
Reina dan Sinta di panggil ke ruang BK.
Saat mereka masuk ke ruang BK, mereka melihat ketua kelas dengan wajah masam melihat ke arah mereka.
"Nah, ini dia ni!" kata pak Guru.
"Kalian drama kok gak bilang dulu sama aku, kan jadi ribet"
"Sorry, sorry. Kita lupa" balas Reina dengan suara berbisik.
"Reina!! Sinta! kalian bener bener yah!! bohongin bapak tadi!"
"Maaf pak, soal nya ke Pepet"
"Masih jawab lagi!" marah pak guru.
Sinta menahan tangan Reina, agar tidak menjawab lagi.
"Kamu juga, karya kelas tapi gak becus!"
"Maaf pak!"
"Sekarang, kalian semua bapak hukum bersihin toilet!"
"What?? gak ada hukuman lain pak? jangan yang itulah!!" protes Reina.
"Terus kamu mau hukuman apa Reina? mau di jemur?"
"Yah gak itu juga pak, tapi bersihin toilet itu sanger berat pak" balasnya lagi.
"Udah sana, kerjakan cepat, sebelum hukuman kalian bapak tambah!"
"Eh iya iya pak!!!" Sinta dan ketua kelas langsung menarik tangan Reina segera pergi dari sana, agar nanti tidak menambah hukuman lagi.
"Ih, kalian kok tarik aku sih. Kita gak bisa dong di hukum kaya gini. Kan cuma ijin beli makan sebentar doang"
"Yah tapi kalian emang salah!"
"Salah di mana nya coba!"
Reina dan ketua kelas saling berdebat.
"Kan aku udah bilang, jangan sampai ketahuan guru BK!"
"Yah kita gak tahu, kalo di kantin ada guru BK nya!"
"Udah deh!!!! gak usah debat. Mending kita kerjakan ni hukuman. Biar cepat selesai. "
"Males ah!" sungut Reina.
"Aduh, kakak ipar. Kalo kaya gini terus, entar anak anak keburu keluar dan liatin kita" bujuk Sinta
"Apa? kakak ipar? Jadi kamu beneran udah putus sama Adam?"
Reina mengangguk malas.
"Kenapa emang?"
"Ya ampun Reina, kenapa kamu gak bilang sih. Udah lama tahu, aku nunggu kesempatan ini!"
"Idih,,,, Gak mau aku sama Lemos kaya kamu"
"Ehh ehs syut!!!! Ketua kelas, kamu gak bisa ganggu dia. Karena sekarang dia sama Abang aku!!"
"Yah telat lagi. Kalo udahan bilang yah!"
Bluk.
"Kamu pikir aku piala bergilir, di sini abis itu di sana!" dengus Reina setelah melempar gayung kearah ketua kelas.
__ADS_1
"Udah deh, ayo kita bersih bersi!" ajak Sinta.
Mereka pun akhirnya menyelesaikan hukuman nya.
Jika di sekolah Reina di timpa hukuman, maka di kantor Rico di timpa kegelisahan.
Bagaimana tidak gelisah coba, seseorang mengirimkan foto istrinya sedang bercanda dengan pria lain.
Ingin rasa nya Rico mempercepat jarum jam agar waktunya menjemput istri pulang sekolah segera tiba.
"Boss, ada apa?"
"Apa nya?" balas Rico pada asisten nya.
"ya boss lah, kok dari tadi aku perhatikan gelisah amat"
"Gak ada apa apa" balas Rico ketus.
"Jangan berbohong, aku tahu apa yang kamu rasakan sayang"
Rico bergidik ngeri, asisten nya lama kelamaan membuatnya geli.
"Sejak kapan kamu lekong begitu? aku jadi takut"
"Hahaha....Becanda boss. Emang nya boss gelisah kenapa sih?"
Huffff....
Rico akhirnya menyerah, ia memperlihatkan pada asisten nya soal video yang di unggah oleh adik sepupunya di tiktok.
"Oohhh Jadi boss merasa cemburu?"
"Yah cemburu lah, masa liat istri sendiri becanda sama cowo gitu gak cemburu. Aneh kamu!"
"Jadi, boss sudah melupakan mantan boss itu?"
Rico terdiam, sejujurnya ia masih ragu. Tapi, Reina sungguh membuat dirinya tidak karuan.
"Wah, tumben otak dan bibir mu berjalan!"
