
Sudah hampir 1 bulan Reina bersembunyi dari dunia.
Kini, ia merasa bosan dan ingin berjalan jalan ke luar rumah.
Mengenakan Hoodie berwarna krem, celana jeans panjang berwarna hitam. Tidak lupa masker dan kaca mata.Reina sudah mirip dengan artis Korea yang sedang keluar secara diam diam, takut terlihat oleh fans nya.
"Kemana non?" tanya bi Nana saat melihat nona muda nya menuruni anak tangga dengan penampilan yang berbeda.
Reina menoleh, lalu membuka kaca mata hitam nya.
"Aku mau berjalan jalan dulu sebentar keluar bi" jawab nya.
Bi Nana mengangguk paham.
"Hati hati yah non"
"Iya bi"
Reina melangkah pergi, ia mengendarai mobil nya yang sudah lama tidak ia gunakan. Tapi, warna mobilnya sudah berubah.
Beberapa waktu lalu, Reina sengaja suruh orang untuk mengubah warna mobil nyam Dari Biru menjadi silver.
Dengan begini, Rico pasti tidak akan mengenali mobil nya lagi jika mereka berselisih nanti.
"Kemana yah" gumam Reina bicara sendiri. Ia menatap jalanan raya yang sudah hampir 1 bulan tidak ia lihat.
Kesehatan yang tidak stabil, membuat Reina betah berada di dalam kamar dan di sekitar rumah nya saja.
"Ke taman aja deh, sekalian joging"
Reina membelokkan mobilnya memutar arah, lalu berjalan lurus menuju ke taman yang sering ia kunjungi bersama Sinta untuk sekedar berjalan santai atau nongkrong saja.
"Sudah lama aku gak ke sini" gumam Reina.
Gadis itu memarkirkan mobil nya, lalu keluar dengan senyuman cantik yang terlindungi oleh masker.
Suasana taman terlihat lumayan rame, karena mungkin sekarang sudah hampir sore.
Reina melangkah santai menyusuri taman. Tak lepas senyum dari bibir nya, ia benar benar merasa lega dan tenang berada di taman ini.
Setelah beberapa menit berjalan, Reina merasa kerongkongan nya kering.
"Aduh, haus banget" lirih nya sembari melihat ke kiri dan kanan mencari penjual minuman yang sering berkeliling.
Namun, tiba-tiba saja orang yang biasa berjualan keliling tidak terlihat.
Karena sudah sangat kehausan, Reina memutuskan untuk pergi ke cafe yang terletak di pinggiran taman.
"Mbak, saya pesan orange jus satu yah, sama kentang goreng" kata Reina pada kasir.
"Baik mba, total nya Rp 50.000 yah"
__ADS_1
"Oke" mengeluarkan uang tukaran 50 satu lembar.
"Uang nya pas yah mba, ini bila nya, silahkan menunggu di meja no 12, dalam waktu 5 menit, pesanan siap" instruksi kasir.
Reina mengambil bila yang di berikan mba kasir, lalu mencari meja nomor 12.
Tanpa membuka masker nya, Reina duduk di meja yang tanpa ia tahu ada Sinta dan Adam di belakang nya.
Reina tetap terlihat santai, ia tidak sadar dengan keberadaan Sinta. Tapi, sahabat nya yang paling mengerti dirinya, dan tahu segala hal tentang dirinya mencium aroma parfum milik Reina.
"Bentar deh Adam, kok aku mencium aroma parfum Reina?" menghirup nafas sedalam dalamnya, mencoba membuktikan dugaan nya.
"Masa sih," gumam Adam ikut menarik nafas mencari aroma parfum Reina.
"Iya loh Adam, ini aroma parfum Reina" pekik Sinta yakin. Gadis itu langsung menoleh ke kiri dan kanan mencari keberadaan Reina, sahabat yang sudah 1 bulan tidak ia lihat.
Seorang pelayan lewat di meja Sinta, pelayan itu membawa pesanan milik Reina.
"Ini mba, pesanan nya. Orange jus dan kentang goreng"
"Benar, makasih yah" balas Reina ramah.
"Sama sama, semoga menikmati"
Pelayan itu pergi, meninggalkan Reina yang mulai menikmati minuman dan makanan nya.
Sedangkan Sinta yang duduk di meja belakang Reina masih sibuk mengendus ngendus, mencari aroma parfum itu berasal.
