
Di dalam mobil, Reina masih terlihat diam. Memalingkan wajah nya ke arah kaca mobil.
"Sayang, kamu masih merajuk? maaf deh, kalo aku salah"
Tak ada sahutan, Reina masih membisu. Kedua tangan nya memegang erat bekal yang bi Nana berikan pada Rico, lalu Rico beri pada Reina yang sama sekali gak mau lihat ke arah nya.
"Honey!!" Tangan Rico meraih tangan Reina, namun di tepis cepat oleh Reina.
"Jangan sentuh sentuh!"
"Tapi kita udah muhrim honey"
Reina kembali diam, ia tidak mau berdebat dengan Rico.Rasa kesal nya masih menggunung di dalam hati.
Sedangkan pak Harto malah menggeleng melihat tingkah pengantin baru yang tidak pernah akur, barang semenit saja.
Ada aja yang mereka perdebatkan setiap saat.
Pukul 7. 10.
Rico menatap jalanan yang macet, istri nya yang merajuk pasti akan terlambat jika begini terus.
"Pak,apa tidak ada jalan lain? kalau begini cara nya istri saya bisa terlambat"
Reina tersenyum, meskipun ia tidak menoleh pada Rico. Tapi telinganya terfokus mendengar ucapan Rico.
Dalam situasi seperti ini, Rico sangat memperhatikannya. Reina merasa sedikit bersalah pada suaminya itu.
"Maaf tuan,tapi kita berada di posisi tengah. Tidak bisa bergerak ke mana mana. Jalanan sangat padat" jelas pak Harto.
Rico terlihat gelisah dan cemas. Ia menoleh pada istri nya lagi, dan saat itu bertepatan dengan Reina yang mencuri pandang padanya.
Cepat cepat Reina mengalihkan lirikan matanya ke depan.
Meskipun berpura-pura, Rico tahu jika istri nya sedang memperhatikan nya.
"Sayang, kalau begini cara nya Kita pindah rumah aja.Kita tinggal di apartemen aku yang jarak nya sangat dekat dengan kantor dan juga sekolah kamu"
"Aku gak mau!" tolak Reina jutek.
"Tapi beb,aku gak mau kamu telat setiap hari, apa lagi pas pulang selalu terlambat menjemput kamu karena macet" bujuk Rico.
Reina terdiam, sebenarnya betul juga apa yang di katakan Rico.
"Bi Nana?"
"Suruh bi Nana tinggal di panti aja, biar dia gak suntuk di rumah tanpa kerjaan. Nanti aku akan memberikan donasi pada panti yang akan bi Nana bantu"
"Terserah aja deh!" jawab Reina singkat.
"Setidaknya, kita ada waktu berdua sayang. Di apartemen berdua kan lebih hot" goda Rico,satu tangan nya menoel dagu Reina.
"Apaan sih,gak jelas banget!" omel nya.
Reina menggeser tubuhnya sedikit lebih jauh dari Rico,tapi Rico malah semakin menempel padanya.
"Kau gila yah,geser ke sana lah!"
Pak Harto yang melihat kedua pasangan muda itu hanya bisa menggelengkan kepala.
Hampir terlambat, mobil tiba di depan sekolah tepat pukul 7.20.
__ADS_1
"Aku berangkat dulu!!" pamit Reina buru buru turun dari mobil.
"Eh eh, kok gak Salim!!!" teriak Rico, tapi istri nya sudah terlanjur berlari masuk ke dalam sekolah.
"Yah, gak dapat cipika dulu"
"Ahahahah....Geli banget" ledek pak Harto.
Rico melirik sinis pada pak Harto, kalo di pikir pikir emang terlalu lebay sih. Rico yang tegas dan sangat pemarah itu tiba-tiba ngeleyot sama istri mungilnya.
"Cinta memang gak melihat usia, mau udah tua, atau masih muda. Tetap aja ngeleyot "
"Oh jadi, bapak ngatain saya sudah tua?"
"Bukan gitu pak, tapi... pria dewasa seperti anda sangat tidak cocok berlaku seperti itu"
"Ah sudahlah pak, nyetir aja yang bener"
Pak Harto mangut mangut, berusaha untuk tidak tertawa lagi.
...----------------...
Di sekolah, Reina bertemu dengan Sinta. Ternyata gadis itu sejak tadi sudah menunggu dirinya di depan kelas.
