
Setelah melihat Clarista punggu Clarista yang menjauh karna mereka duduk di pojok sedangkan kasih di depan pintu masuk. fariz pun bertanya untuk menghilangkan penasaran yang bersorak dari tadi sama dengan yang lain termasuk Dion ia khawatir dengan Clarista bagaimana kalau gadis itu jatuh atau kecelakaan dan malah kalah dan menjadi pacar si bimo itu.
" lo emang nya gak khawatir sama cia" tanya fariz sedangkan Davis hanya diam
" ia bro balapan itu sama saja si cia pertaruhkan nyawanya sendri" timbal Filla yang ikut bertanya ke sahabat nya itu
" bukan gue gak khawatir samaa cia, gue cuman gak mau terlalu ngekang dia" ucap nya di sentakan napas begitu purtasi
"lo gak tau gimana Cia marah sama gue karna gue gak boleh dia balapan lagi apa lagi cia itu gak bisa di bentak hampir berbulan bulan gue mintak maaf sama dia bahkan dia gak mau makai seperser pun fasilitas dari gue bahkan dia gak mau bicara sama rayen" jelas Davis begitu frustasi.
15 menit berlalu mereka lanjut bercerita dengan curhatan hati masing masing.
"eh cia bukan nya tadi mau pesan makan ya" tanya fariz ketika melihat Clarista duduk di kursi dengan tangan kosong nya dan seorang pelayan datang dengan nampan yang penuh dengan berbagai Eskrim rasa coklat.
dan meja mereka pun penuh dengan eskrim coklat
"cia oom fariz kurang suka dengan rasa coklat jadi jangan repot repot deh" ucap fariz
"ini semua punya cia bukan buat oom fariz" jelas cia dan langsung memakan eskrim nya seketika fariz filla dan Dion melongo melihat Clarista dengan cepat nya menyatap eskrim kesukaanya
__ADS_1
setelah memakan eskrim cia pamit pulang karna nantik malam ia akan balapan dan semua nya pun mengiakan karna mereka juga akan pulang tapi Dari tadi Dion khawatir dengan Clarista ia takut akan terjadi hal bahaya walaupun gadis itu sudah biasa tapi tetap aja nyawa taruhan nya..
setelah siap siap dengan tampilan nya Clarista pun terkejut karna waktu sudah menunjukan tengah malam ia pun langsung bergegas ke area balapan. dan benar saja semua anak geng motor The Queen sudah berkumpul.
" cia lo haruss hati hati Dengan bimo dia itu licik" teriak arya Karna suara ricuh knalpot motor mulai beradu
"ia tenang aja" pinta Clarista karna ia sudah tau sifat, Clarista selalu berfikir jauh sebelum menerima taruhan. seorang wanita sexsy memegang bendera yang berarti balapan akan segera di mulai
*ONE...
TUE
GOO
Dan Clarista langsung menacap gas nya hingga ke Finish , dan benar saja Clarista menang lagi ia mendapatkan mobil yang ia damba dambahkan
"kunci mobil lo" teriak bahagia Clarista dan si bimo langsung melempar kunci mobil nya dan berlalu pergi karna malu.
"om rayen urus mobil baru cia" dan langsung menguap karna ia sangat mengantuk apa lagi sudah jam tiga pagi.
__ADS_1
"oke" jelas rayen dan ia bertanya dengan Clarista untuk pulang bareng Clarista menolak karna ia membawak motor nya
" cia mending pulang bareng gue aja kayak elo ngantuk banget" pinta arya yang sudah memperhatikan gerak gerik Clarista dan melihat wajah pucat dan mata sayu Clarista seperti nya gadis ini sedang sakit pikirnya
" enggak deh gue pulang sendiri aja bye" jelas Clarista dan langsung pergi.
setelah hampir sampai Clarista merasa kepala nya berat sekali ia langsung mengercap ngercap kan mata nya lagi dan tiba tiba ada motor melaju dan menabrak kaca spion milik Clarista tentu saja ia terpelanting.
"uh sakit banget" teriak Clarista memegang bahu nya dan banyak sekali badan nya yang lecet dengan pelan ia berjalan mengambil motor nya apalgi jalan sangat sepi
" yampun beratttt bangettt" dan akhir nya ia membawa motor nya pelan karna sudah dekat ia hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai ke rumah untung saja mama tiri nya tidak ada..
setelah sampai di kamar ia langsung merebakan badan yang sudah lecet karna kalau mandi pasti perih. ini kah salah satu sifat ceroboh Clarista ia akan langsung tidur jika sudah ada bantal.
GWS YA CLARISTA
__ADS_1
BABANG DION RINDU