
Tengah malam, Rico terpaksa masak untuk istri nya yang tidak bisa masak sama sekali.
Dengan wajah asam, Rico menghidangkan sepiring nasi goreng di hadapan istri nya.
"Ih kok muka mas asam banget, gak baik tahu, kaya gitu depan makanan"
Rico hanya melirik malas istri nya sebentar, lalu ia duduk pada kursi di depan Reina.
"Gimana gak asam coba, lagi enak enak nya. Junior juga udah bangun, eh malah di tampar lagi oleh kenyataan"
"Junior?" Ulang Reina dengan ekspresi wajah bingung. Reina tidak tahu, siapa junior yang suaminya maksud.
"Udah deh, kamu makan aja cepet. Setelah itu istirahat tidur, besok ujian"
Reina mengangguk patuh. "Iya mas"
"Dih patuh lagi.."decak Rico di dalam hati melihat tingkah istri nya yang memang terlihat tidak merasa bersalah.
Reina melahap nasi goreng buatan Rico, ia merasa sangat kenyang dan juga sangat menyukai masakan Rico.
"Ahh kenyang. Masakan kamu enak banget loh mas" puji Reina.
"Mas..." Panggil Reina lagi, namun Rico tetap tidak menyahutinya.
Reina menatap suaminya yang ternyata sudah tertunduk di meja makan dengan kedua tangan nya menjadi bantal.
"Ya ampun, suami aku ketiduran sambil nunggu aku makan??" Gumam Reina.
Gadis itu membereskan meja makan dengan sangat hati hati. Lalu, Reina pun membangunkan suaminya dengan sangat lembut.
"Mas, bangun mas. Kita pindah ke kamar yuk."
Reina menepuk pelan bahu suaminya, agar Rico segera bangun.
"Eng....." Menggeliat. "Apa kamu sudah selesai makan?"
"Sudah mas, yuk tidur ke kamar aja" ajak Reina.
Rico membuka matanya, lalu mengangguk menyetujui ajakan istri nya.
Dengan memeluk Reina, Rico berjalan menuju ke kamar mereka.
Rico sangat mengantuk, ketika masuk kamar pria itu langsung merebahkan tubuhnya sembarangan.
"Capek banget yah mas?" Tanya Reina pelan, ia memperbaiki posisi tidur suaminya, lalu menyelimuti nya.
"Nice dream sayang" bisik Reina pelan di telinga suaminya. Cukup lama, Reina menatap lekat wajah damai yang menghadap ke arahnya.
"Kamu pria idaman banget mas, aku beruntung menjadi istri mu. Tapi, apa aku sanggup mempertahankan posisi aku sekarang?? Apalagi masa lalu mu sedang mengincar keretakan rumah tangga kita. "
Cup~
Reina mengecup pipi Rico sedikit lebih lama, lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Rico.
__ADS_1
"Bantu aku mas, agar hubungan baik ini menjadi semakin baik dan kita terhindar dari pengaruh buruk itu" lanjut Reina dalam hati. Ia memeluk erat suaminya.
Merasakan pelukan dari istri nya, Rico pun membalasnya dengan lebih erat lagi.
Reina pikir suaminya terbangun, tapi ternyata tidak. Dengkuran halus dari Rico, membuat Reina merasa yakin bahwa suaminya tidak terbangun.
**********
Ujian terakhir, Reina merasa sangat deg deg kan, sebentar lagi semua ujian nya telah selesai, lalu nilai nya akan segera keluar.
Reina berharap semua nilainya bagus, seperti usahanya untuk mendapatkan nilai terbaik.
"Hai kakak ipar ku, selamat pagi"
"Pagi juga Sinta" balas Reina tersenyum lebar.
Mereka berdua sama sama baru saja tiba di sekolah, Reina di antar suami, sedangkan Sinta di antar supir.
Kedua nya masuk ke dalam kelas, Reina langsung duduk di kursi nya, sedangkan Sinta malah mampir dulu ke meja ketua kelas.
"Hallo ketua kelas, liburan ini kelas kita adain apa?" tanya Sinta.
Anak anak yang mendengar pertanyaan Sinta, malah ikut menghampiri ketua kelas dan menanyakan hal yang sama.