Baru saja memakan 2 kentang goreng, dan setengah gelas jus orange nya. Reina melihat keberadaan Sinta dari kaca yang menempel di dinding cafe depan nya.
Reina berdiri, menenangkan dirinya agar tidak panik dan berusaha normal.
Reina berbalik, ia berjalan santai melewati meja Sinta yang tidak sadar jika dirinya lewat.
Bruk~
"Maaf nona, saya tidak sengaja" ucap Adam yang tiba tiba berdiri dan tertabrak oleh Reina.
Kaca mata Reina terjadi,. tubuh nya juga terhenyak di lantai.
"Kau tidak apa apa nona?" tanya Adam pada gadis yang tidak sengaja ia tabrak. Tapi, gadis itu tidak menjawab, gadis itu malah menunduk dan berusaha untuk menggapai kaca matanya yang jatuh ke bawah kaki Sinta.
"Ini kaca mata mu nona" ucap Sinta mengembalikan kaca mata Reina.
Reina tidak berani bersuara, ia hanya mengangguk, dan cepat cepat memakai kembali kaca matanya agar tidak di kenali.
Ketika hendak pergi, Reina membungkuk kan tubuh sebagai isyarat berterimakasih pada Sinta dan Adam.
Sleng~
Kalung atas nama Reina tiba-tiba meloncat keluar dari kera Hoodie yang Reina pakai.
__ADS_1
Buru buru Reina langsung memasukkan nya kembali. Tapi sayang, Sinta sudah melihatnya.
"Reina?" kaget Sinta. Ia sangat mengenali kalung itu, sebab, ia memiliki kalung yang sama dengan tulisan nama berbeda.
Reina buru buru ingin segera kabur, tapi Adam menahan nya.
"Reina?" gumam Adam kaget, ia tidak pasti ,tapi mendengar ucapan Sinta membuat pria ini langsung menahan nya.
Reina berontak, ia hendak melepaskan tangan nya yang di cekal Adam, eh malah topi Hoodie nya terbuka dan kaca matanya kembali terjatuh.
"Ih bener, kan ini Reina!!!" sorak Sinta dengan suara yang mulai serak.
Gadis itu langsung memeluk tubuh mungil yang terlihat semakin kurus.
"Aku kangen banget tahu!!!" rengek Sinta dalam pelukan Reina.
Karena tidak bisa mengelak lagi, Reina akhirnya pasrah.
"Ayo duduk dulu Rei" ajak Adam.
Reina dan Sinta duduk bersebelahan di meja Sinta dan Adam.
"Tolong ambilkan minum sama kentang goreng aku di meja itu. Entar keburu di ambil pelayan" titah Reina.
Adam menurutinya, ia mengambil minum dan kentang goreng milik Reina.
"Rei, kamu keman aja sih? aku sudah capek cari kamu kemana mana, tapi gak ada" cerita Sinta.
"Aku gak kemana mana kok Sinta. Aku di rumah aja" jawab Reina jujur. Tapi Sinta tidak percaya, karena mereka sudah mendatangi rumah Reina dan mencari di seluruh area rumah.
"Gak percaya aku Rei, kamu pasti pergi ke suatu tempat dan baru kembali!" tukas Sinta.
Reina menggeleng, matanya menatap Sinta lekat, seakan meyakinkan sahabat nya itu. Sedangkan Adam, ia hanya diam mendengarkan kedua wanita di depan nya ini saling berbicara.
"Aku di rumah, aku di kamar papa dan mama. Lalu aku akan belajar di ruangan kerja papa" jelas Reina.
"Pantes, ketika kita cari di rumah gak ketemu", celetuk Adam.
"Aku hanya butuh waktu sendiri, aku tahu kok kalian datang" ujar Reina.
Huffff.....
"Aku hanya belum siap menghadapi dunia yang mulai terasa kejam"
"Tapi gak dengan cara ini juga Rei"
"Dengan cara apalagi Sinta? masalah aku itu gak semudah yang terlihat" sela Reina.
Sinta tak menjawab lagi, ia hanya menghela nafas dan kembali memeluk Reina melepaskan rasa rindu.
"Maaf ya Sin, aku gak ngabarin kamu"
__ADS_1
"Gak papa kok, asalkan kamu baik baik saja"
Keduanya kembali berpelukan, melupakan keberadaan Adam.