
Clarista mengambil cincin yang terukir nama nya iya memasukan dengan pelan di jari Dion
"sayang apa kamu gak suka" ucap Dion sedikit kecewa melihat reaksi Clarista.
"kak bukan cia gak suka, malahan cia senang banget, tadi cia cuman kaget aja"jawabnya sambil tersenyum manis ke arah Dion, mendengar itu Dion merasa lega
"jangan perna ninggalin kakak karna kita sudah terikat sayang"bisiknya di telinga Clarista, Clarista hanya tersenyum ia tidak bisa mengiyakan, lalu memeluk dion "makasi.ya sayang" bisik Clarista balik Dion mengangguk dengan cepat.
**
Dion begitu lelah dia tertidur dipangkuan Clarista, Clarista tersenyum tipis melihat Dion yang tidak mau melepaskan tangan Clarista karna takut gadis itu meninggal kannya.
"cia gak mungkin ninggalin kakak" ucap Clarista sambil ingin melepaskan tangan nya yang sedang digenggam, Dion malah semakin
mengeratkan nya.
"sayang ilove you". ucap Clarista pelan Dion yang mendengar nya pun terkejut dan tersenyum
"ilove you to". ucap nya sambil menatap mata Clarista. "sayang mendingan sayang mandinya biar keliatan segar" tutur Clarista begitu lembut.
"mandikan" jawab dion begitu manja dengan senyum yang tidak perna luntur jika bersama Clarista. "sayang.. mandi gih sana udah bau asem" balas Clarista terkekeh dan mengusap rambut Dion.
"aku mau mandi kalau sayang yang mandiin" ucap Dion yang melipatkan kedua tangan ya di dada , " sayang kamu bukan anak kecil lagi" tutur Clarista menjelakan.
"aku gak akan mandi" tutur Dion seperti anak kecil Clarista menggelengkan kepalanya,
"sayang ada masa ya kita mandi berdua"jawab Clarista lagi Dion tak menggubris ia pura-pura di sibuk kan dengan hanpone nya
"sayang" panggil Clarista lagi ia berusaha sabar, Dion tetap diam dan mengotak atik kan hanpone. Clarista mulai kesal.
"apa benda itu lebih penting dari aku" tanya Clarista kesal, mendengar itu dengan cepat Dion langsung menatap Clarista dan melempar hanpone ya dengan sembarang ia begitu takut jika Clarista marah dan pergi meninggalkannya
"kayak nya kamu lebih sayang hanpone itu" ucapnya kesal dan ingin melepas cincin yang belum sehari itu. Dion langsung mencegah tangan Clarista dan menggeleng.
"kenapa gak benda itu aja yang tunangan dengan kakak dan bukan aku" tanya nya lagi Dion ingin bicara tapi sudah terpotong duluan
__ADS_1
"aku paling Gak suka dicuekin" tambahnya sambil menepis tangan Dion yang ingin meminta maaf.
"sa.." lagi- lagi ucapan Dion terpotong "uda aku cuman mau kamu mandi kalau kamu gak mau juga gak papa, aku gak mau perhatian kamu lagi seterah kamu mau kekmana lagi"ucapnya dan melepas kepala Dion dari pangkuanya.
"sayang aku mintak maaf sayang"Clarista tak bergeming ia hanya pergi ke kamar mandi setelah mengambil baju ganti .
mata Dion berkaca kaca kenapa ia jadi cengeng gini pikirnya, tes satu air mata dan Dion terisak iya melungkupkan kepala nya ke bantal
Clarista terkejut ia baru selesai memakai piyama tidur mendengar suara isak tangis tertekan, apa itu Dion ia jadi tak tega.
Clarista mendekat ketempat tidur , Dion mencium aroma wangi khas Clarista pun langsung bangun dengsn wajah yang sudah penuh air mata dan cairan di hidung nya.
Clarista menghapus air Mata Dion termasuk cairan yang tergenang itu "kenapa nangis" tanya Clarista.
"sayang maafin aku"tutur Dion dengan suara serak "janji jangan cuekin cia lagi" pinta Clarista sambil memberi jari klinking nya..
dengan cepat Dion membalas nya
"sini peluk dulu"tutur Clarista sambil sesekali mengusap pipi Dion yang basah. "sayang maafin kakak ya" tutur Dion lagi yang telah masuk ke pelukan Clarista "maafin cia juga ya sayang" balas Clarista yang merasa bersalah.
