
Pagi ini, Reina terlihat sangat antusias. Gadis yang biasa nya bangun siang, kini malah bangun pagi pagi sekali.
Pukul 7 Reina sudah siap dengan penampilan sederhana namun elegan. Terlihat sangat berwibawa, meskipun ia masih SMA.
Rico baru selesai mandi, ia kaget melihat istrinya sudah siap ready berangkat kapan saja.
"Weh,tumben kamu pagi pagi gini udah rapih"
"Ya dong, kan mau ke rumah bunda mertua" jawab Reina antusias.
"Jadi udah akui sebagai suami ni?" sindir Rico mengulum senyum.
Reina tercekat, ia mengalihkan wajahnya kearah lain saat Rico berdiri di hadapan nya.
"Apaan sih, cepat sana pakai baju nya"
"Ciee....Ada yang salting nih" goda Rico.
"Ngeselin banget yah!" Reina menghentakkan kaki nya keluar dari kamar, lebih baik menunggu di luar, pikirnya.
Reina duduk di sofa, bi nana datang sembari membawa roti lapis ke hadapan Reina.
"Ni non, sarapan dulu"
"Makasih bi" balas Reina sembari menerima roti yang bi Nana buat.
Rico menuruni anak tangga, ia melihat istrinya sedang memakan sarapan di sofa ruang tengah.
"Sarapan kok gak nunggu nunggu sih"
Reina melirik, kemudian kembali melanjutkan makan nya.
"Tuh, bi Nana ngasih satu buat om"
Reina menunjuk satu potong roti lapis di dalam piring yang di letakan bi Nana di atas meja.
Dengan wajah masam, Rico melahap cepat roti nya.
"Punya istri gak punya istri sama aja deh, makan sendiri juga" sindir Rico.
Reina melirik tajam, " Kan aku di sini temani om makan, atau perlu aku panggilan bencong buat nemenin om makan?"
"Ihhh makan bareng kek, atau apa kek"
"Lah udah tua gini, masih juga mikir kaya gitu.Sadar om, sadar umur!!!" ucap Reina.
Wajah Rico semakin menekuk, istri nya benar benar membuat nya makan ati, tapi gemas.
Setelah selesai makan, Rico dan Reina pergi ke rumah orang tua Rico.
Hari ini adalah hari Minggu, jadi Rico tidak ingin pak Harto yang membawa mobil. Tapi dirinya yang akan nyetir sendiri.
Rico juga ingin menghabiskan waktu berdua dengan Reina. Kata orang, semakin sering menghabiskan waktu bersama maka rasa cinta akan semakin tumbuh.
Cinta tidak hanya hadir karena suka kecantikan atau ketampanan, tapi juga hadir karena sudah terbiasa.
__ADS_1
"Gak ajak pak Harto?" tanya Reina ketika melihat Rico berjalan kearah pintu mobil sebelah kemudi.
"Udah masuk aja" kata Rico mendorong Reina masuk ke dalam mobil. Kemudian ia mengitari mobil dan masuk ke bangku kemudi.
"Hari ini, aku ingin berdua saja dengan mu honey"
Reina memutar bola mata nya bosan, Rico semakin hari semakin ngeselin. Pria yang menurut otak dan pikiran Reina sudah tua ini semakin manis dan hangat. Reina mulai merasa takut di hatinya.
Takut ??
Tentu saja,Reina takut ia akan jatuh cinta pada Rico. Dan di saat cinta itu hadir, Rico malah pergi meninggalkan nya.
Perjalanan yang panjang. Rumah orang tua Rico terletak cukup jauh dari rumah Reina. Sekita 2 jam perjalanan.
Di dalam mobil, Reina atau pun Rico tidak ada yang mengeluarkan suara.
Hingga sesuatu melintas di benak Reina, dan jika tidak ia ungkapkan,maka otak nya akan terbebani.
"Om" panggil Reina.
"Hmm...Ada apa honey?" tanya Rico menoleh sekilas pada Reina.
"Bagaimana hubungan om dengan kekasih om? apa dia tahu om menikah?"
