2R Marriage

2R Marriage
Jalan Jalan Sore


__ADS_3

Drrrrr....Drrrr....


Reina meraih ponsel nya, mata nya langsung berbinar saat tahu siapa yang menghubungi nya.


Rico lewat, ia melihat ekspresi wajah Istri nya berbeda.


"Dari siapa?"


Reina tak menjawab pertanyaan Rico, ia malah sibuk menggeser tombol hijau di layar ponselnya. Seketika wajah papi dan mami nya muncul di layar hp.


Rico yang penasaran ikut duduk di samping Reina dan turun tersenyum melihat mertuanya yang tengah melambai menyapanya.


"Hallo sayang......"


"Menantu ku!!!"


"Mami,papi Apa kabar!!!" tanya Reina.


"Kami sehat Dear, bagaimana dengan kalian? apa menantu ku sudah berhasil membuat putri ku berbadan dua?" kekeh mami Reina.


"Ihh mami" serga Reina malu.


"Dalam proses mi, itu akan segera terwujud kok"


"Wahh papi ikut seneng mendengar nya Rico"


Mereka semua tertawa, kecuali Reina. Ia malah manyun melihat keluarga nya meledek dirinya.


"Ayolah honey, kenapa kamu manyun, kita kan emang mau lakuin itu" goda Rico.


"Apaan sih, tampol nih!"sungut Reina


"Mami.... Bagaimana keadaan Oma? apa Oma sudah baikan?"


"Sudah semakin membaik sayang, Oma selalu menanyakan kamu."


"Yaudah mami,besok aku ke sana yah"


Rico melotot, "Tidak bisa honey, kamu harus ujian dulu. Jika kamu tunda tunda kelulusan kamu. Bisa bisa aku lumutan baby!!"


"Bodo amat" cibir Reina.


Rico memasang wajah sedih,membuat Mami dan papi Reina langsung tertawa melihat nya.


"Ya sudah, mami sama papi mau istirahat dulu yah. Kalian jaga diri baik baik. Selalu kabarkan mami sama papi jika ada sesuatu yang terjadi"


"Siap mi"


"Jaga Putri papi baik baik yah Rico"


"Siap Pi"


"Bye....."


"Bye...."


Klik


Panggilan pun terputus, Reina terdiam sejenak. Di lubuk hatinya ia sangat merindukan kedua orang tuanya.


"Kangen banget" lenguh nya.


Rico yang melihat istrinya sedih, langsung ia peluk dan beri kecupan di puncak rambut nya.


"Sabar yah baby,nanti setelah ujian. Kita akan susul mereka, sekalian honeymoon yah"


"Kan masih lama" lirih Reina sedih.


"3 Minggu lagi sayang"


"Tetap aja lama" ujar Reina.


Rico tersenyum, ia semakin memeluk Reina erat.

__ADS_1


"Kamu kan gak sendirian, ada aku di sini bersama kamu baby"


"Makasih...."


"Oh iya" Reina melepaskan pelukan mereka, lalu menatap Rico lekat.


"Ada apa?"


"Aku tadi udah janji sama Sinta, kita mau main ke mall"


"Kapan?"


"Nanti sore beb, Sinta yang bakal jemput aku"


"Yahhh...Aku kamu tinggalin sendiri dong honey???"


Rico memasang ekspresi sedihnya, membuat Reina ingin ketawa, bukan nya sedih, ia malah ingin ketawa.


"Kok gitu sih muka nya, kaya gak di setrika seminggu "


"Apaan sih beb, ini aku lagi sedih tahu"


"Ahahaha....Sedih apa merajuk"


"Keduanya"


Rico melipat kedua tangan nya di depan dada. Wajah menekuk dengan bibir manyun.


Sebenarnya ia tidak masalah jika istri pergi bersama Sinta. Rico tidak pernah berniat untuk mengekang istri nya. Ia akan percaya sepenuhnya pada Reina.


"Atau kamu mau ikut honey?" tawar Reina.


Rico menggeleng, ia tidak mau ikut. Ada meeting online yang harus ia hadiri nanti.


"Aku masih ada meeting nanti beb"


"Lah hari Minggu masih kerja juga, aneh!"


Reina mengangkat bahu, ia tidak bisa melawan ucapan Rico lagi. Ada aja jawaban nantinya dari suami tampan nya itu.


Dalam hati, Reina masih belum bisa mempercayai bahwa dirinya sudah menikah.