"Kok kamu terlambat lagi sih Rei?"
"Macet Sin"
"Yaudah, pindah aja lah. Kak Rico punya apartemen Deket sekolah kita kok"
"Tadi dia juga ngomong gitu"
Reina dan Sinta masuk ke dalam kelas, duduk bersebelahan seperti biasanya.
"Udah, kamu?"
Sinta mengangguk, ia juga sudah menyelesaikan tugasnya.
"Eh eh guys!!!! Guys!!!"
Sinta dan Reina menoleh pada si ketua kelas datang dengan berteriak.
"Ada apa?" sahut yang lain.
"Hari ini, kelas kita free!!!!"
"Serius???"
"Iya, guru yang masuk hari ini ada tugas di luar. Jadi, kita di suruh belajar sendiri"
"Wahh seru dong" sahut Reina.
"Bisa keluar di jam pelajaran" kekeh Sinta.
"Eipp....Gak boleh dong. Di jam pelajaran terserah kalian mau lakuin apa, tapi kalian gak boleh keluar kelas"
"Yahh gak seru dong!"
"Ijin ke kantin boleh gak?" ujar Sinta.
"kamu belum sarapan?" tanya Reina. Sinta pun menggeleng.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita makan bareng aja. Ini bi Nana kasih bekal tadi" Reina menunjukkan kotak makan nya.
"Mana cukup Rei, kamu kan tahu sendiri, kalo aku makan nya banyak"
"Yaudah, kita ke kantin aja"
"Ayuk!!!"
Reina dan Sinta langsung bergegas keluar dari kelas. Namun, ketua kelas menahan mereka.
"Aduh, Reina, Sinta. Please jangan keluar. Kalian bisa gak sih jaga gue sekali ini aja" mohon nya.
"Aduh ketua kelas, kamu mau di jaga? tapi gimana mau jaga, orang perut kita belum terjaga"
"Tau ih, laper tahu. Emang kamu mau tanggung jawab, kalo kita pingsan?" sahut Sinta.
Ketua kelas terlihat bingung, jika ia membiarkan mereka keluar, maka dirinya akan kena hukuman jika ketahuan guru BK.
"Tapi jangan sampai ketahuan guru yah?"
"Iya iya, aman kok. Ketua gak perlu khawatir" Reina mengedipkan mata nya pada ketua kelas.
"Ngeleyot gua" lenguh ketua kelas yang memang memiliki rasa untuk Reina.
Reina dan Sinta bergegas menuju ke kantin, dengan hati yang senang keduanya masuk ke dalam kantin.
Kedubrak~
Malapetaka pun terjadi.
Langkah Reina dan Sinta mendadak berhenti. Saat masuk ke kantin, mereka langsung di hadapkan dengan guru BK yang super duper galak.
"Selamat pagi pak" sapa Reina. Ia berusaha bersembunyi di belakang Sinta, tapi Sinta juga melakukan hal yang sama
Pak guru melihat jam tangan nya, lalu menatap garang pada kedua siswi nya itu.
"Baru jam belajar di mulai. Kalian ngapain ke kantin?" tanya pak guru Tegas.
"Itu pak, anu....Anu pak..."
"Apa! ngomong itu yang jelas dong!"
Reina dan Sinta gelagapan, mereka benar-benar panik.
"Tadi, si ketua nyuruh kita beli makanan pak." jawab Reina. Sinta malah melotot pada Reina, kenapa ia malah membawa nama ketua kelas.
"Ketua kelas???"
"Iya pak, tadi ada temen yang lagi sakit perut. Karena kelas kita free, jadi ketua nyuruh kita beli makanan untuk teman yang sakit" jelas Reina. Ia mengikuti lengan Sinta agar mengiyakan ucapan nya.
"Eh iya pak, ketua kelas kami memang baik orang nya"
"Benarkah? kalian gak bohong?" tanya pak guru BK dengan tatapan menyelidik.
" Iyalah pak, masa kita boong sih" balas Reina.
"Ya sudah, setelah beli makanan nya. Kalian kembali ke kelas yah!"
"Siap pak!!!!"
Fyuuuuu
__ADS_1
Keduanya bernafas lega, akhirnya terbebas juga dari oak guru yang sangat pemarah.