2R Marriage

2R Marriage
Ujian Pertama


__ADS_3

Reina duduk gelisah di bangku nya, ia sedikit gugup menunggu guru membagikan soal ujian.


Jantung nya berdetak kencang, sungguh ini sangat membuat dirinya gregetan.


Drrtt..


Ponsel yang tergeletak di atas meja Reina bergetar. Gadis itu langsung meraihnya dan melihat pesan gambar yang suaminya kirim.


Reina tersenyum manis, di dalam pesan itu terdapat foto selfi Rico yang membentuk tangan nya seperti Love. Caption nya adalah. 'Semangat istri ku!'


Seketika hati Reina terasa seperti tergelitik. Suaminya sangat pandai membuat mood nya membaik.


Reina jadi ingat perkataan suaminya tadi pagi, harus tenang, yakin dan berusaha sebisa mungkin.


"Baiklah anak anak, silahkan kumpulkan semua tas dan juga hp kalian!" titah Bu guru.


"Baik Bu!!!"


Sinta menyenggol bahu Reina, lalu mengajak nya untuk mengumpulkan semua barang barangnya kecuali alat tulis.


Setelah mengumpulkan tas dan hp nya ke depan, Reina dan Sinta kembali ke kursi masing-masing. Mereka saling melepas pandang, lalu mengangguk secara bersamaan.


Seolah olah keduanya mengatakan semangat dan berusaha semaksimal mungkin. Berdoa untuk diri mereka masing-masing.


Bu guru pun membagikan soal ujian dan juga kertas jawaban.


"Fokus dengan soal ujian masing masing! Tidak ada yang boleh kiri dan kanan! Kalian mengerti!!"


"Mengerti Bu!"


Seketika kelas menjadi hening, semua murid fokus dengan lembaran kertas masing masing.


Begitu juga dengan Reina dan Sinta.


Reina memejamkan matanya sebelum melihat soal ujian. Ia berdoa di dalam hati agar mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar.


"Bismillah" gumam Reina. Lalu membaca soal pertama.


Satu, dua soal Reina mulai mengerjakan nya. Ia terlihat tidak begitu kesulitan. Karena mengikuti perkataan Rico, ia tidak boleh panik. Harus tetap tenang, maka otak nya akan lancar mencerna permasalahan yang ada di dalam soal ujian.


"Terimakasih suami ku" ungkap Reina dalam hati, ia sangat sangat berterimakasih pada suaminya.


20 menit lagi, waktu tidak banyak tersisa. Reina masih mencoba untuk tetap tenang. Hanya tersisa 4 pertanyaan lagi.


Sinta menyelesaikan ujian nya, ia meletakkan semua peralatan nya di atas meja, lalu mengangkat tangan keatas. Sinta menoleh kearah Reina, ternyata sahabat nya juga melakukan hal yang sama.


"Reina, Sinta. Silahkan keluar. "

__ADS_1


"Baik Bu"


Reina dan Sinta menjadi 2 pertama yang menyelesaikan ujian dikelas. Lalu setelah itu di susul oleh ketua kelas dan teman yang lain.


"Hufff....Aku gregetan banget. Pertanyaan nya banyak yang nipu!" ungkap ketua kelas


"Makanya ketua kelas tersayang, soal itu di pahami dengan baik"


"Udah Lo baby honey" balas ketua kelas


"Terus, kok masih nipu."


"Yah karena gak di tangkap polis, jiaaaa...." Sinta dan Reina langsung tertawa bersama, sedangkan ketua kelas malah merajuk.


Kring!!!!!!


Bel ujian kedua akan di mulai telah berbunyi. Siswa siswi langsung bergegas masuk ke dalam kelas.


"Tetap tenang dan tidak boleh panik!" gumam Reina dan Sinta kompak. Mereka tersenyum bersama, moto mereka sama, yaitu peringatan dari Rico.


Kembali hening, peraturan yang sama di jelaskan oleh Bu guru. Semua murid langsung menyimpan tas dan hp mereka ke depan.


Reina kembali menutup matanya, menarik nafas dalam. Lalu menghembuskan nya secara perlahan, berusaha untuk membuat dirinya tenang dan santai.


Bu guru membagikan keras soal ujian dan juga jawabannya.


