2R Marriage

2R Marriage
Menyatunya Dua Insan


__ADS_3

Setelah mengenakan baju, Reina keluar dari kamar mandi. Ia terlihat acuh dan bersikap seolah tidak melihat Rico yang berdiri di hadapan nya.


Pria itu sudah tidak tahan lagi, i menghampiri istrinya yang hendak naik ke atas ranjang. Perdebatan tak bisa lagi di elak kan.


"Reina! Kita butuh bicara!"


"Maaf mas, aku capek" tolak Reina menepis tangan Rico. Lalu berbaring diatas ranjang. Reina menyelimuti tubuhnya nya dengan selimut.


Hufffff....


Rico menarik nafas, berusaha mengontrol emosi nya.


"Kamu kenapa sih, berubah seperti ini. Kamu bangun pagi, kamu tidur cepat. Seakan kamu menghindari aku. Ada apa Reina? Ada apa???" Tanya Rico.


Sedangkan Reina masih diam dengan mata tertutup. Ia memilih pura-pura tidur ketimbang melawan perdebatan Rico.


Melihat tak ada respon dari istri nya, membuat emosi Rico semakin memuncak.


"Apa karena kamu sudah berbaikan dengan pria itu? Apa karena dia kamu jadi menghindari aku??"


Perkataan Rico semakin menusuk, Reina tidak bisa menahan diri. Ia membuka matanya, lalu menatap pada Rico yang masih berdiri di samping ranjang nya.


Melihat respon istri nya saat dirinya menyebut Adam. Membuat Rico semakin yakin, perubahan Reina ada hubungannya denga mantan kekasih istrinya itu.


"heh.. Ternyata benar, karena dia" lirih Rico.


Reina mendudukkan tubuhnya, lalu menatap Rico dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apa kamu hanya melihat kesalahan ku saja? Apa sekarang otak mu sudah bodoh?"


"Apa maksud mu? Kamu yang berubah dan sekarang kamu mulai menyela dengan mengatakan aku tidak tahu kesalahan aku?" Balas Rico.


"Aku tahu Reina, dia mantan pacar kamu. Tapi kita juga sudah sepakat untuk memulai nya dari awal. Tapi lihat? Kamu seperti ini!!!"


"Seperti ini apa maksud kamu huh?" Emosi Reina mulai naik. Gadis itu turun dari ranjang, lalu berdiri di depan Rico.


"Kau hanya melihat kesalahan ku? Oke sekarang aku tanya sama kamu mas. Bagaimana sikap kamu sama aku? Apa kamu bertanya bagaimana keadaan aku, perasaan aku, yang selalu kamu abaikan .Bahkan kamu berbohong mas!!!!"


Reina berbalik, mengendalikan dirinya yang mulai lepas kendali.


"Kembali ke mantan? kamu mengatakan hal itu pada ku? cih..." Reina kembali menatap Rico, matanya sudah berembun.


"Apa kamu tidak malu mas? kata kata itu sangat cocok untuk kamu mas!!! bukan untuk aku!"


Rico terdiam, ia mencerna kata demi kata yang istrinya lontarkan.


"Maksud kamu apa sih? siapa yang kembali ke mantan??? "


"Kamu masih bertanya mas? udah lah, aku malas berdebat sama kamu. Sekarang, jalani saja kehidupan masing-masing "


Reina hendak berbalik keluar dari kamar, namun Rico menahan nya.


Tanpa aba aba, Rico menyerang Reina. Mencumbu gadis itu tanpa persetujuan dari nya.


Reina berusaha memberontak, namun kekuatan Rico tentu jauh lebih kuat dari nya. Beberapa kali Reina menghindari Rico yang ingin menciumnya.


"Lepas!! Apa yang kamu lakukan mas!!"

__ADS_1


Rico mendorong Reina ke ranjang, sehingga gadis itu terjatuh terlentang di atas ranjang besar itu.


Reina berusaha bangkit, tapi Rico lebih dulu menyerangnya lagi.


Rico terlihat sangat bernafsu, hasrat yang selama ini ia tahan, akan ia ledakan tanpa berpikir jernih.


Cumbuan demi cumbuan yang Rico berikan, akhirnya membuat gairah Reina sebagai wanita normal naik.


Akal sehat yang tadinya menolak, kini malah menguap entah ke mana.


Perlahan perlawanan Reina mulai melemah, dan hal itu sangat Rico sukai.


Dalam sekejap mata, gadis itu sudah tidak memakai baju lagi. Yang tersisa hanya pakaian dalam nya.


Teg.


Pengait pakaian satu satunya yang melekat di tubuh Reina terlepas dalam satu sentakan oleh Rico.


Seketika itu kesadaran Reina langsung kembali.


"Tidak bisa!" pekik Reina mendorong Rico dengan sekuat tenaganya.


Rico terhenti, namun ia masih berada di atas tubuh Reina.


Mata keduanya bertemu, sama sama dalam kondisi di pengaruhi oleh nafsu.


