
Reina menatap haru pada bi Nana, wanita paru baya yang sejak ia kecil sudah menemaninya.
"Bi, ikut aja yah" Reina memeluk wanita itu, ia tidak mau berpisah dengan nya.
"Gak papa non, sekarang kan non udah jadi istri seseorang. Non harus bisa hidup mandiri"
"Tapi bi, aku kan gak bisa kalo gak makan masakan BI Nana"
Bi Nana tergelak mendengar rengekan nona mudanya. Hati kecilnya juga bersedih, Reina sudah seperti anak kandung bagi bi Nana. Sejak lahir, Reina sudah di asuh oleh nya.
"Nanti, bi nana akan sering sering ke tempat kita sayang" bujuk Rico.
"Iya non, setiap non kangen sama masakan bibi, maka bibi akan langsung datang"
"Beneran yah???"
"Iya non" janji bi Nana.
Reina pun menghentikan tangisnya, ia menghapus sisa air mata lalu mulai berjalan menuju mobil.
Semua barang sudah di masukkan ke dalam mobil.
Rico menghampiri bi Nana, beberapa Minggu bersama bi Nana. Rico dapat merasakan bagaimana tulus nya bi Nana.
"Bi, semua nya sudah aku atur yah.Bi Nana bebas mau melakukan apapun. Panti yang bi Nana sering kunjungi juga sudah saya beri donasi. Terus, bi Nana bisa sering datang ke apartemen kita yah"
"Iya tuan, makasih banyak yah"
Bi Nana tersenyum tulus, ia bahagia melihat nona muda nya mendapatkan suami yang baik seperti Rico.
Pria yang dewasa dan juga memikirkan tentang orang lain.
"Yaudah bi, aku sama Reina berangkat dulu yah"
"Hati hati yah tuan"
Rico mengangguk, lalu setelah Salim dengan bi Nana, Rico langsung masuk ke dalam mobil.
Dari kaca mobil, Reina menatap sedih ke arah bi Nana.
"Janji sering sering jenguk aku yah bi!!!!" teriak Reina.
"Iya non!!!!!"
Mobil pun melaju, bi Nana meneteskan air mata melepas kepergian majikan nya.
"Berat rasanya, hati ku tidak rela, tapi seorang ibu harus melepaskan anak nya ketika mereka sudah berumah tangga"
...----------------...
Di dalam mobil, Reina masih terlihat murung. Ia tidak mau bicara dengan Rico.
"Kenapa murung honey?"
"Kenapa sih harus pindah, kalaupun harus. Kenapa gak ajak bi Nana"
"Sayang, kenapa harus menyusahkan bi Nana? kita kan udah dewasa. kalaupun kangen, kita bisa kok ajak bi Nana main ke apartemen "
"Tapi kan.."
"Sudah lah, aku capek debat Mulu sama kamu. Kaya anak kecil!"
__ADS_1
Reina terdiam, baru kali ini Rico bicara keras padanya. Biasanya pria itu selalu lembut dan manis. Kenapa??? kenapa pria itu mendadak berubah seperti ini.
Setelah menjalani keheningan yang super duper panjang, akhirnya mobil pun berhenti di basemen apartemen.
Rico langsung keluar, meminta pak Harto untuk membawakan barang barang nya ke atas.
Sedikit pun Rico tidak menegur Reina yang menunggu di panggil atau sekedar di paksa ke dalam.
"Kok di berubah?" pikir Reina. Ia turun sendiri dan berjalan mengikuti Rico masuk ke dalam lift.
Mereka masih diem dieman, tak ada yang membuka suara. Hingga pintu lift terbuka dan Andrew menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang adek maniss" sapa Andrew pada Reina.
Gadis itu hanya tersenyum kikuk, ia tidak kenal dengan Andrew.
"Kenalin, aku Andrew"
"Reina" balas nya.
Melihat keakraban yang akan terjadi antara Reina dan Andrew, membuat Rico tidak bisa tinggal diam. Ia langsung menarik tangan Reina.
"Bereskan barang barang mu!" dengus Rico.
"Apaan sih, gak usah narik narik juga kali!"
"Tuh, rapihkan semuanya!!"
Andrew mendelik pada boss nya, bisa bisa nya Rico cemburu pada nya.
