2R Marriage

2R Marriage
Menjemput Reina!


__ADS_3

Pukul 4 sore. Rico masi meeting dengan client penting. Sesekali Rico melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Sial! sudah jam 4 sore" Rico langsung memberi instruksi pada asistennya untuk menyelesaikan meeting nya.


"Andrew, tolong kamu handle semuanya. Saya ada urusan!"


"Urusan apa boss?"


Rico melirik Andrew tajam, asisten nya terlalu banyak tanya.


Menyadari ucapannya yang salah, Andrew langsung memberi hormat pada boss nya.


"Baik boss" ujar Andrew.


"Permisi"


Rico langsung keluar dari ruangan meeting, kembali ke ruangan kerja nya untuk mengambil tas kantor nya.


"Maaf semuanya, mari kita lanjutkan" Andrew mulai menghandle meeting.


Namun, Client yang merupakan seorang gadis cantik itu terlihat tidak suka.


"Kenapa Pak Rico tidak menyelesaikan meeting terlebih dahulu, baru dia pergi!" protes nya.


Andrew melirik pada client, lalu memberi pengertian.


"Boss kami sedang ada urusan mendadak, jadi saya akan menggantikan boss Rico"


"Tapi, ini proyek besar. Harusnya Boss kalian tidak melakukan ini"


"Maaf nona, tidak ada masalah, mau boss Rico ada di sini atau tidak, toh nanti boss kami juga akan memeriksa ini!" Andrew mulai geram, ia tahu apa maksud dan tujuan wanita ini.


Andrew sudah banyak menjumpai client yang seperti ini.


"Saya tidak mau melanjutkan meeting jika Rico tidak ada di sini!" putus Wanita itu angkuh.


Andrew tersenyum miring, lalu berdiri dari duduknya.


"Silahkan keluar nona, pintu keluar ada di sebelah sana" tunjuk Andrew pada pintu keluar.


Rombongan wanita itu terlihat terkejut mendengar ucapan Andrew, namun tidak dengan karyawan perusahaan Rico. Mereka sudah biasa melihat sikap Andrew yang seperti ini. Mereka tahu, apapun keputusan Andrew, Rico pasti akan menyetujuinya. Mereka adalah sahabat karib sejak kecil.


"Berani sekali kau berkata seperti itu pada nona kami, dia adalah putri CEO perusahaan kami!" bentak salah satu pria yang duduk di samping wanita itu.


Andrew terlihat santai, tak lupa senyum manis terukir di bibirnya.


"Cih, mau dia CEO atau bukan. Aku tidak takut,kami tidak membutuhkan kerja sama dengan client seperti kalian. Keluar sekarang juga!" usir Andrew


"Kau tidak ada hak, kau hanya seorang asisten di sini!" sinis wanita itu.


"Aku akan mengadukan ini pada boss mu!" sambung nya.


"Silahkan saja, kau akan tahu siapa aku setelah melakukan nya" kekeh Andrew.


"Nona, kau tidak akan menang. Dan ini, bukan kah yang pertama kali terjadi" sahut salah satu karyawan wanita Rico, lalu mereka semua tertawa mengejek.

__ADS_1


Wanita itu terlihat semakin marah, ia merasa di permalukan di sini.


"Kalian akan menyesal!" Wanita itu bangkit, lalu pergi dari ruangan itu, dan di ikuti oleh anak buahnya.


...----------------...


Sedangkan Rico malah duduk gelisa di dalam mobil.


"Ayo dong pak Harto, lebih cepat!"


"Iya tuan, ini juga udah cepat" jawab pak Harto.


Rico terus melirik jam tangannya dan jalan raya secara bergantian dengan hati yang gelisah.


Streeettt......


Rico tiba di sekolah Reina, ia melihat istrinya tengah berdiri di depan gerbang sekolah dengan seorang pria memaksa Reina untuk ikut bersamanya.


"Aku mau ngomong sama kamu Reina"


"Aku tidak mau!!!"


"jangan buat aku kasar sama kamu yah!"


"Aku udah gak ada hubungan apa apa lagi sama kamu, aku gak mau dekat kamu lagi!" tegas Reina, membuat Adam semakin geram dan emosi.