Mata Rico berkabut, hasrat yang sedang bergelora terlihat jelas di dalam matanya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki mu, kau milik ku!" Rico membungkam mulut Reina sebelum gadis itu kembali mengeluarkan kata kata pedas nya.


Malam itu, menjadi malam yang sangat panjang bagi mereka berdua.


Pengalaman yang tidak dapat Reina lupakan, bahkan rasanya ia sangat bahagia malam itu.


Di saat mereka menyatu, tak henti hentinya Rico menyebut nama Reina, mengerang dengan nama istri nya.


Reina yang mendengar nya tentu saja sangat bahagia. Rico terlihat sangat mencintai nya.


...----------------...


Kringgg!!!!!!!!!


Kringg!!!!!!!


Jam alarm terus saja berteriak seakan mencoba membangunkan tuan nya yang masih bergelut dengan mimpi.


Dua insan masih terlihat pulas dalam tidurnya yang saling memeluk.


Dengan di tutupi oleh selembar selimut, keduanya masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang.


Kring!!!!!


Untuk kesekian kalinya alarm itu berdering, dan pada akhirnya Reina menggeliat sembari mengerang pelan.


Tangan gadis itu meraba raba keatas nakas untuk mematikan alarm yang begitu berisik.


Karena pergerakan Reina, Rico ikut menggeliat, ia melepaskan pelukan nya pada tubu istrinya, lalu mencoba menggeser tubuhnya menjadi terlentang.

__ADS_1


Untuk beberapa saat kedua anak manusia itu terdiam. Lalu dengan serempak kedua membuka mata lebar. Kilasan kejadian tadi malam melintas di benak keduanya.


Takut takut, Reina melirik tubuhnya ke bawah.


"Aaaaaaaa!!!!!!!!!!" Reina berteriak, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Sehingga tubuh Rico yang tertutup oleh selimut menjadi terbuka.


"Aaaaaaa!!!" teriak Rico, lalu merebut selimut dari Reina.


Terjadilah rebutan selimut, keduanya sama sama ingin menutupi tubuh polos mereka dengan selimut. Namun, karena jarak mereka yang sudah sedikit jauh, dari pinggir ranjang ke pinggir ranjang satu lagi. Makanya keduanya tidak bisa menutupi tubuhnya dengan selimut jika mereka dengan jarak seperti itu.


Reina menatap garang Rico, kesadaran full menghampiri dirinya.


"Kau memperkosa aku om!!!" teriak Reina marah.


"Eh bocah!!! mana ada suami perkosa istri!" balas Rico.


"Lah tu, tadi malam. Sampe aku gak pake baju nih!"


"Lah, aku juga ternodai kali. Bukan kamu aja. Emang cuma wanita yang punya harga diri, laki laki juga kali!" balas Rico menggerutu. Ia menarik selimut dari Reina, tapi gadis itu kembali menariknya.


"Tapi, kalo laki laki itu, mau nyoblos berapa kali juga gak bakal membekas. Lah kalo cewe? di coblos sekali langsung pecah dan bakal longgar bego!" maki Reina.


"Tetap aja bukan pemerkosaan namanya, kamu aja menikmati juga kan!" tuding Rico.


Pipi Reina memerah, ia memang sangat menikmati permainan Rico yang sangat luar biasa.


"Udah deh, aku mau mandi. Mana udah telat lagi!" Reina menggerutu, ia mencoba untuk turun dari ranjang.


Tapi, saat ia hendak melangkah kan kakinya tiba-tiba itu nya terasa sangat perih.


"Akhs ...." ringis Reina memegangi itunya dari dalam selimut.


"Sakit yah sayang?" tanya Rico yang langsung turun dari ranjang untuk membantu istri nya. Ia lupa jika dirinya masih dalam keadaan polos.


Tak sengaja, pandangan mata Reina tertuju pada pusaka Rico yang menggantung G


gagah di antara kedua paha nya.


"Ahhh!!! Rico kamu masih belum pake baju???" teriak Reina kencang. Rico yang mendengar nya langsung menutup tubuh nya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Reina, malah mengangkat kedua tangannya untuk menutup matanya.


Bruk~


Selimut yang membaluti tubuh Reina teronggok di lantai. Keduanya sama sam dalam keadaan polos dengan wajah yang tiba-tiba mendadak tegang.


"Apa kau ingin menggoda ku lagi sayang?" sindir Rico, mata nya tidak berkedip melihat tubuh mulus Reina.


"Huh?" Reina tersadar, ia langsung berjongkok dengan pelan untuk meraih selimut dan melilitkan lagi ke tubuhnya.


Namun terlambat, singa lapar sudah terbangun. Rico dengan cepat kembali menyerang istri nya.


Kejadian malam tadi terjadi lagi, Rico dengan sangat hati hati kembali menyatu dengan Reina.


Semoga cinta mereka menyatu seperti yang mereka lakukan saat ini.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2