2R Marriage

2R Marriage
Mencoba untuk Menerima


__ADS_3

Sudah satu Minggu Reina menjadi istri Rico. Selama itu pula hal hal manis di rasakan oleh Reina.


Rico adalah pria yang baik, meskipun pernikahan mereka tidak di dasari oleh cinta. Tapi, Rico mampu membuat Reina merasa di cintai oleh Rico.


Reina sebenarnya tau, Rico hanya membuat agar pernikahan mereka terlihat normal.


Seperti saat ini, Reina tengah membaca buku pelajaran nya di sofa.


Rico datang dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Reina, lalu menjadikan paha gadis itu sebagai bantal.


Tentu Reina kaget, perlakuan Rico terlalu intim menurutnya.


"Om, bisa gak sih jangan bersikap seperti ini?"


"Kenapa?" Rico menengadah menatap wajah Reina yang menatapnya kesal.


"Om itu terlalu intim pada ku, aku jadi gak nyaman"


Rico langsung bangun, wajah polosnya menatap Reina penasaran.


"Kamu gak nyaman sama aku?"


"Bukan gitu om, tapi..." ucapan Reina terhenti, ia tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.


Melihat istrinya diam, Rico menjadi mengerti.


"Rei...." tangan Rico menangkup kedua pipi Reina. Membuat gadis itu menatap lurus ke arahnya.


"Aku tahu, di dalam hati kamu ada keraguan pada ku. Tapi aku serius, aku tidak main main dengan pernikahan kita ini"


"Tapi, pacar mu?" sela Reina. Membuat Rico semakin yakin dengan dugaan nya.


"Kita sudah menikah, tujuan ku sekarang hanya membahagiakan diri mu. Aku dan dia tidak ada hubungan lagi. Meskipun kita di jodohkan, tapi aku ingin membangun rumah tangga dengan mu hingga akhir hayat"


Reina terdiam, hatinya sungguh tersentuh mendengar kata kata Rico.


"Om.."


"Sttt.....Jangan katakan apapun, aku ingin, kamu memikirkan ini dulu, setelah itu baru katakan padaku"


Reina mengangguk lalu memeluk Rico erat.


"Mungkin kau adalah pria yang tepat, hanya saja waktu nya yang belum tepat" ujar Reina.


"Tidak honey, waktu nya sudah sangat pas. Tapi kita saja yang belum menyadari. Aku sudah nyaman pada mu"


Reina tak menjawab lagi, ia hanya mengeratkan pelukannya pada Rico sebagai balasan darinya.


Cukup lama mereka menikmati pelukan hangat itu, akhirnya Rico melepaskan pelukan nya, kalau mengalihkan perhatian mereka ke buku yang sedang Reina pelajari.


"Kamu sedang belajar apa Honey?"


Reina melihat kearah bukunya, lalu tersenyum geli.

__ADS_1


"Aku sedang mempelajari rumus matematika"


"Wah, hebat. Aku paling tidak suka dengan pelajaran ini" timpal Rico.


"Kenapa?" Reina mulai tertarik dengan kepribadian Rico. Di dalam hatinya, ia mulai menyiapkan ruang yang akan di tempati oleh Rico.


yah, walaupun Reina masih trauma dengan yang namanya cowo. Semenjak ia tahu Adam tidak setia, semenjak itulah ia mulai tidak percaya dengan cowo.


Tapi, di lain sisi. Ada Rico yang memberinya kehangatan dan juga kepercayaan pada Reina. Bahwa tidak semua laki-laki seperti yang Adam lakukan.


...----------------...


Pagi yang sangat indah, Rico membuka mata saat terbangun dari tidur nya. Hal yang pertama kali di lihat oleh matanya adalah wajah Reina yang terlihat sangat Damai.


Beginilah setidak pagi yang Rico lihat, pemandangan indah yang sudah ia nikmati sejak ia menikah dengan Reina.


Terkadang juga Rico mendapati istrinya terbangun lebih dulu darinya. Tapi, sejak mereka mulai membicarakan soal pernikahan ini, Reina mulai berubah.


