2R Marriage

2R Marriage
Dah Dig Dug


__ADS_3

"Engggg...." Reina menggeliat sembari merenggangkan tubuh nya.


Matanya mulai menyapu seluruh area ruangan. Otak Reina juga mulai berfungsi dengan baik.


"Bukan kah aku tadi di mobil?"batin nya.


Ceklek.


"Kamu sudah bangun sayang?"


Reina melirik Rico yang baru saja masuk ke kamar.


"Kok aku di kamar?" tanya Reina polos.


Rico tak langsung menjawab, ia malah melangkah mendekati Reina yang masih berbaring di atas kasur.


"Kamu itu, tadi tidur. Terus aku gak tega bangunin kamu honey. "


"Benarkah?"


"Ialah, masa aku bohong sih. Orang ini kamu bangun tidur kan?"


Reina tercengir, ia baru menyadari kebodohannya.


"Udah, kamu mandi gih. Aku akan ke bawah nyiapin makan malam"


Lagi lagi Reina tercengang mendengar ucapan Rico.


"Kok om yang siapin?. Bi Nana mana?"


"Bi Nana ada kok, aku hanya mau bantu aja"jawab Rico dengan senyum manis. Dan, itu mampu membuat Reina meleleh melihatnya.


Reina sudah mulai merasakan kedua pipinya sudah mulai memanas, pasti pipinya sudah memerah sekarang.


Cepat cepat Reina memalingkan wajah nya, lalu turun dari ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi.


"Jangan buru buru jalan nya, nanti jatuh" teriak Rico khawatir. Namun Reina tidak mendengarkan nya.


Di dalam kamar mandi, Reina memegangi dada nya.


"Kenapa jantungku berdetak cepat seperti ini???" gumam nya sembari terus merasakan detak jantung nya yang semakin kuat.


Reina teringat dengan senyum manis Rico, membuat jantung nya semakin berdetak kencang.


"Seperti nya aku harus memeriksanya ke dokter jantung!" lirih Reina lagi, lalu ia memutuskan untuk mandi.


...----------------...


Rico menghampiri bi Nana yang sedang memasak di dapur.


"Malam bi" sapa Rico.


"Eh tuan Rico. Ada apa tuan? kenapa repot repot ke dapur? tuan bisa panggil saya dari ruang makan"


Rico menggeleng pelan seraya tersenyum manis.

__ADS_1


"Gak papa bi, aku cuma mau liat bi Nana masak" jawab Rico.


"Wah jadi grogi nih" ujar bi Nana bercanda.


Rico membalas dengan terkekeh pelan. Bi Nana orang nya lumayan asik kalo bercanda. Wajar istri nya nyaman dan dekat dengan bi Nana.


"Reina suka makan apa bi?"


"Nona muda itu makan nya simple banget Tuan. Dia tidak pilih pilih makanan, apa aja dia makan, asal gak terlalu manis dan gak terlalu berminyak" jelas bi Nana.


Rico me dengarkan penjelasan bi Nana dengan serius. Ia terus mengorek informasi pada bi Nana tentang istri nya. Entah mengapa Rico semakin penasaran pada diri istri nya yang menurut nya sangat lugu.


"Menurut bi Nana Reina itu gimana sih bi?" tanya Rico semakin dalam.


Melihat keingintahuan tuan muda nya ini, bi Nana malah senang. Ia tahu jika pernikahan nona mudanya dengan Rico adalah atas dasar perjodohan. Jadi Bi nama terlihat sangat senang ketika Rico mencari tahu tentang Reina.


"Nona itu sangat baik orang nya tuan. Menghargai orang tidak pandai tahta atau pun harta. Dia akan selalu hormat pada orang yang jauh lebih tua dari dia.


Seperti sama saya, nona selalu membatu saya membereskan meja makan setelah mereka makan. Bahkan nona juga pernah bantu saya membuang debu di ruang keluarga!.


Nona gadis yang baik, dan aku tahu itu turun dari siapa?"


"Siapa?" tanya Rico penasaran.


"Dari kedua orang tuanya, mereka sangat bijak dan menanamkan kerendahan hati dalam diri putri mereka."