Wajah asistennya langsung cemberut.
"Jadi selama ini, aku gak perhatian sama kamu?? aku kamu anggap apa mas???"
Rico memutar bola matanya, mulai lagi deh ni Andrew drama nya.
"Tampang Maco, gak cocok peran itu!"
"Heheh namanya usaha"
"Usaha apa?"
"Yah nyenengin kamu lah"
Andrew dan Rico sudah sama seperti Saudara kandung. Meskipun di luar terlihat formal, tapi ketika mereka berdua di ruangan mereka akan terlihat seperti anak kecil yang saling berebutan mainan. Kadang juga sama sama bersikap alay.
"Jadi gak pindah apartemen?"
Rico yang sedang membereskan laptop dan peralatan kerja nya mengangguk pelan.
"Aku akan pindah ke apartemen samping kamu" jawab Rico.
Andrew terlihat senang, ia akan memiliki teman ketika sedang suntuk.
"Jadi, karena aku harus membereskan barang barang ku dan juga istri ku. Maka kamu harus merapikan apartemen yang sudah lama tidak di huni itu" Rico memberikan kunci pada Andrew
"Astaga, kamu kok jahat banget sih"
"Kok jahat? bukan nya kamu seneng?"
__ADS_1
"Yah gak gitu juga lah Rico!!!!? "
"Udah ah,aku mau jemput istri ku dulu. Kamu beresin kerjaan kantor dan juga beresin apartemen aku. Nanti, pukul 8 aku dan istriku akan sampai di sana"
Andrew cemberut, menatap kepergian Rico dengan ringan.
"Nasib nasib, punya temen kebangetan banget"
...----------------...
Rico tiba di depan sekolah, ia menunggu istri cantik nya keluar.
Kring!!!!!!!!!
Terdengar suara bel berbunyi nyaring. Setelah itu, terlihat lah betapa heboh nya siswa siswi berhamburan keluar dari sekolah. Ada yang menaiki sepeda, ada yang berjalan kaki, ada juga yang naik motor.
Di wajah mereka terlihat kelelahan dan juga kesenangan.
Rico merasa ingin kembali sekolah lagi, merasakan masa masa indah bersama teman teman nya.
"Kak!!!!!!!" panggil Sinta.
Rico menoleh, lalu membalas lambaian tangan Sinta yang berlari kearah nya bersama Reina. Namun, wajah Reina terlihat menekuk.
"Ada apa?" tanya Rico.
Sinta mengerut bingung, lalu mengikuti arah pandang mata kakak nya.
"Ohh bocah ini, dia itu capek seharian beresin toilet" jawab Sinta terkekeh pelan.
"Kok bisa?" kaget Rico.
"Kita tadi bolos ke kantin"
Rico melirik tajam ke arah Reina,bisa bisa nya gadis ini di hukum karena bolos ke kantin.
"Tadi kan udah di kasih bekal, kok bolos lagi" marah Rico.
"Ah udah ah, capek. Mau cepat cepat pulang!" Reina langsung masuk ke dalam mobil.
Fyuuu....
"Kamu gak bareng?" tawar Rico pada adik sepupu nya.
"Gak deh kak, aku udah di jemput supir"
"Yaudah, kakak duluan yah"
"Oke .."
Sinta melambaikan tangan pada Reina dan Rico, lalu berbalik menuju mobilnya.
Sebelum masuk ke dalam mobil, tiba-tiba seseorang Manahan tangan Sinta.
"Auw..." ringis nya kesakitan.
"Kamu apa apaan sih Adam!" bentak Sinta menatap Adam yang ternyata menahan tangan nya.
"Ternyata om om itu yah, yang jadi orang ketiga di hubungan kami!"
"Heh, kamu bego atau gimana sih. Jelas jelas kamu yang khianati Reina. Malah balikin fakta"
"Aku kan terpaksa melakukan nya.Tidak seperti Reina, yang memang sengaja"
"Tapi kan kalian udah putus. Gak papa dong, jika Reina mendapatkan lelaki yang lebih baik"
"Tidak boleh! hanya aku yang boleh miliki Reina!"
"Au ah, terserah kamu. Yang jelas aku gak akan biarin kamu sakitin sahabat aku lagi" Sinta mendorong Adam menjauh, lalu masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
"Jalan pak " titah Sinta.
"Baik non"