
Siang itu, Reina tengah duduk di sofa dekat balkon apartemen. Ia merasa tubuhnya sangat lelah setelah beberapa ronde bermain dengan Rico.
Hari ini dirinya tidak bisa berangkat ke sekolah.Selain telat, Reina juga tidak sanggup berjalan terlalu lama, karena titik intinya masih terasa sangat sakit.
Rico datang, ia langsung menghampiri istrinya dan memeluk erat dari samping.
Sama seperti istri nya, Rico merasa lelah dan tidak pergi kekantor hari ini.Bukan karena intinya juga sakit, tapi Rico memilih untuk istirahat di rumah dan menemani istrinya.
"Maafkan aku sayang" lirih Rico tiba-tiba.
Reina menoleh, mendengar kata maaf dari mulut suaminya. Gadis belia yang baru berusia 17 tahun itu tidak menyangka jika dirinya sudah menjadi seorang istri seutuhnya.
"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Reina dengan wajah polosnya.
"Seminggu ini, aku sibuk dengan proyek baru ku. Aku tidak mau mengatakan pada mu karena aku tidak mau kamu khawatir honey" jelas Rico.
"Kau masih berbohong Rico!" sahut Reina dalam hatinya.
Gadis itu tidak membalas ucapan suaminya, ia hanya diam dan menikmati hangat nya pelukan Rico.
"Beb..." Rico tidak merasa puas ketika istri nya tidak menjawab atau menyela ucapan nya. Ia menegakkan tubuhnya, menarik tubuh Reina agar menghadap kearah nya.
"Kamu masih marah? apa kamu tidak percaya pada ku?"
Reina semakin mengerang jijik mendengar ucapan Rico. Di dalam hati dirinya terus mencaci maki pria yang saat ini sudah menjadi suami seutuhnya bagi dirinya.
Reina menggeleng pelan, senyum tipis terbit di bibirnya.
"Aku percaya kamu kok, apapun yang dunia katakan. Aku akan percaya dengan apa yang keluar dari mulut kamu mas. Meskipun kamu berbohong padaku, aku akan menunggu sampai kamu jujur padaku!" jawab Reina menohok hati Rico.
Mendengar jawaban yang istrinya berikan. Rico merasa ada makna tersirat dari ucapan istri nya. Entah apa, Rico juga belum mengerti.
"Terimakasih sayang" ujar Rico, ia kembali memeluk istrinya.
Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama. Reina menunjuk ekspresi wajah yang bahagia. Meskipun jauh di lubuk hatinya, ia masih menyimpan rasa kecewa.
Setelah duduk di balkon, Reina dan Rico memutuskan untuk masak bersama.
Perut Reina sudah keroncongan, ia berjalan sangat pelan menuju ke dapur.Rasa di intinya sangat perih. Rico yang melihatnya juga merasa kasihan dan terus meminta maaf telah membuat istri nya susah jalan.
"Sayang, mau aku gendong?" tawar Rico.
Tapi, Reina menggeleng. Ia tidak mau memanjakan diri. Reina berniat ingin memaksakan diri untuk terus berjalan hingga rasa sakit itu berkurang hilang.
Begitulah kata maminya saat dirinya duduk berdua dengan maminya sebelum mami dan papinya berangkat ke luar negeri untuk merawat nenek nya.
__ADS_1
"Aku bisa jalan sendiri mas, kata mami ini hanya terasa sakit menjelang terbiasa" kata Reina.
"Tapi aku gak tega lihat kamu kesakitan"
"Gak papa mas, kamu tenang saja" ucap Reina meyakinkan Rico.
Pria itu hanya pasrah,ia tidak bisa memaksa istri nya agar mau ia gendong.
Rico membantu istrinya masak Indomie goreng.
Hari ini mereka hanya makan Indomie goreng saja. Perut yang sudah sangat lapar tidak bisa menunggu terlalu lama. Sehingga Reina memutuskan untuk memasak yang instan saja.
...----------------...
Di sekolah, Sinta terlihat mondar-mandir di depan kelas.
Sejak tadi pagi, Sinta mencoba menghubungi Reina. Tapi, gadis itu tidak menjawab nya.
