendengus kesal lagi-lagi diabaikan bahkan iya mendengar ketikan Clarista yang sedang mengirim pesan rasa nya telinga nya medelik geli seperti nya Clarista sengaja meletakan hanpone nya didekat telinga dion. bahkan sangat dekat.
Clarista begitu terkejut melihat jam yang sudah menujukan pukul sembilan pagi ia sudah terlambat, padahal pukul 6 pagi iya sudah bangun itu juga gara-gara dion yang membangukan nya begitu pagi dan tidak kesabaran..
"yampun udah pukul sembilan cia udah telat" ucapnya begitu panik dan ingin meelapaskan pelukan dari Dion, tapi dion malah semakin mengeratkan pelukan nya.
__ADS_1
Dion sudah tau jika Clarista terlambat bahkan ia sempat mendengar bel masuk sekolah , tapi iyaa tak ingin melewatkan kebersamaan nya dengan Clarista.
maaaf banyak typoðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