2R Marriage

2R Marriage
Pengganggu di Malam Minggu


__ADS_3

Malam itu, Reina baru saja selesai mandi. Ia melihat ponselnya dan menyadari kalau malam ini adalah malam Minggu.


Sinta


Aku ngedate sama doi!!


"Njir, ternyata dia punya doi lagi" gumam Reina melihat pesan yang sahabat nya kirimkan.


Reina keluar dari kamar, ia melihat luas nya apartemen yang ia tempati berdua dengan Rico.


"Cari apa sayang?"


Reina menoleh, ia tersenyum pada suaminya yang duduk sendirian di sofa dekat jendela apartemen.


Dari kaca jendela ini, Reina dapat melihat pemandangan kota yang mereka tinggali. Indahnya lampu lampu dari perumahan ataupun dari bangunan yang ada di sekitar.


"Indah juga yah, kalo di lihat malam hari"


"Aku gak akan salah memilih tempat baby"


"Ihh salah ngomong aku" dengus Reina.


Rico hanya terkekeh mendengar ucap istri nya.


"Beb, malam ini malam Minggu loh"


"Terus kenapa?"balas Reina pura pura cuek.


"Gak ada niat mau ajak aku jalan kek, atau seneng seneng kek"


"Lah, bukan nya ke balik??? harusnya kamu lah om, yang ajakin aku jalan, masa cewe yang ajakin"


Rico kembali terkekeh, lama kelamaan istri nya semakin terlihat lucu di matanya.


"Gimana kalo kita bikin baby?" Rico mengedipkan mata nya manja.


"Apaan sih om, genit banget sih"


"Ih kan biar romantis ayang...."


"Apaan, geli deh!" Reina berekspresi seperti orang geli mendengar kata kata alay dari Rico. Tapi Rico malah senang melihat istrinya seperti itu.


Rico memeluk erat tubuh Reina, mencium pipinya berkali kali.


"Ih om ngapain sih...."


"*****" celetuk Rico asal.


"Ihh gak usah Deket Deket deh" usir Reina.


"Canda ayang....Aku kan udah bilang bakal nunggu kamu siap"


Reina tersenyum senang, ia kembali memeluk Rico.


"Makasih"


Baru menjalin hubungan suami istri selama beberapa Minggu, tapi Reina merasa sudah sangat dekat dengan Rico. Bahkan ia tahu kalau cinta sudah mulai tumbuh di hatinya.


"Om, kamu yakin mantan mu itu sudah tidak ada di hati kamu??"


Jleb.


Rico terdiam, Reina kembali membahas soal mantan pacarnya.

__ADS_1


"Sayang, aku udah berapa kali bilang sama kamu? aku tuh udah gak ada hubungan dengan nya. Bahkan aku sudah memfokuskan hidup ku pada mu Ayang"


Reina tersenyum senang, meskipun hatinya meragu, tapi ia juga harus memberi kepercayaan pada Rico.


"Bagaimana dengan mu?" ucap Rico balik bertanya.


"Apanya?"


"Yah hubungan kamu sama mantan kamu lah, apa udah balikan?" sindir Rico.


"Ihh apaan sih om, ku udah putus tahu. Aku udah Sam kamu, aku juga gak mau sama laki laki yang seperti dia"


"Bagus dong, jadi kamu bisa jadi milik aku seutuhnya!"


"Siap pak boss!!"


Keduanya sama sama tersenyum, masih saling memeluk satu sama lain.


"Beb," panggil Rico.


"Hmm...."


"Aku boleh minta sesuatu gak?"


"Minta apa?" Reina mendongak, menatap ke wajah tampan Rico.


"Aku kangen kiss kamu"


Reina awalnya terdiam, lalu mengangguk pelan.


Tentu saja membuat Rico sangat bersemangat dan memperbaiki posisi duduknya.


"Seriusan boleh?" tanya Rico memastikan.


"Iya sayang"


Tampa aba aba lagi, Rico langsung meraih tengkuk Reina dan bersiap akan melahap bibir lembut dan manis Reina.


Sudah hampir nempel, ehh malah.


Ting Tong!!!


"Oh sitt!!" umpat Rico menggeram.


"Ada tamu sayang" ujar Reina.


"Biar aku bukain" seru Reina lagi.


Rico menghempaskan tubuhnya ke sofa. Hampir saja ia mendapatkan surga dunia yang beberapa hari ini ia rindukan. Eh malah di ganggu.


Reina membuka pintu, ternyata Andrew yang datang bertamu.


