2R Marriage

2R Marriage
Bak di telan bumi


__ADS_3

Setiba nya di apartemen, Rico tidak menemukan istrinya. Apartemen itu terlihat kosong dan tidak berpenghuni.


"Tidak ada" gumam Andrew.


Rico memeriksa semua ruangan yang ada. Namun, tetap saja ia tidak menemukan istrinya di sana.


"Coba telfon teman nya, siapa tahu teman nya bersama nya" usul Andrew.


Rico mengeluarkan ponselnya, mencari nomor kontak Sinta sang adik sepupu.


Beberapa kali panggilan berdering tak kunjung tersambung. Hingga dering ke 6 kali, barulah tersambung dengan Sinta.


"Bangsat! mau ngapain lagi kamu menghubungi ku!" teriak Sinta di seberang sana.


"Di mana Reina?" tanya Rico dengan suara datar.


"Masih berani kau menanyakan sahabat aku huh? masih berani kau???. Dia sudah tidak ada di mana mana. Aku sejak tadi mencarinya, dan ini semua karena kau!"


Klik!


Panggilan pun terputus.


"Hallo...Hal-"


"Di mana?" tanya Andrew ikut penasaran.


Rico memperlihatkan layar ponselnya pada Andrew, Sinta sudah memutuskan panggilan mereka.


"Dia gak bilang?" tanya Andrew.


Rico menggeleng, ia terhenyak di atas lantai kamar yang terasa dingin ketika mengenai kulit tangan nya.


"Aku kehilangan dia An" lirih Rico terdengar pilu.


Rico merasa jantungnya tak henti hentinya berdetak, rasa khawatir dan ketakutan kehilangan Reina menghampiri dirinya.


"Aku yakin kok, Reina pasti kembali!" kata Andrew


"Tapi dia sudah pergi Andre, lihat lah dia tidak ada di sini"


"Siapa tahu dia pergi ke rumah orang tua nya"


Ada harapan, Rico langsung segera bangkit dan berlari keluar.


"Eh mau kemana????" teriak Andrew ikut berlari menyusul Rico.


Rico terus memacu mobil nya dengan kecepatan yang bisa di bilang sangat laju. Lagi lagi jantung Andrew di uji ketahanan nya.


Streeettt.....


Mobil Rico berhenti tepat di depan rumah mewah milik keluarga Reina.


Rico kembali berlari, ia masuk ke dalam rumah dan menemukan bi Nana tengah masak di dapur.

__ADS_1


"Eh tuan Rico" wajah bi Nana terlihat sedikit gugup.


"Bi, Reina ada pulang ke rumah gak?" tanya Rico to the point.


"uhm..Gak ada tuan, bukan nya nona sama tuan? kok tuan malah cariin?" ujar bi Nana mulai berakting, ia bahkan pura pura khawatir.


"Memangnya nona hilang tuan?? bagaimana ini? kemana nona??" panik bi Nana.


"Masa sih bi, Reina gak pulang ke sini" tanya Rico tidak percaya, ia berbalik dan menaiki anak tangga menuju ke kamar Reina.


"Sayang, Reina! kamu di sini kan??" teriak Rico ketika membuka pintu kamar.


Kosong.


Rico masuk lebih dalam ke kamar itu, ia mencari ke kamar mandi dan juga balkon.


"Reina!!!!!" teriak Rico keras.


Namun, tidak ada balasan. Rico mulai putus asa, jantung nya terasa di remas begitu kuat. Ketakutan itu semakin besar.


"Seperti nya Reina tidak ada di rumah ini" ujar Andrew, pria itu telah memeriksa seluruh isi rumah Reina.


"Kemana dia pergi Drew??"tanya Rico putus asa, suaranya terdengar bergetar.


"Kita coba cari tempat lain Rico, tempat yang biasa Reina kunjungi mungkin" kata Andrew lagi.


"Tidak Andrew, Reina tidak suka pergi seperti itu, dia lebih memilih di rumah di bandingkan pergi ke tempat tempat yang gak jelas" jelas Rico. Dia sudah tahu betul sifat istri nya.


Rico dan Andrew kembali ke bawah, menemui bi Nana.


