2R Marriage

2R Marriage
Kejutan berujung malapetaka


__ADS_3

Setiba nya di kantor Rico, Reina dan Sinta langsung masuk ke dalam lift. Sinta menekan tombol nomor lantai tempat Rico bekerja.


"Kamu udah pernah ke sini?" tanya Sinta.


Reina menggeleng, ia belum pernah datang ke kantor suaminya. Meskipun Rico sering mengajak Reina untuk di perkenalkan pada semua pegawainya. Tapi, Reina menolak dengan alasan belum siap dan belum waktunya untuk di publikasikan.


"Kenapa?? kalian kan udah sah secara hukum dan pemerintah, hanya belum di umumkan aja" cerocos Sinta.


"Udah lah Sin, aku nya yang gak mau kok" balas Reina mengalihkan pembicaraan.


Ting~


Pintu lift terbuka, Reina dan Sinta langsung keluar dari dalam lift. Lalu melangkah menuju ke ruangan Rico.


Lantai 25, adalah lantai khusus untuk ruangan Rico dan beberapa staf yang di butuhkan oleh Rico.


"Sepi"


Itulah kata yang terpikir oleh gadis itu. Berbeda dengan Sinta yang sudah terbiasa dengan situasi kantor Rico.


Di depan pintu besar, Reina mengangkat tangan nya yang terkepal seperti tinju, untuk mengetuk pintu ruangan Rico.


Tapi, Sinta melarang nya.


"Reina, kita itu datang untuk memberi kejutan. Jadi, tidak perlu mengetuk pintu" jelas Sinta.


Reina hanya mengangguk mengerti, jantung nya berdetak cepat. Ada rasa senang dan juga penasaran. Tapi, jauh di lubuk hati Reina ada rasa ketakutan dan rasa akan ada sesuatu yang terjadi dalam hidupnya.


"Gimana kalau Rico sedang meeting? bagaimana kalau kita mengganggunya?" lirih Reina khawatir.


"Tidak Reina sayang, kak Rico akan sangat senang. Meskipun mereka meeting, atau apapun itu tidak penting. Dirimu lah yang paling penting!" ujar Sinta.


Reina kembali diam, ia membiarkan Sinta melakukan apapun yang ingin ia lakukan.


Sinta menatap Reina dengan tidak sabaran, lalu meraih ganggang pintu dan langsung mendorong nya.


"Taraaa!!!!!!?" teriak Sinta riang.


Deg!


Reina yang berdiri di belakang Sinta tersenyum manis dengan lembaran kertas di tangan nya.


Matanya yang melihat kearah lantai perlahan terangkat menatap ke depan.


"Reina?"


Rico terkejut, Sinta yang tadinya girang berubah menjadi diam dan mata melebar.


"Kak Rico!" pekik Sinta.


Reina tak bergeming, kertas yang tadi ia pegang jatuh bersamaan dengan air matanya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, saat ini Rico tengah duduk di atas kursi kerja nya dan Liora tengah duduk di atas pangkuan nya.


Cepat cepat Rico mendorong tubuh wanita itu, lalu mengejar Reina yang sudah berbalik pergi.


"Reina!!" panggil Rico.


Gadis itu sudah berlari keluar, Rico hendak mengejarnya tapi di tahan oleh Sinta.


Sedangkan Liora, wanita licik itu malah tersenyum penuh kemenangan.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Rico.


"Aku gak nyangka yah, kakak tega melakukan ini sama sahabat aku."


"Sinta, ini gak seperti yang kamu pikirkan"


"Apa kak? gak seperti yang aku pikirkan??? " Sinta menarik nafas, emosi nya benar benar naik ke ubun ubun.


"Semua nya sudah jelas kak! Aku pikir sahabat aku bakalan bahagia dengan orang yang aku anggap sebagai panutan. Ternyata kakak yang menghancurkan sahabat aku sendiri!!!" Sinta histeris, ia memukul mukul dada Rico.


"Aku akan menjelaskan sama Reina" ujar Rico.


"Gak perlu!!! Kakak gak usah temui sahabat aku lagi!!!", bentak Sinta marah. Ia menatap penuh kemarahan Rico.


Sinta mendorong tubuh Rico yang mendadak menjadi lemah.


Sinta keluar dari ruangan Rico, ia berselisih dengan Andrew yang hendak masuk ke dalam ruangan Rico.


