2R Marriage

2R Marriage
Roti Sobek


__ADS_3

Rico pulang ke apartemen, ia mendapati istrinya sedang tidur di sofa.


Hari ini Rico pulang larut malam, proyek baru membuat dirinya lembur dan tidak bisa menjemput Reina pulang sekolah.


Di tatap nya wajah damai Reina yang tampak nyenyak dalam tidur.


"Cantik banget, kalo kamu lagi tidur begini" tangan Rico terangkat mengelus rambut panjang Reina.


Cup~


Satu kecupan mendarat pada dahi Reina. Gadis itu menggeliat sedikit, namun masih tidak bangun.


"Maaf jika aku membuat mu menunggu lama honey"


Rico mengangkat istri nya masuk ke dalam kamar, membaringkan Reina dengan sangat hati hati di atas ranjang.


Rico tersenyum, lalu dahi nya mengerut saat mendapati buku pelajaran di tangan istrinya.


Sembari menunggu Rico pulang, Reina terus membaca buku pelajaran nya agar bisa menjawab ujian besok pagi.


"Kasian istri ku, dia belajar sangat giat hingga tertidur"


Setelah puas menatap wajah istri nya, Rico memutuskan untuk pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya.


Seharian bekerja keras, membuat Rico merasa tubuh nya sangat lengket.


Jika di ikuti apa keinginan hati. Rico sangat ingin, langsung memeluk istrinya dan ikut terjun ke dunia mimpi bersama.


Cup~


"Aku mandi dulu sayang" bisik Rico pelan setelah kembali mengecup dahi Reina.


Pria itu masuk ke kamar mandi, ia tidak tahu jika Reina mulai menggeliat dan terbangun.


Reina mengedipkan mata nya berkali kali mencoba mengumpulkan kesadaran nya.


"Kok aku di kamar?bukan nya aku tadi di luar yah? nunggu mas Rico?"


Blurrr......


Reina menoleh kearah kamar mandi, terdengar suara guyuran air jatuh dari seseorang yang sedang mandi.


"Apa itu mas Rico?" pikir Reina.


"Mungkin saja dia yang memindahkan aku ke sini" ujar Reina menebak.


Tebakan nya tentu saja benar, jika bukan Rico siapa lagi yang bisa masuk ke dalam apartemen nya ini.


Reina bangun, ia melihat jam dinding yang terpaku di sebelah meja belajar nya.


"Udah jam 10, mas Rico udah makan belum yah?"


Ceklek.


Reina langsung duduk, ia menatap Rico dengan senyum mengembang


Tuh kan bener, Rico yang memindahkannya ke kamar.


"Eh kamu udah bangun sayang?" tanya Rico kaget melihat istrinya duduk di tepi ranjang.


Reina tidak langsung menjawab, untuk beberapa detik gadis itu malah terpanah dengan otot otot Rico yang terpampang jelas di matanya.

__ADS_1


Rico saat ini hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Roti sobek!" gumam Reina keceplosan.


Deg.


Reina tersadar, ia menjadi malu.


Ia takut jika Rico salah paham.


"Maksud aku, aku mau makan roti sobek" alih Reina, ia mengangguk seakan ragu dengan ucapan nya sendiri.


Rico melongo, sejujurnya ia tidak mendengar apa yang istrinya katakan.


"Sayang, kamu ngaco? kok angguk, geleng gitu sih?"


Rico semakin mendekat, detak jantung Reina semakin tidak beraturan.Matanya masih tertuju pada perut kotak kota Rico.


Air liur seakan ingin menetes di sudut bibirnya.


"Jangan mendekat!!!" teriak Reina, membuat Rico seketika berhenti dan menatap istrinya aneh.


"Ada apa sayang? kamu kenapa? mimpi buruk?"


Reina tidak menjawab pertanyaan Rico, ia malah turun dari ranjang, lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi dengan menutup pintu nya keras.


Blam~


Rico menatap kearah kamar mandi, sikap Reina membuat nya heran.


"Kamu kenapa sih sayang?" gumam Rico.


Pria itu pergi ke kaca, ia melihat penampilan nya.