Berkali kali setiap bangun tidur ia kembali memejamkan matanya, dan berharap kehadiran Rico adalah sebuah mimpi indah.


Namun, semua ini nyata. Rico benar benar menjadi suaminya.


Setelah mandi sore, mengenakan pakaian santai. Reina langsung berpamitan pada Rico.


Reina masuk ke dalam ruangan kerja Rico.


"Sayang, Sinta udah di bawah. Aku berangkat dulu yah"


"Loh kok gak di ajak keatas dulu dia?"


"Katanya malas keluar mobil" jawab Reina. Memang ia sudah menawarkan pada Sinta tadi, tapi gadis itu menolak nya.


"Oh yaudah,hati hati yah. Selalu berikan informasi sama aku yah!!!"


"Iya bawel!"


Setelah Salim,Reina langsung bergegas keluar dari apartemen nya, lalu masuk ke dalam lift yang langsung membawa nya ke basemen.


Ting~


Pintu lift terbuka,Reina langsung melihat mobil Sinta terparkir tak jauh dari lift .


"Reina!!!" panggil Sinta sembari melambaikan tangannya.


Reina berjalan cepat menghampiri mobil Sinta, lalu masuk ke dalamnya.


"Tumben gak pake supir"


"Yah, aku pengen kita berdua jalan"

__ADS_1


Reina mengangguk mengerti, ia tidak mengeluarkan suara lagi.


"Mau langsung ke mall, atau mau kemana dulu?" tanya Sinta.


"Langsung aja deh sin, aku gak sabar pengen nonton"


"Oke nona...."


...----------------...


Mobil Sinta langsung terparkir di parkiran mall.


Kedua gadis itu dengan penuh semangat dan penuh kegembiraan melangkah masuk ke dalam mall.


"Wahhhh....Udah lama yah kita gak jalan bareng lagi"


"Yah kamu sih, sibuk terus sama doi" sahut Reina.


Sinta cengengesan, semenjak punya pacar, ia menjadi lebih sering bersama pacar nya ketimbang bersama Reina.


Keduanya berjalan sembari melihat lihat area sekitar, mencari benda apa yang unik dan cocok untuk di beli.


"Mau nonton aja deh Sin, aku mau nonton Habibie Ainun"


"Boleh, Ayuk!!!"


Sinta membawa Reina ke bioskop, mereka membeli tiket, lalu masuk ke dalam podium yang sangat luas.


"Aku udah lama Lo pengen nonton film ini" ungkap Reina.


"Benarkah? kenapa gak kamu bilang aja sama aku!"


"Yahhh.....Mau gimana lagi, orang sibuk sama gebetan" Reina menyindir, mata nya melirik Sinta pelan.


"Heheh....Sorry sort yah sayang. Hari ini serah kamu deh. Mau makan apa, mau kemana. Free."


"Beneran????"


Sinta mengangguk cepat, ia akan membuat Reina bahagia hari ini. Sebagai penebus kesalahan nya beberapa hari ini. Lebih tepat nya, beberapa Minggu ini.


2 jam pun berlalu,


"Huhuhu....Sedih juga yah cerita nya" ungkap Reina menghapus air matanya sendiri. Ia merasa sedih ketika Ainun dan pacar nya sebelum Habibie putus di tepi pantai.


"Aduhhh...Kakak ipar aku ini agak baperan yah!!!" sindir Sinta.


"Bukan nya baperan, tapi karena aku punya hati yang halus, jadi mudah sedih!" balas Reina.


Mereka berdua berjalan menuju ke toko sepatu, menuruni tangga eskalator.


Seperti anak kecil, Reina malah minta di belikan oleh Sinta Eskrim.


Karena demi kebahagiaan Reina, Sinta pun akhirnya membawa Reina membeli eskrim.


Karena kegirangan, Reina menarik Sinta dengan langkah yang cukup cepat.


"Yeay!!! Yeay!!!"


Bruk~


"Aws...."


Reina terhenyak ke lantai, langsung di bantu oleh Sinta.


"Kamu gak papa kan Rei??" tanya Sinta khawatir.


"Aku gak papa, tapi bokong ku sakit" ringis Reina.


Lalu mereka berdua melihat kearah orang yang menubruknya. Orang itu sibuk membersihkan baju nya yang terkena tumpahan minuman nya sendiri.


"Aduh, kalian itu punya mata gak sih!!" bentak wanita itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2