Setelah mobil berhenti cepat cepat Rico keluar dari mobil, ia menarik Reina dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.


"Kau lagi, kau lagi!" bentak Rico.


"Urusan Reina adalah urusan aku juga!" balas Rico tegas.


Reina malah memeluk Rico dari belakang.


"Reina, aku cuma mau ngomong sama kamu sebentar. Aku hanya ingin menjelaskan kesalahpahaman di antara kita"


"Aku gak mau, aku benci kamu!" balas Reina berteriak, ia masih berada di belakang Rico.


"Kamu dengar kan!"


"Reina, aku gak mau putus sam kamu. Aku cinta sama kamu!!!"


"Wah, ada ya cinta tapi selingkuh!" cibir Rico.


"Eh om, diem aja. Gak usah kompor!" bentak Adam tidak sopan.


"Heh, kalau jadi anak itu, harus hormat sama orang yang lebih tua!" sanggah pak Harto.


Adam tidak menghiraukan mereka, ia hanya menatap Reina yang terus bersembunyi di belakang Rico.


"Aku peringatkan kamu yah, jangan mengganggu Reina lagi. Dia sudah punya pacar baru!"


"Cih, gak mungkin!" sangkal Adam.


"Kenapa tidak mungkin, dia cantik dan sangat mempesona. Tidak seperti kamu, jelek, sok selingkuh lagi!"

__ADS_1


"Diam kau!"


"Kau yang diam!!"balas Rico.


Keduanya sama sama terpancing emosi, hampir saja mereka akan berkelahi. Reina menarik tangan Rico dan meminta Rico untuk segera membawanya dari sana.


"Ayo om, kita pergi saja" ajak Reina.


Rico melirik istrinya sebentar, lalu mengangguk pelan.


Rico menatap Adam tajam. "Jika kau masih mengganggu nya, maka kau tak akan selamat. Camkan itu!"


Rico membawa istri nya masuk ke dalam mobil, sebelum menutup pintu, Rico sempat melihat kearah Adam lagi. Dan tatapan itu sangat mematikan.


"Jalan pak!" titah Rico.


Mobil pun perlahan berjalan, meninggalkan sekolah Reina.


Reina bernafas lega, ia sangat takut ketika Adam menariknya dan memaksanya untuk ikut bersamanya. Andai saja Rico tidak datang tepat waktu, maka entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kamu gak papa kan honey?" tanya Rico. Ia menarik bahu istri nya agar masuk ke dalam pelukan nya.


Sedangkan Reina hanya menurut dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Rico.


Tangis Reina pun perlahan pecah, ia menangis sesegukan di dalam pelukan Rico.


"Sttt..... sudah, dia tidak akan mengganggu mu lagi. Aku akan menghajarnya jika dia masih berani mengganggu mu" bujuk Rico.


Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa sepasang suami istri itu memasuki pekarangan rumah mewah milik keluarga Reina.


"Ayo sayang, kita turun" ajak Rico. Namun, Reina tidak memberikan respon.


Rico melirik ke bawah, ternyata istri nya tertidur setelah menangis tadi.


"Manis banget" gumam Rico gemas.


Pak Harto yang masih di dalam mobil mendengar ucapan Rico.


"Gemas apanya?" sahut pak Harto keceplosan.


"Jangan lihat wajah tidur istri saya pak!" tegur Rico.


"Kenapa pak?" tanya pak Harto polos.


"Saya tidak suka, yang boleh hanya saya saja!" tegas Rico geram.


"Kan gak sengaja pak, lagi pula kan tidur gak tidur saya lihat juga wajah nya" jawab pak Harto lagi.


Rico semakin geram, gak asisten, gak supir, tingkahnya sama saja. Sama sama menjawab setiap kali dirinya mengomel.


"Dari pada bapak menjawab, lebih baik bapak turun, dan bukain pintu nya!"


"Eh iya iya pak!"


Pak Harto langsung bergegas turun dari mobil, lalu membuka pintu mobil di sebelah Rico.

__ADS_1


Rico pun dengan hati hati menggeser tubuhnya, lalu mengangkat tubuh Reina dengan sangat pelan, agar istri nya tidak terbangun.


__ADS_2