Andrew terheran, ia hendak menyapa Sinta, tapi wajah gadis itu sangat merah seperti menahan amarah.


"Dia kenapa?" gumam Andrew. Pria itu masuk ke dalam ruangan, lalu kaget melihat kehadiran Liora dan juga Andrew yang berdiri mematung menatap kearah pintu.


"Boss, ada apa ini?" tanya Andrew bingung.


Rico tak menjawab, pria itu malah berbalik dan menatap Liora tajam.


"Keluar kau dari ruangan ku! jangan pernah muncul lagi di hadapan ku!!!" usir Rico dengan suara tertahan.


"Apa kesalahan aku Rico, aku hanya ingin kita kembali!!"


"Diam!!! aku tidak menginginkan kamu!!!! kamu hanya membawa petaka bagi ku! jika bukan karena proyek itu, aku tidak akan membiarkan mu masuk tadi!!!" bentak Rico.


Sebenarnya, yang terjadi adalah kesalahpahaman, Liora datang sebagai utusan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Rico.


Wanita licik itu berusaha untuk menggoda Rico. Memakai pakaian sexy dan juga naik ke atas pangkuan Rico.


Pria itu sudah memperingatkan wanita itu beberapa kali. Saat ia hendak mendorong Liora menjauh dari tubuhnya, pintu ruangan kerja nya tiba-tiba terbuka lebar.


Semua nya terjadi begitu saja, Rico masih bingung dengan semua malapetaka ini.

__ADS_1


"Kau akan menyesal telah mengusirku!" Rajuk Liora marah.


"Tidak akan, aku akan langsung memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan mu itu!" balas Rico dingin.


Andrew menarik tangan Liora agar ia Kelu dari ruangan itu. Tapi di tepis oleh Liora.


"Jangan menyentuh aku!" dengus nya marah.


Andrew mengangkat tangan nya, lalu membukakan pintu selebar-lebarnya.


Setelah wanita itu keluar, Andrew menutup pintu dan menguncinya.


"Aarrrgggggg!!!!!!!" teriak Rico melampiaskan kemarahan nya.


Seperkian detik kemudian terdengar suara barang barang di lempar ke sembarangan arah. Vas bunga dan beberapa benda kaca lain nya menjadi sasaran dan pecah menghantam dinding.


"Boss!!!" panggil Andrew.


"Kenapa semua nya malah jadi kacau Andrew??" erang Rico pilu. Semua masalah bertubi tubi datang menghampiri nya.


Perusahaan yang Rico bangun dengan hasil jeri payah nya sekarang berada di ambang kebangkrutan.


Pria itu sibuk mengurus perusahaan nya hingga tidak sempat memanjakan istri nya.


Sekarang perlahan semua mulai membaik, tapi malah muncul masalah di antara dirinya dan istri tercintanya.


"Sabar boss, aku yakin Reina pasti akan mengerti jika Boss menjelaskan padanya."


"Tidak Andrew, aku dapat merasakan betapa kecewanya Reina pada diriku. Dia pasti tidak akan memaafkan aku" kata Rico.


"Aku yakin nona akan mengerti, sekarang boss cukup beri dia waktu untuk menenangkan diri saja"


Rico tak menjawab, ia terduduk lemas di kursi kebesaran nya. Satu tangan nya terangkat keatas memijat pelipisnya .


Andrew hanya bisa menghela nafas melihat semua masalah yang menimpa boss sekaligus sahabat nya itu.


Tanpa sengaja Andrew melihat lembaran kertas di lantai. Karena penasaran, pria itu langsung memungutnya dan melihat kertas apa itu.


"Astaga, Genius sekali" pekik Andrew tertahan. Ia melihat daftar nilai sempurna dari seorang Reina.


"Kenapa?" tanya Rico mulai tertarik.


Andrew pun, membawakan lembaran kertas itu ke hadapan Rico.


"Lihat boss, istri anda benar benar genius!" ujar Andrew tidak percaya. Bisa bisanya gadis itu mendapat nilai sempurna di setiap mata pelajaran nya.


Mata Rico membaca kata demi kata yang tertulis di sana. Ada rasa bangga terselip di hatinya.


"Ternyata kamu mau memberi aku kejutan honey, tapi aku malah menghancurkan nya. Maafkan aku honey" Hati Rico kembali terasa sakit, ia kecewa pada dirinya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2