2R Marriage

2R Marriage
Sepenasipan


__ADS_3

Rico pulang, dirinya kaget saat mendapati apartemen nya gelap gulita.


"Apa Reina belum pulang?" pikir Rico sambil melihat jam tangan nya yang sekali tekan langsung bercahaya.


"Gak mungkin, sekarang sudah pukul 11.40 malam, pasti Reina sudah pulang"


Teg.


Rico menghidupkan lampu, lalu melangkah menuju ke kamar nya.


Lagi lagi pria itu terkejut, kondisi kamar nya juga Dalma keadaan gelap. Rico menjadi ragu jika istri nya di rumah atau tidak.


Reina adalah type gadis yang sangat takut dengan gelap dan hujan deras saat sendirian di rumah.


Tangan Rico meraba dinding, mencari stok kontak lampu kamar.


Teg.


Mata Rico menangkap sosok istri nya tidur di atas tempat tidur. Ia berpikir jika istri nya tidur dari sore hingga malam tanpa sadar sudah gelap.


Pria itu lupa, beberapa jam yang lalu istri nya mengirim pesan padanya.


Merasa hal ini wajar, Rico pun melangkah menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Reina yang berbaring miring di ranjang membuka mata nya ketika mendengar suara pintu kamar mandi tertutup.


Bening kristal menetes dari sudut matanya.


"Kamu mulai berubah mas" batin Reina, hatinya terasa sangat perih.


Cukup lama Reina menangis dalam diam, akhirnya ia menghapus air matanya lalu kembali pura-pura tidur saat Rico membuka pintu kamar mandi. Reina sengaja mengacak acak rambutnya agar menutupi wajahnya.


Rico selesai berpakaian, ia merasa tubuhnya sangat lelah. Sebentar Rico melirik kearah istri nya. Tatapan mata itu sulit di artikan, entah apa yang saat ini pria itu pikirkan.


Setelah cukup lama menatap istrinya, Rico naik ke atas ranjang lalu berbaring terlentang.


Reina kaget, biasanya Rico akan memeluknya sebelum tidur, atau sekedar mengusap rambut nya.


Malam ini, Rico tidak melakukan apapun. Reina menjadi semakin sedih, Rico benar benar berubah.


***********


Pagi hari nya, Rico terbangun pukul 7.30. Ia meraba raba sisi samping nya.


"Kosong?"


Rico langsung membuka mata dan melihat kearah samping.


Reina sudah bangun lebih dulu dari nya dan sudah berangkat ke sekolah tanpa membangunkan dirinya.


Rico melangkah keluar dari kamar, ia berpikir istri nya sedang menyiapkan sarapan.


Namun tetap tidak ada, Reina tidak ada di mana pun. Rico melihat ke arah meja makan. Ada secarik kertas yang di tempat di atas tumpukan buah.


'Aku berangkat duluan mas, ada kegiatan sekolah yang harus aku kerjakan pagi ini.

__ADS_1


#Reina


Rico bernafas lega,menatap secari kerta yang istri nya tinggalkan. Ia meraih apel merah, lalu melahap nya sebagai sarapan.


Di sisi lain, Reina baru saja tiba di sekolah. Ia menatap sekolah yang masih sangat sepi itu.


Hanya beberapa siswa siswi ya g baru datang. Seperti nya mereka adalah anggota OSIS.


Reina melangkah menuju ke kelas, tiba-tiba seseorang menarik tangan nya, dan membawa nya ke gudang sekolah tanpa sempat Reina memberontak.


Blam~


Pintu tertutup rapat, Reina bergetar ketakutan. Ia menatap orang yang telah membawa nya ke gudang sekolah.


"Adam?" Tanya Reina ketakutan.


"Iya, ini aku! Kamu terkejut??" Sindir Adam tersenyum kecut. Ia sebenarnya tidak mau melakukan ini, tapi tidak ada cara lain selain menyeret paksa Reina ke tempat yang tidak ada orang lain.


"Kenapa kamu lakukan semua ini Adam? Kamu tidak pernah kasar pada ku, bahkan kamu tidak pernah membentak ku!" Reina menatap tidak percaya pada pria yang pernah ia cintai.


"Kamu tidak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan nya Reina, karena itu aku melakukan semua ini"


"Tidak ada yang perlu di jelaskan Adam, aku sudah muak dan tidak mau berurusan lagi dengan mu!"