"Apa Reina pernah membawa pria ke rumah nya?"


Bi Nana terdiam sejenak, ia terlihat sedang mengingat ingat apa yang telah terjadi pada waktu yang telah lewat.


"Benarkah?"


Bi Nana mengangguk pasti, nona mudanya pasti meminta ijin jika dia membawa teman ke rumah.


"Tidak pernah sekalipun nona membawa teman pulang" jawab bi Nana lagi.


Tap tap!!


Percakapan Rico dan bi Nana berhenti, langkah kaki Reina sudah masuk ke dalam telinga mereka.


"Loh, kok di sini?" kaget Reina saya melihat suaminya berada di dapur.


"Aku ingin membawa ini ke depan" Rico menunjukkan gelas yang baru saja ia ambil dari rak piring kaca.


"Benarkah?" dengus Reina penuh kecurigaan. Ia menahan senyum saat melihat apa yang suaminya pegang.


"Tuan, itu mangkok.Bukan gelas" tegur bi Nana.


"Huh?" Rico kaget, ia langsung mengembalikan mangkok ke posisi awal.


"Hahaha..." Reina tertawa.


Bi Nana tersenyum dan berkata dalam hati bahwa Nona mudanya pantas bahagia.


"Tuan dan Nona, kalian ribut deh. Ayo kembali ke meja makan" titah bi Nana.

__ADS_1


Reina dan Rico malah menurut, mereka keluar dari dapur, lalu duduk di meja makan dengan posisi yang saling menghadap satu sama lain.


Rico menatap lurus ke wajah Reina, ia kembali tersenyum manis.


"Ada apa? kenapa kamu senyum senyum gitu huh?" protes Reina.


"Kamu ternyata cantik juga yah"


"Gilak yah,aku dari dulu tuh aku udah cantik. Tapi om aja yang gak tahu." balas Reina mencibir.


"Iya iya deh!!!!"balas Rico pasrah.


Reina senyum menang, lalu menatap bi Nana yang datang membawa makanan yang baru saja ia masak.


Setelah tertata semua,Reina mengajak bi Nana untuk makan bersama. Tapi, bi nana menolaknya, Ia mengatakan pada Reina dan Rico.


"Yuk bi makan sekalian" ajak Reina.


"Duh maaf deh non, lain kali aja. Bibi harus segera pulang non" tolak bi Nana.


"Ada apa bi? emang apa yang bibi kejar pulang? suami pasti belum balek kan?" celetuk Rico.


"Anak bibi hari ini mengadakan acara ulang tahu di sebuah cafe non. Terus aku harus ikut, ini anak terakhir aku wisuda non" jelas bi Nana.


Wah, selamat yah bi semoga bermanfaat ilmunya.


"Makasih non, bibi tinggal dulu ya non"


"Iya bi" balas Rico dan Reina serempak


Setelah bi Nana pergi, Rico dan Reina melanjutkan acara makan nya.


Reina terlihat sangat lahap makan, Rico sampai lupa juga nasi di piring nya belum habis


"Om, kok gak di makan nasi nya?" tanya Reina menatap ke piring Rico


"Eh iya" Rico jadi gelagapan. Kepergok sedang memperhatikan istri nya.


"Beb, aku udah siap" ujar Rico.


Reina yang juga sudah menghabiskan sendok terakhir makanan nya langsung berdiri, lalu mengambil piring kotor di depan Rico, membawanya ke dapur.


Reina kembali duduk di hadapan Rico, sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Om, gimana sih hubungan om sama pacar om itu?" tanya Reina.


Rico menghela nafas, lagi lagi Reina mempertanyakan sumber dari sakit di hatinya


"Sayang, udah gak usah bahas dia lagi!"


"Tapi aku perlu tahu,aku harus tahu betapa om mencintainya. Ini menyangkut masa depan aku om"


"Masa depan kamu bersama ku baby, kita akan menjalani hidup bersama" balas Rico.


Reina menggeleng, jawaban Rico tidak membuat hatinya puas. Bukan itu yang ingin ia dengar dari mulut Rico.

__ADS_1


__ADS_2