"sayang gak nginap kan?" tanya Clarista setelah mereka selesai makan ia juga sempat melihat jam teryata sudah jam 6 pikirnya
"aku nginap sayang"jawab Dion sambil memainkan rambut Clarista "sayang bukan cia gak bolehin sayang nginap,tapi nantik dcuriga gimana?".
"sayang aku mau nginap sama kamu"rengek Dion sebenarnya takut Clarista meninggal kannya "sayang aku gak mungkin ninggalin kamu sayang" jawab Clarista tau isi pikiran Dion, "you are mine" bisik Dion Clarista pun mengangguk
" kamu mau janji sama aku" tutur Clarista Dion pun mengeryit heran "nantik kalau udah di rumah sayang harus sapa mom dan dedd dan juga adik sayang," Dion tersenyum mengiyakan selama ini dia mememang selalu cuek dengan orang rumah.
"dan selalu tersenyum" tambah Clarista lagi
"tapi kalau gak ada orang jangan tersenyum ya sayang " tambah Clarista setelah menjeda sebentar . "kenapa" tanya Dion penasaran.
"nantik kakak di sangka orang gila"ucap Clarista terkekeh "sayanggg" rengek Dion sambil mencubit hidung Clarista.
***
__ADS_1
.
setelah menuruti kemauan Clarista Dion pun sampai dirumah mewah tuan Abhraham.
dengan senyum yang tak pernah pudar Dion pun berjalan ke arah ruang keluarga.
"hai dad, hai mom dan hai sa" sapa nya begitu hangat, tuan abharam terkejut tidak biasa nya sang putra sulung ini meyapa keluarga.
nyonya marta dan salsa tersenyum keberadaan Clarista memang membawa pengaruh baik
setelah di balas sapa nya dion pun ikut berkumpul sambil menonton bersama tuan Abhraham penasaran siapa yang bisa membuat es ini menjadi cair, dia juga melihat cincin di jari Dion bahkan anak tersenyum, apa anak nya ini sedang sakit pikirnya.
"Dion apa kau sedang sakit nak?" tanya tuan Abhraham sedikit khawatir anak nya menjadi tidak waras. "Dion sehat pa" balas Dion yang menujukan keadaanya, nyonya Marta melihat cincin di tangan Dion
"cincin itu seperti cincin tunangan" bicaranya dalam hati apa Dion sudah bertunangan pikirnya. nyonya Marta pun melihat yang sibuk dengan hanpone iya pun mengirim pesan untuk memperhatikan cincin Dion karna Dion duduk di samping salsa. salsa pun membalas oke
salsa memperhatikan sang kakak, merasa di perhatikan Dion melihat sang adik yang sedang melihat cincin nya salsa bisa melihat nama Clarista di cincin itu "hey kenapa" tanya Dion sambil menjitak kepala adi.k nya itu "sakit kak" Dion terkekeh
"cincin baru ya" goda Salsa, Dion hanya tersenyum "ciee udah tunangan sama cia" bisik nya . Dion terkejut dari Mana adik nya kenal Clarista bahkan seperti nya akrab
"kamu kenal cia" tanya Dion sedikit berbisik salsa pun membalas" Seluruh anak yayasan gak ada yang gak kenal sama. cia" balas salsa Dion pun mengiyakan pacar nya itu emang primandona di sekolah nya.
"kemarin cia berantem juga karena nolongin sasa"ucapan salsa membuat Dion tidak mengerti
"maksud nya sa" tanya Dion
"kemarin loh, bahkan kakak juga nginap dirumah cia kan". ucap salsa Dion sedikit mengerti. " apa sasa bisa jelaskan kenapa cia bisa berantem" tanya Dion yang selama ini belum tau permasalahan Clarista.
"jadi gini kak sasa kemaren dibully.." belum selesai salsa bicara sudah dipotong oleh Dion "apa ka.." salsa langsung membekap mulut Dion karna tuan Abhraham tidak mengetahui nya.
"jangan cerita disini deh" ajak salsa langsung menarik tangan sang kakak.
"mom dad sasa mau kekamar dulu sama kak Dion ya" tutur salsa orang tua nya pun mengiyakan.
"cepat sa ceritain siapa yang bully kamu " pinta Dion penasaran "jadi gini sasa dibully sama kakak kelas gara-gara rayen ooom nya cia bantuain sasa ngebawak buku, mereka juga ngeceplok sasa. karna kami ditoilet perempuan
__ADS_1