"Tapi kamu harus tahu semuanya Reina!" Sela Adam berteriak.


Mendengar teriakan Adam, Reina langsung terdiam dan semakin bergetar ketakutan. Pria ini terlihat sangat emosi, Reina takut dia bisa saja melakukan apapun padanya.


Adam berlutut di hadapan Reina, memegang kedua tangan Reina.


Reina menarik cepat tangan nya, tapi di tahan oleh Adam.


"Aku memang salah Reina, aku selingkuh. Bukan, aku tidak bermaksud mengkhianati kamu. Papa aku sakit, dia menjodohkan kau dengan wanita itu dan aku terpaksa berpura-pura berkencan dengan nya demi kesembuhan papa aku Reina"


Deg.


"Aku bersumpah Reina, aku sangat mencintai kamu!!!"


"Jadi...Kamu di jodohkan???" Tanya Reina.


Adam mengangguk cepat, ia sangat menyesal telah mengecewakan Reina.


Huffff......


Reina menarik Adam agar berdiri kembali, menatap wajah yang entah sejak kapan basah.


"Adam, maaf aku salah selama ini. Tapi, seperti nya kita memang gak di takdirkan untuk bersama"


Adam mendongak, menatap wajah Reina yang setara dengan tinggytubuhnya.


"Aku minta maaf Reina, tapi sumpah ini bukan keinginan aku"ucap Adam berusaha untuk menjelaskan.


"Aku tahu Adam, karena aku juga mengalami hal yang sama dengan kamu"lirih Reina, satu tangan nya menyeka air mata yang ingin terjun dari pelupuk mata nya setiap kali mengingat Rico.


"Maksud kamu? Kamu juga di jodoh kan?"

__ADS_1


Reina mengangguk pelan, ia hanya bisa menunduk di hadapan Adam.


"Sejak kapan?" Tanya Adam.


"1 hari sebelum aku memergoki kamu dengan wanita itu" jawab Reina jujur.


"Kenapa dunia ini tidak adil yah Rei?" Adam menghela nafas berat. Lalu menghembuskan nya secara perlahan.


"Dunia ini adil Adam, kau dan ku mendapatkan hal yang sama" cicit Reina.


"Baiklah Reina, aku hanya bisa berdoa agar kamu dan pasangan kamu mendapatkan kebahagiaan " ucap Adam berharap.


Reina tersenyum kecut "semoga" sahutnya.


Akhirnya, keduanya pun berbaikan dan berdamai dengan keadaan.


Reina kembali berhubungan baik dengan Adam.


Sinta yang tahu Reina berangkat ke sekolah lebih awal, mencari Reina ke seluruh penjuru sekolah.


"Kemana tu anak?"


Sinta benar benar panik, semua kemungkinan merasuk ke dalam otak nya.


Ketika mencari di belakang sekolah, Sinta melihat Reina berjalan beriringan dengan Adam.


"Sini kamu!" Sinta menarik Reina dan menyembunyikan gadis itu ke belakang tubuhnya.


"Mau apa lagi kamu Adam?" bentak Sinta.


"Sin,, gue bisa jelasin sama kamu" kata Reina mencoba menjelaskan, tapi Sinta malah menatapnya tidak percaya


"Kamu bela dia Rei? apa kamu termakan bujuk rayu dia lagi?"


"Tidak Sin, semuanya salah paham"


Sinta menggeleng, ia kembali menatap Adam sinis.


"Apa yang kamu katakan pada Reina? kenapa dia bisa baik lagi sama kamu huh? kamu belum cukup sakiti dia????"


Huff....


Adam menatap malas pada Sinta, lalu beralih menatap Reina.


"Kamu urus aja teman kamu ini yah, di jelasin juga dia gak bakal ngerti"


Adam pergi begitu saja, membuat Sinta semakin mencak mencak.


"Sinta, semua ini salah paham. Dan aku sama Adam juga gak balikan kok. Dia itu senasib sama ku" jelas Reina.


"Maksud nya?"


"Makanya orang ngomong itu di denger, jangan asal nyerocos aja!"


"Hmm..... Maaf deh....Jelasin yah" bujuk Sinta merasa salah.

__ADS_1


__ADS_2