Oh astaga, Rico menggeram di dalam hatinya. Ia sangat tidak suka dengan pembahasan ini.
"Hubungan kami sudah kandas, aku dan dia sudah tidak hubungan lagi"
"Kenapa bisa?"
Reina mengangguk pelan, tanda ia mengerti.
"Jadi om serius dengan nya?"
Rico menggeram di dalam hatinya, kenapa istri cantik nya ini terus membahas mantan nya.
"Yah, aku sangat serius. Tapi dia tidak menginginkan aku. Dia lebih memilih mengakhiri hubungan ini hanya karena ia belum siap menikah" jelas Rico lagi.
Reina bersiap ingin mengajukan pertanyaan lagi, tapi Rico mencegatnya.
"Sudah cukup sayang, aku tidak mau membahas hal ini lagi"
Reina mengatup bibirnya rapat.
"Ok om"lirih nya.
"Dan lagi, jangan panggil aku om. Call my name or call me baby"
"Ngaco" decak Reina.
"Aku serius sayang, aku tidak tua. Bahkan hanya beberapa tahun saja dari mu."
"Ya ya ya...Terserah saja" Reina melihat kearah kaca mobil. Bibir nya mencetak sebuah senyuman di sana.
Pemandangan yang indah, membuat Reina tak berhenti tersenyum.
__ADS_1
"Indah sekali" batin Reina.
...----------------...
2 jam perjalanan pun terlewati, mobil Rico terparkir di halaman luas milik keluarga nya.
"Ayo turun sayang" ajak Rico.
Reina mengangguk sembari tersenyum. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan mertua nya yang sangat baik.
Rumah besar bak istana, memilih kolam ikan dan taman bunga yang luar di depan rumah nya.
Reina tampak puas, rumah Rico adalah rumah impian nya. Ada kolam ikan, ada taman bunga. Beginilah yang Reina inginkan, tapi ia tidak bisa membuatnya.
Reina terlalu sibuk di sekolah, jadi ia tidak bisa membuat taman bunga di rumah nya,ia takut tidak terurus.
Rico menggandeng tangan istri nya masuk ke dalam.
"Wahhh menantu ku sudah datang, ayah!!!!.... Ayo cepat keluar, Rico dan mantu kita sudah datang!!" teriak bunda Rico girang.
"Bunda..." Reina memeluk mertua nya, cipika cipiki.
"Ayo duduk sayang, pasti kamu capek banget kan?"
Reina menggeleng, ia sama sekali tidak merasa capek .
"Eh nanti ayah udah datang, apa kabar sayang?"
"Ayah.." balas Reina mencium punggung tangan ayah mertuanya.
Dean Alaska dan ana Alaska tampak antusias dengan kedatangan menantunya.
Sedang Rico?? ia merasa terlupakan oleh ayah dan bundanya.
"Sekarang siapa sih yang jadi anak kandung, kok aku di lupakan yah" sindir nya.
"Iss....Gitu aja cemburu" balas Ana.
"Gimana kalo sama anak nantinya?" sambung Dean.
Tubuh Reina langsung membeku mendengar ucapan mertuanya barusan.
"Itu mah kain bunda, gak mungkinlah cemburu" jawab Rico.
"Memangnya sudah mulai berusaha kamu?" tanya Dean iseng.
"Udah dong ayah, kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Iya kan sayang??" ucap Rico melempar pertanyaan pada Reina. Rico juga sengaja melingkarkan tangan nya pada bahu Reina.
Reina melirik tangan Rico yang parkir di bahu nya, membuat tubuhnya menempel pada Rico.
"Bagus lah, semoga kalian cepat berhasil yah. Bunda udah gak sabar mau menimang cucu" kata bunda Ana.
"Hehe...Iya bunda" Reina hanya bisa cengengesan dan mengiyakan apa yang mertuanya katakan. Meskipun sebenarnya apa yang mereka ucapkan sama sekali tidak terjadi. Hanya sedikit pemanasan saja, itu pun hanya berlangsung sebentar.
...Bersambung ...
__ADS_1