"Sebenarnya apa sih yang terjadi tuan? kok nona hilang?" tanya bi Nana. Wanita baru baya itu menatap Rico dengan tatapan khawatir.


"Humm...Panjang bi, ceritanya sangat panjang" jawab Andrew.


Sedangkan Rico hanya bisa diam, menunduk memikirkan kemana istri nya sebenarnya.


Melihat Rico yang seperti orang tidak bernyawa, bi Nana malah merasa kasian. Tapi, ia sudah berjanji dengan nona mudanya, jika dirinya tidak boleh memberitahu keberadaan Reina di kamar mami papi nya.


"Huh ..Reina, kamu kemana sih sebenarnya??" gumam Rico bertanya pada dirinya sendiri.


...----------------...


Waktu pun berlalu dengan sangat cepat. Rico terus melakukan pencarian isteri nya yang masih belum dapat ia temukan.


Bak di telan bumi, Rico tidak bisa menemukan istrinya di mana pun.


Rico sudah menghubungi keluarga nya dan juga keluarga Reina. Mereka tidak ada yang mengetahui di mana keberadaan Reina.


Mami dan papi Reina juga sudah mengerahkan orang orang kepercayaan nya untuk mencari putri mereka.


Andrew menatap sahabatnya yang sudah seperti gelandangan. Penampilan Rico sangat kacau, bahkan dirinya tidak terlalu peduli dengan makan dan minum nya.


Sering Rico hampir pingsan karena terlalu telat makan. Pria keras kepala itu menghukum dirinya sendiri sebagai penyesalan telah membuat kesalahan pada istrinya yang sangat pintar bersembunyi.

__ADS_1


Tanpa Rico dan orang lain ketahui, bahkan Sinta pun tidak tahu jika Reina berada di rumah nya sendiri.


Gadis itu mengelabui semua orang, Reina juga sudah meminta kepada pihak sekolah bahwa dirinya akan melakukan kegiatan belajar secara daring.


Atas kekuasaan papi dan mami nya, Reina pun di beri akses oleh pihak sekolah dan semua ini di rahasiakan dari semua orang.


Orang tua Reina terpaksa berbohong pada Rico demi memenuhi permintaan putri mereka yang saat ini sama seperti kondisi Rico.


Gadis itu sudah beberapa kali di infus, tubuh nya terasa semakin lemas karena makan dan tidur tidak teratur.


Sepanjang malam Reina hany bisa menangis dan memaki dirinya sendiri yang tidak bisa mengendalikan hati nya sendiri.


Jujur saja, Reina sudah jatuh hati pada Rico. Tapi, ia juga merasa bersalah karena sudah menjadi penghalang hubungan suaminya dengan mantan kekasih suaminya.


Reina berpikir jika Rico berbohong padanya agar dirinya tidak merasa sakit hati jika mengetahuinya.


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur 2 Minggu.


Liburan yang harus nya Reina nikmati bersama orang tuanya di luar negeri seperti yang Rico janjikan.


Tapi, semua tidak berjalan lancar. Masalah mereka semakin besar dan akhirnya seperti ini.


Sinta sahabat Reina, berdiri di depan gerbang sekolah menunggu kedatangan Reina yang sudah 2 Minggu lebih tidak bertemu.


"Dia datang gak yah??" gumam Sinta penuh harap.


Kringg!!!!!!!!!


Bel sekolah pun berbunyi, tapi Reina masih belum terlihat.


Hufff..


Sinta mendengus gusar, ternyata gadis itu tidak datang.


"Sinta!"


Gadis itu menoleh, ternyata Adam yang memanggilnya.


"Kok kamu di sini sendirian?" tanya Adam heran, ia tidak melihat Reina bersama Sinta.


"Hum..Reina tidak masuk" jawab Sinta lesu.


"Kok kamu lemas gitu sih? memangnya Reina kemana?"


"Aku juga gak tahu Adam, kalau aku tahu, tidak mungkin aku berada di sini" ketus Sinta. mood nya sedang tidak baik. Tapi Adam malah banyak bicara.


"Ya sudah, aku mau masuk dulu!"


Sinta pergi begitu saja, meninggalkan Adam yang terlihat bingung dengan sikap Sinta.


"Pms kali yah" gumam nya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2