"Aduhhh ujian saja belum kelas, kenapa kalian malah mengeroyok aku!" Erang Ketua kelas.
"Idih, kita kan nanya doang! Kenapa lebay banget sih!"ketus Sinta.
Sinta memutar matanya bosan,ketua kelasnya terlalu lamban dalam hal seperti ini.
"Huh...Ketua kelasnya lembek" ujar Sinta setelah duduk di samping Reina.
Guru pengawas masuk ke dalam kelas,semua anak murid langsung diam dan memperhatikan apa yang sedang guru pengawas itu sampaikan.
"Semangat Reina!" Bisik Sinta.
"Semangat juga Sinta" balas Reina. Mereka berdua saling melempar senyum, dan juga saling menyemangati.
Guru pengawas membagikan soal ujian dan juga lembaran jawabannya pada setiap siswa siswi.
Reina menatap semua pertanyaan yang ada di dalam kertas ujian nya. Senyum lega terlihat di wajah Reina,semua pertanyaan dapat ia mengerti dan jawab dengan benar.
Di dalam hati, Reina mengucapkan kata kata sukur berkali kali.
25 menit berlalu,
Reina memeriksa pertanyaan dan juga jawaban dari nya dengan sangat teliti.
"Seperti nya sudah pas semua" gumam Reina bicara sendiri.
"Reina! Apa kamu sudah selesai?" Teriak guru pengawas yang melihat Reina sibuk membalik kertas yang sebenarnya tidak menimbulkan suara.
"Uhm...Udah Bu, saya rasa jawaban saya sudah tepat Bu" kata Reina.
__ADS_1
Guru pengawas pun memberikan kode pada Reina agar menyerahkan kertas ujian nya.
"Ini Bu" ucap Reina menyerahkan lembaran jawaban nya.
Sontak tak mau kalah, ternyata dirinya baru saja menyelesaikan ujian.
"Saya juga sudah hu" sahut Sinta berlari menuju ke meja pengawas, lalu menyerahkan soal ujian nya.
"Baiklah, Reina, Sinta, kalian silahkan pulang atau mau menunggu teman kalian di luar!" Kata guru pengawas.
Reina dan Sinta yang penuh semangat, langsung pergi ke mobil milik Sinta.
"Hari ini kita rekor yah" kata Sinta.
"iya dong!!"balas Reina.
Keduanya sudah duduk cantik di dalam mobil Sinta yang sudah ada supir nya.
"Kemana kita?" tanya Sinta.
"Aku mau ke mall" jawab Reina cepat. Ia sudah lama tidak pergi ke mall bersama Sinta.
"Ok pak, kita ke mall yah." titah Sinta pada supirnya.
"Siap non!!!"
Mobil pun mulai berjalan membelah jalan.
Reina menatap ke luar jendela mobil. Bayangan suaminya terlihat jelas di benak nya.
"Aku mau ngabarin mas Rico dulu yah" kata Reina sembari mengeluarkan ponselnya. Sedangkan Sinta hanya mangut mangut saja, lalu fokus dengan ponselnya sendiri.
...----------------...
Sedangkan di kantor nya, Rico tampak mengamuk pada pegawai nya.
Andrew yang merupakan asisten pribadi Rico, juga mendapat imbas dari amukan Rico.
"Bagaimana sih, kenapa proyek besar bisa lepas!!! apa kalian tidak menyayangkan dengan usaha kalian untuk menyelesaikan ini semua???? Huh!!!"
Rico melempar semua map map yang sudah tidak ada artinya lagi..
"Boss, semua ini terjadi karena ada orang yang mau menghabisi kekayaan boss" ujar Andrew.
"Siapa Andrew??? siapa???" tanya Rico penuh amarah.
"Terakhir aku sempat melihat Liora berkomunikasi dengan pemilik proyek ini" jelas salah satu anggotanya.
"Kita tidak bisa menuduh sembarangan, kita harus punya bukti!" tegas Rico.
"Bisa jadi dia yang melakukan nya" timpal Andrew.
Rico terdiam bisu, hatinya tidak menyangka jika ini semua benar perbuatan mantan kekasihnya itu atau tidak. Rico bertekad untuk melindungi istri nya dan juga keturunan nya nanti.
__ADS_1