Di dalam kamar mandi, Reina berusaha untuk menenangkan debaran jantung nya.


Ini sangat berbahaya, Reina tidak mau malu di depan Rico. Meskipun masih kecil, tetap saja Reina adalah wanita normal.


"Kenapa tu om om menggoda banget, aku kan jadi pengen ngelus!!!"


Reina mendekati wastafel, menatap pantulan wajah nya yang memerah di kaca wastafel.


"Ayo dong Rei, kamu bisa bersikap biasa saja" gumam Reina menepuk nepuk wajah nya. Sesekali Reina membasuh beberapa kali wajah nya agar tersadar dari dunia halu.


"Oke, kita bersiap untuk keluar"


Tarik nafas berkali kali, lalu menghembuskan nya secara perlahan.


"Dia suami kamu Reina, kamu bisa bersikap biasa aja di depan dia"


Setelah memastikan dirinya sudah kembali tenang dan bersikap biasa saja. Reina keluar dari kamar mandi.


Gadis itu melirik ke sana kemari mencari keberadaan suaminya.


"Kemana dia?"


Reina berjalan menuju ke ranjang, suaminya tidak terlihat di mana pun.


Ceklek~


Deg.

__ADS_1


Reina langsung berbalik, penasaran dengan penampilan suaminya apakah masih telanjang dada atau sudah kembali mengenakan baju.


Fyuuu....


Rico sudah mengenakan baju tidur, Reina bisa bernafas lega.


"Kamu cari siapa hon?"


"Aku cari kamu lah beb, aku mau nanya sudah makan atau belum" cengir Reina.


"Oh aku belum makan beb, aku pastinya nunggu makan sama kamu lah" jawab Rico, ia berjalan mendekati istri nya, lalu menggandengnya menuju ke meja makan.


Reina menurut saja ketika suaminya menggandeng dirinya ke meja makan.


"Ayo sayang, kita makan" ajak Rico.


"Tapi aku-"


Reina terdiam, ia ingin mengatakan kalau dia belum masak atau pesan makanan pada Rico. Tapi, hidangan di atas meja membuat ucapan Reina kembali tertelan.


"Ini mas yang masak?" tanya Reina tidak percaya.


"Gak lah sayang, masa aku selagi itu sih" jawab Rico.


"Terus??"


Dari arah dapur, muncul seseorang yang sangat Reina rindu kan.


"Ayo tuan, nona kita makan sama sama"


"Bi Nana???" Reina terkejut, ia langsung menghampiri bi Nana yang entah sejak kapan berada di rumah ini.


"Bi Nana kapan datang?" tanya Reina hari, ia memeluk bi Nana penuh kerinduan.


"Tadi lah sayang, aku tadi jemput bi Nana ke panti asuhan. Kata bi Nana dia mau semangati kamu ujian besok pagi"


Reina kembali memeluk bi Nana, ia sangat merindukan wanita ini.


"Aku kangen banget sama masakan bi Nana" ungkap Reina, ia beralih ke makanan yang terhidang di meja makan.


"Wangi banget" Reina menghirup aroma yang selama ini ia rindukan.


"Coba endus aku juga lah beb, aku pengen juga" kata Rico mendekatkan ketiak nya ke hidung Reina.


"Ih apaan sih, bau tau!"


"Eh aku udah mandi ayang, bahkan kamu sampe ngences tadi" kekeh Rico.


Sedangkan Reina malah menunduk malu mendengar ocehan Rico.


"Sudah sudah, ayo kita makan sekarang" lerai bi Nana.


Reina langsung bersemangat, ia menerima sepiring nasi dan lauk pauk yang bi Nana masak.


"Makasih yah bi udah mau datang ke sini. Reina senang loh"


"Bibi juga senang lah non, nona harus makan banyak yah. Biar otak nya encer saat menjawab soal ujian"


"Iya bi"


Bi Nana tersenyum senang, hati nya menghangat menatap kebaikan Reina dan juga suaminya.

__ADS_1


Hati mereka sungguh luar biasa, menganggap pembantu seperti keluarga. Bi Nana merasa sangat beruntung memiliki majikan seperti mereka.


__ADS_2