Sinta merasa sangat khawatir, dirinya yang tahu jika Reina menyimpan sesuatu di dalam hatinya yang tidak di ceritakan padanya.
"Aduhhh, tu bocah kemana sih!!"gumam Sinta sambil terus mencoba menghubungi Reina.
"Sinta, kamu kenapa?" tanya Adam menghampiri Sinta.
Sinta melirik sebentar, lalu kembali fokus pada ponselnya, mencoba kembali menghubungi sahabatnya itu.
Adam kaget.
"Kok bisa? kemarin dia baik baik saja . meskipun Om om yang menjemput nya terlihat marah" jelas Adam.
Sinta menoleh, "Apa? jadi kemarin kak Rico jemput Reina? marah marah???" pekik Sinta kaget.
"Kenapa memangnya?" tanya Adam bingung.
Pluk.
Sinta menepuk jidatnya, bisa bisanya pria ini menanyakan kenapa Rico marah dan Reina sampai tidak masuk sekolah hari ini.
"Adam, kamu mikir gak sih. Kalau kak Rico lihat kamu barengan sama Reina! Sudah jelas kakak aku itu marah bege...."
"Huh?" Adam masih melongo.
"Ihh oon emang kamu yah!!!!!" geram Sinta.
"Kak Rico itu suaminya Reina, dia pasti cemburu lihat kamu dan Reina bersama!!!" bisik Sinta pada Adam dengan suara menggeram namun tertahan.
__ADS_1
"Oh iya yah, kok aku baru kepikiran" gumam Adam polos.
"Tau ah, Sera kamu deh mau gimana.Susah emang kalo ngobrol sama orang kaya Lo!" dengus Sinta, lalu ia memutuskan untuk pulang saja.
"Eh malah pergi, huh dasar wanita!! maunya di tebak aja, kan aku lupa kalo om om itu suaminya Reina. Wajar saja tuh" dengus Adam memakai Sinta yang sudah berlalu pergi.
...----------------...
Sinta memutuskan untuk datang ke apartemen Reina dan Rico. Ia tidak akan tenang jika tidak melihat Reina baik baik saja.
Ting~
Pintu lift terbuka, Sinta keluar dari dalam lift. Lalu tak sengaja ia bertemu dengan seorang pria tampan yang tak sengaja ia tubruk saat keluar dari dalam lift.
"Eh sorry" cicit Sinta sopan.
"Eh iya, gak papa kok mbak" balas pria itu.
Sinta terpanah,senyum manis dari pria itu membuat jantung nya berdetak tidak normal.
"Mbak!! Hello!!" panggil pria itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Sinta.
"Eh iya" kaget Sinta tersentak sadar dari lamunan nya.
"Kok kamu melamun sih?" tanya pria itu.
Dia adalah Andrew, sistem Rico yang terkenal dengan sangat kejam dan tahu apa yang di inginkan oleh Rico.
Andrew menoleh ke kiri dan kanan. Ia heran melihat Sinta mengunjungi lantai 15, tempat dirinya dan juga Rico tinggal.
Khusus lantai ini, hanya ada dua apartemen saja. Sesuai permintaan Rico, pria itu menginginkan ketenangan saat beristirahat.
"Kamu~ tinggal di lantai ini juga?" tanya Adam sopan.
Sinta menjawab dengan gelengan kepalanya.
"Aku tidak tinggal di sini, aku ke sini mau cari kakak ku yang tinggal bersama istrinya" jelas Sinta.
"Waw benarkah? jika kakak mu tinggal di sini. Berarti kakak mu itu Rico?" tanya Andrew
Lagi lagi Sinta mengangguk.
"Benar sekali, kak Rico adalah kakak sepupu aku. Dia sudah menikah de gan sahabat aku" jelas Sinta lagi.
"Oh jadi Reina itu sahabat kamu juga? "
__ADS_1
"Iya, dia sahabat aku. "jawab Sinta.
Sinta dan Andrew terus mengobrol berdua, ia lupa jika tujuan nya datang ke apartemen Reina adalah untuk melihat dan mencari tahu tentang masalah Reina dan Rico yang sebenarnya.