"Hai adek ipar!!!!!"


"Eh kak Andrew" balas Reina ikut tersenyum membalas sapaan Andrew.


"Rico di rumah gak? aku udah bawa makanan ni buat kita begadang malam ini"


"Wahhh banyak banget kak, ayo ayo masuk"


Andrew pun masuk ke dalam, ia membawa tentengan nya ke hadapan Rico.


Tatapan mata Rico sangat tidak bersahabat pada Andrew.

__ADS_1


"Ternyata kamu, mengganggu waktu kita berdua"


"Ih, selo man... Gue cuma gak mau malam Minggu kalian kelabu, jadi gue datang ke sini untuk ramein!!!"


"Bagus tahu, kita malah jadi rame " sahut Reina yang baru saja kembali dari dapur sembari mengambil piring untuk alas dari makanan yang Andrew bawa.


"Nah, istri kamu aja seneng. Kenapa muka Lo jahat begitu Ama aku!"


"Serah kamu aja deh, bete !"


Reina mengulum senyum, ia tahu mengapa suaminya seperti itu. Tapi, mau bagaimana lagi tidak mungkin ia mengusir sahabat suaminya sendiri.


"Oh iya, kalian tadi ngapain aja sih? kok lama banget buka pintu nya?"


"Yah ngapain aja lah, kok kepo banget" sungut Rico sinis.


"Orang nanya aja, kok sewot banget sih. Kaya aku ganggu lagi making aja kalian"


"Yah emang iya" celetuk Rico asal.


"Huh??? beneran dek??" tanya Andrew pada Reina yang terlihat malu.


"Boong kak, aku aja baru keluar kamar, terus Kaka datang deh" jelas Reina.


Rico mengambil ayam goreng yang Andrew bawa, lalu melahap nya dengan kesel.


"Di sogok sama ayam goreng aja, balasan nya *** *** tertunda" masih ada guys, dumelan Rico tak habis habis.


"Udah lah om, kita kan jadi rame juga. Lagian gak enak juga kalo depan kak Andrew nya ngomong gitu" tegur Reina.


Andrew memulai dramanya, ia sengaja memperlihatkan ekspresi sedih dan tersinggung.


"Beginilah nasib jomblo, dan tidak memiliki tempat untuk berlabuh"


"Tuh kan om, dia sedih. Siapa coba yang akan menghapus air matanya. Kan dia sedih kasian om, udah jomblo gak ada temen lagi"


Rico langsung tergelak, ia pikir istri nya membela Andrew. Ternyata istri nya meledek Andrew yang muka nya langsung masam.


"Emang cocok banget yah kalian berdua, aku kira kamu bela aku loh dek!"


"Hahaha....Aku bela suami aku lah wekk" ledek Reina.


Mendengar jawaban Reina, Rico langsung memeluk nya.


"Aku jadi senang sayang, muachhh!!!"


"Aku gak akan khianati kamu honey, aku akan berada di pihak kamu" ujar Reina sengaja memanasi Andrew.


"Uwueekk....." rasa rasa ada ****** di sini...." ungkap Andrew muntah muntah.


Sedangkan Reina dan Rico malah tertawa bersama sambil berpelukan.


"Awal nya aku merasa melambung tinggi, lalu dengan tekanan pelan, aku dihempaskan di tanah yang ternyata keras!"


"Namanya jodoh, tentu sikap kami gak akan jauh berbeda" balas Rico.


"Tapi serius yah, kalian itu cocok banget. Dan aku tahu Reina emang lumayan muda untuk Rico, tapi kemistri kalian itu dapat banget. Rico juga udah terlihat banget perubahan nya. Lebih banyak tersenyum dan tidak marah marah lagi di kantor" jelas Andrew panjang lebar.


Reina sampai terharu mendengar nya. Apalagi Rico, ia tidak pernah melihat Andrew bicara serius seperti ini.


"Makasih yah Reina, udah buat Rico bahagia. Aku seneng banget yang jadi istri Rico itu kamu, semoga kalian bahagia terus yah"


"Tumben kamu bisa ngomong baik" balas Rico.

__ADS_1


"Man, kalo untuk kebahagiaan kamu aku harus ngomong yang baik. Kita udah bersama sejak lama, jadi aku berharap kamu mendapatkan jodoh yang baik"


Rico tersenyum senang, ia memeluk Andrew, pelukan dari seorang sahabat dan juga saudara. Persahabatan mereka yang awet dan sangat erat, membuat hubungan keluarga terjalin di antara mereka.


__ADS_2