"Terimakasih bu" kata Reina menerima kertas ujian nya.


"Baik Bu!!!"


Semua murid langsung fokus, hening dan sepi, yang terdengar hanya suara kertas di balik atau di gerakkan saja. Bahkan nafas anak anak juga tidak terdengar.


Apa mereka tidak bernafas??? Oh tidak, tentu saja mereka bernafas, mati dong kalau tidak bernafas.


Mereka sangat fokus, dan ini adalah ciri khas anak IPA, betul tidak?.


Jika di sekolah sibuk ujian, berbeda dengan Rico yang baru saja menyelesaikan meeting nya.


Rico dan Andrew masuk ke dalam ruangan kerja Rico.


Saat membuka pintu, mereka kaget melihat kehadiran Liora yang sedang duduk di kursi depan meja kerja Rico.


"Hai sayang, akhirnya kamu datang juga"


Liora menghampiri Rico, bergelayut manja di lengan pria itu.


Andrew menahan nafas, ia tidak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


"Lepas Liora! kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, sejak kamu memilih pergi! aku dan kamu sudah putus!!!" bentak Rico tegas.


"Sayang maafkan aku, aku tidak bisa menolak kesempatan bagus untuk karir ku. Sekarang aku janji, aku akan selalu berada di sisi mu!"


Cih.


Rico kembali menepis tangan Liora saat kembali mencoba mendekati dirinya.


"Aku tidak Sudi lagi Liora, aku harap kamu bisa melupakan aku. Aku sudah punya istri!" tegas Rico.


"Nona, sebaiknya. Nona menjaga jarak dengan boss kami, dia sudah punya istri!" jelas Andrew.


"Diam kau! aku tidak berbicara dengan orang rendah seperti mu!" bentak Liora pada Andrew.


"Berani sekali mulut mu Liora! dia sahabat ku!" balas Rico membentak.


Liora terkejut, ia tidak menyangka Rico berani membentak nya. Dulu Rico sangat menyayanginya, bahkan rela mengusir asisten nya itu demi membela dirinya. Tapi sekarang???


Liora menggeleng, ia tidak akan membiarkan Rico membenci dirinya. Ia harus mendapatkan Rico dan hartanya.


Sedangkan Andrew hanya menggeleng melihat betapa tidak tahu malunya Liora.


Sejujurnya, Andrew sejak lama tidak menyukai Liora. Gadis yang tidak memiliki etika yang baik.


Jauh berbeda dengan Reina, Meskipun pecicilan, asl celpok kalo ngomong. Tapi, Reina melihat lawan bicaranya, ada rem dan gas di dalam kalimat nya. Tidak asal gas dan tabrak.


"Boss, apa perlu saya panggilkan satpam?" tawar Andrew.


Liora melotot, ia hendak menampar Andrew. Tapi Rico menghentikan nya. Ia benar-benar terhina saat ini di mata Rico dan Andrew.


"Wanita sampah seperti mu tidak cocok untuk ku, dan tidak berhak berada di sekitar ku!"


"Rico??" Liora syok, ia benar-benar tidak menyangka Rico akan mengucapkan kata kata pedas itu.


"Kenapa? kaget? dulu aku emang gak kaya gini sama kamu. Aku selalu mengikuti apapun yang kamu mau."


Rico menggeleng.


"Tapi sekarang, aku sadar. Ternyata kamu memang gak baik untuk aku. Aku bersyukur kamu sudah menolak aku berkali kali. Kamu meninggalkan aku berkali kali. Hingga aku menemukan istri aku sekarang "


"Bocah ingusan itu???" sela Liora tak habis pikir.


"Diam kau! meskipun dia masih SMA. Tapi dia lebih berperasaan dan berperilaku baik dari pada kamu!!!" bentak Rico.


"Rico, buka mata kamu. apa kamu lupa dengan kenangan kita???? apa kamu lupa????"


"Aku tidak lupa Liora, malah aku sangat ingat. Masa masa di mana otak aku gak bisa mengontrol diri aku sendiri. Mencintai wanita seperti kamu!"

__ADS_1


Liora mendekati Rico, lalu bergerak hendak memeluk nya. Tapi Rico menghindar.


"Bawa dia keluar!" titah Rico. Ia berbalik membelakangi Liora.


__ADS_2