"Jangan dekat dekat sama istri ku!" peringat Rico.
"Laki laki itu tidak bisa di percaya" ungkap Rico.
"Kaya lu gak laki laki aja"
"Aku beda, gak kaya kamu"
"Serah lu dah, mending aku cabut!" dengus Andrew berlalu pergi.
"Sono, Sono pergi....Gak usah muncul muncul lagi!" usir Rico.
Dengan wajah menekuk, Andrew keluar dari apartemen Rico.
Semua barang sudah tersusun rapi, Reina merasa perut nya mulai keroncongan.
"Mau pesan makan gak? aku mau pesen ni" kata Reina pada Rico yang sibuk di sofa ruang tengah apartemen.
"Boleh deh, aku juga lapar" balas Rico tampa menoleh pada Reina.
"Mau makan apa kamu om?" tanya Reina acuh.
Mendengar ucapan Reina, Rico langsung meletakkan laptopnya di atas meja, lalu berjalan cepat kearah Reina.
"Mau ngapain?" Reina langsung siap siaga. Was was dengan kehadiran Rico yang selalu mengancam keselamatan wanita.
Rico berdiri di depan Reina, jarak mereka sangat dekat. Wajah Rico semakin lama semakin dekat pada wajah Reina. Semakin dekat, hingga gadis itu memejamkan mata nya.
Pletek!!!
"Aws..." Reina memegangi keningnya.
__ADS_1
"Kamu ini yah, sudah berapa kali aku bilang. Jangan memanggil ku dengan panggilan om"
"Kamu juga, belum 1 bulan tapi udah kdrt" dengus Reina.
Rico tersenyum, melihat wajah bete istri nya, membuat Rico semakin gemes. Ia memeluk tubuh istrinya erat.
"Maafin aku yah sayang, tadi aku udah bentak kamu" gumam Rico dengan nada menyesal, Reina mampu merasakan ada rasa bersalah dari suara Rico.
"Aku kaget banget loh, kamu bentak aku"
"Iya maaf yah"
"Hmm..."
Reina melepaskan pelukan suaminya, lalu saling menatap lama.
Cup~
"Baru berapa Minggu saja, aku sudah jatuh cinta pada mu honey"
"Oh yah??? kok aku nggak yah?" canda Reina.
"Benar kah??? tapi jantung kamu berdebar cepat Lo?" tangan Rico merayap ke atas, bukan hanya hati Reina yang di rasakan. Tapi gundukan kenyal Reina yang ia rasakan.
"Aws... nakal kamu yah!" Reina memukul dada Rico yang sudah berani meraba raba tubuhnya.
"Hahaha...Empuk juga yah" kekeh Rico.
"Apaan sih kamu, udah sana kerja lagi!!" Reina mendorong Rico kembali ke sofa. Sedangkan dirinya malah sibuk memilih makanan.
"Suka mie ayam gak?" tanya Reina.
"Suka beb, sama ayam crispy juga yah sayang"
"Ok siap!!!" balas Reina. Ia memesan, ayam crispy mie ayam dan juga ikan tongkol balado.
Setelah memesan, Reina menghampiri suaminya. Ia duduk di samping Rico sembari memeluknya dari samping.
"Kamu ngerjain apa beb?"
Deg.
Rico berhenti mengetik, ia menatap istrinya tidak percaya.
"Kamu manggil aku apa tadi honey?"
"Kenapa memang nya??"
"Aku gak salah denger kan???" Rico masih belum bisa mempercayai nya, istri nya sudah mulai mesra dengan nya.
"Mau suami ku kan begitu, kenapa aku harus membantah nya?? sebagai istri yang penurut aku harus melakukan nya kan?"
"Wahhhh" Rico sangat bahagia, ia mengecup pipi Reina berkali kali.
"Kalo aku minta making love bisa gak beb?"
Wajah Reina langsung masam, " Di kasih hati, kamu malah minta jantung yah om!"
"Ahahaha....Canda sayang, aku tahu kok kamu masih sekolah, dan aku akan menunggu sampai kamu siap!!!"
Ini lah yang membuat Reina cepat jatuh cinta pada Rico. Pria mapan, tampan dan dewasa, Rico adalah pria yang sangat pengertian.
__ADS_1