Saat ia terbangun lebih dulu, maka Reina tidak akan langsung turun dari ranjang. Tapi, Reina akan tetap diam dalam posisi yang sama dengan mata menatap lurus ke wajah tampan Rico.


Terkadang juga tangan nya terulur untuk mengusap wajah Rico.


Hari ini Rico terbangun lebih dulu, mungkin istri nya masih mengantuk karena belajar semalaman.


"Kamu cantik banget, gila aja pacar kamu selingkuh. Beruntung kamu cepat menjadi istri aku" gumam Rico.


"Bersyukur lah kamu om"


Rico heran,ia menatap lekat wajah istri nya yang masih menutup mata.


"Selamat pagi om"


"Pagi sayang" balas Rico.


"Kenapa om tidak bangunkan aku?" Tanya Reina heran, biasanya Rico akan mengusiknya agar segera bangun, tapi hari ini pria itu tidak melakukan nya.


"Aku hanya tidak mau tidur istri ku terganggu,apalagi tadi malam belajar sangat keras"


"Gak papa lah om,biasa itu"


"Tetap aja,aku gak mau istri ku lelah."


"Yayayaya....." Reina mulai acuh dengan ucapan manis Rico. Beberapa hari dengan pria ini, Reina jadi tahu bagaimana sikap Rico sebenarnya.


Reina segera bangun, ia melirik jam dinding di kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 6.15


"Aku harus segera bersiap" gumam Reina.


"Mau mandi bareng gak?" tawar Rico.


Reina langsung melotot padanya, "Kau mau mati om?"


"Hahaha.... gak papa kali sayang, udah sah juga kan"

__ADS_1


"Tetap aja, aku gak percaya sama om om mesum seperti mu. "ketus Reina


"Kalo jebol kan, udah sah juga"


"Tetap aja, aku gak mau jebol di saat aku masih SMA!"


Reina melenggang masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Rico yang uring-uringan menahan gejolak di dalam tubuhnya.


Bagaimana tidak begejolak coba? istrinya jika tidur tidak menggunakan bra. Reina hanya akan tidur mengenakan baju tidur lengan panjang, lalu tenggelam di dalam selimut.


Saat tanpa sengaja ia memeluk istrinya nya saat tidur, tanpa sengaja gunung itu menempel pada lengan nya.


Yah adik kecil nya langsung bangun dong, terpaksa lah Rico cepat cepat memberi jarak di antara mereka.


Tapi, Reina malah semakin mendekat. Sungguh Rico sangat di uji kesabaran nya di saat mereka tidur.


"Mandi gih om"


Rico menoleh, ia terkejut mendengar suara Reina yang terlalu cepat selesai mandi.


"Kamu udah sele-" Ucapan Rico terhenti, pemandangan pagi ini sungguh mematahkan iman Rico.


Reina keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk pendek.


"Liur nya netes tuh!" cibir Reina melihat suaminya melongo menatap ke arahnya.


Rico secara spontan menghapus sudut bibirnya.


"Ahahahaha.....Kena tipu" ledek Reina.


Rico tampak serius, ia terlihat tidak bercanda saat ini.


"Kau sudah berbuat salah Honey"


Tawa Reina langsung berhenti.


"Salah apa?"


Rico tidak menjawab, ia bangkit dari tidurnya, lalu menghampiri istrinya yang terlihat was was.


"Apa yang kamu lakukan?"seru Reina mulai panik.


"Kenapa pake handuk honey,aku suka kamu gak pake apa apa" ujar Rico vulgar.


Reina mulai risih, ia mencoba mendorong agar tubuh Rico lebih jauh darinya.


"Kenapa Deket Deket sih?" dengus Reina sembari mendorong tubuh Rico menjauh dari nya.


"Honey, aku tidak bisa sabar ini lagi. Aku gak bisa honey"


"Ap- pa maksud kamu om?" Reina berjalan mundur, menguatkan pegangan tangan nya pada simpul handuk yang terletak di depan dadanya.


Hub.

__ADS_1


Sekali sentakan, Rico berhasil membuat Reina merapat dengan tubuhnya.


"Suami rasa kakak" pikir Reina.


__ADS_2