
"Rico!!!"
Reina berteriak sambil berlari dari dalam kamar menuju ke meja makan.
"Rico! Dasar om om. " Geram Reina saat melihat suami nya tengah duduk santai sambil membaca berita di tablet nya.
"Ada apa sih sayang? pagi pagi udah ribut aja"
"Gimana aku gak ribut coba, lihat sekarang jam berapa?"
Rico menurut, ia melihat jam tangan nya. "Jam 7 sayang"
"Terus aku suruh kamu bangunin aku jam berapa??"
"Jam 5"
Reina semakin kesal, suami nya terlihat sangat santai sekali, padahal dirinya sudah mencak mencak.
"Kamu kan gak telat honey, kenapa harus mengomel. Tapi gak papa, kamu tetap cantik kok"
Reina menjambak rambutnya sendiri, "Kamu itu yah!!!!!!!! Hari ini tu, hari pertama ujian aku sayannggggh...... Kamu ngerti gak sih!"
"Yah aku tahu beb, masalah nya di mana coba?"
Rico meletakkan tablet nya, lalu mendekati istri nya.
"Aku sengaja honey, gak bangunin kamu jam 5 subuh. Aku tuh gak tega liat kamu belajar dari malem hingga subuh."
"Tapi aku harus belajar, aku harus bisa dapat no 1!"
"Iya honey, aku tahu. Kamu gak perlu khawatir. Aku yakin kamu bisa" ucap Rico memegang bahu Reina, memberi kepercayaan dan keyakinan pada istri nya, jika istri nya pasti bisa.
"Aku takut gagal" lirih Reina.
Rico langsung memeluk istrinya, memberikan rasa nyaman tersendiri di hati Reina.
"Kamu pasti bisa kok honey, aku yakin itu"
"Makasih yah beb"
"Iya beb"
Mereka berpelukan cukup lama, hingga tanpa sadar sekarang hampir jam 7.20.
"Sayang, kamu masuk jam berapa?" tanya Rico tersadar.
"Aku masuk jam 8 sayang, masih lama"
"Oh yaudah, sekarang kamu makan dulu, setelah itu aku akan antar kamu ke sekolah "
Reina mengangguk, ia menuruti apa yang suaminya katakan.
...----------------...
Di depan gerbang sekolah, terlihat banyak siswa siswi berjalan masuk ke dalam sekolah. Ada yang bawa sepeda, ada juga yang bawa motor.
Mereka terlihat sangat bersemangat sekali.
Reina tiba di sekolah, tapi dia tidak berani turun. Rico yang mengendarai mobil turun lebih dulu. Lalu mengitari mobil untuk membukakan pintu agar istri nya keluar bak ratu.
Siswi yang masih ada di area gerbang dan halaman sekolah langsung terkesima melihat ketampanan Rico.
__ADS_1
"Njirrr ganteng banget"
"Abang nya siapa itu??"
"Astaga.....Silau banget!!!"
Sorakan mereka semakin histeris ketika Rico tersenyum pada mereka. Kaca mata hitam, dan stelan kaos putih dan celana panjang hitam, membuat Rico terlihat sangat perfect.
"Turun baby" ujar Rico. Tapi, Reina malah menggeleng kuat.
"Kenapa kamu berhenti di dalam sih om.. Nanti mereka ngira aku apa coba!!!"
"Kenapa sayang? buruan nanti kamu telat Lo!"
Reina menempelkan tubuh nya pada jok mobil, berusaha menahan tubuh nya agar tidak terseret keluar oleh Rico.
"Sayang....."
Siswa siswi menatap penasaran pada Rico yang berusaha menyuruh seseorang keluar dari mobil.
Saat itu, Sinta datang. Ia melihat kerumunan di depan gerbang sekolah bagian dalam.
"Kerumunan apa sih?" gumam nya pemasaran, ia malah memasuki kerumunan itu, dan kaget melihat mobil Rico terparkir di sana.
"Kakak Rico?" panggil Sinta.
Reina dan Rico menoleh, mau tidak mau Reina terpaksa keluar dari membuat satu sekolahan heboh.
"Jadi, cewe yang cogan antar itu Reina??"
"Astaga beruntung banget!!!"
"Sama gue ajaaaa"
Adam mendengar nya, ia menatap tidak suka pada Reina. Ia hanya ingin Reina menjadi milik nya.
"Hai Sinta" sapa Reina tercengir, ia berusaha menutupi wajahnya dengan rambut.
"Kenapa di tutupi?" Tanya Sinta.
"Aku gak mau mereka liat aku" jawab Reina jujur. Padahal semua orang sudah tahu, kalau itu dia.
"Honey, kenapa sih? biarkan orang tahu"
"Ihh apaan sih" dengus Reina menutup mulut Rico.
"Reina! dia pacar kamu?"
"Ganteng banget!!!"
"Eh bu-" Reina ingin membantah pertanyaan itu, tapi Rico lebih dulu menjawab nya.
"Dia calon istri aku, pendamping aku"
Seketika sekolahan heboh dengan sorakan patah hati dari para gadis abg itu.
"Ya ampunnnn beruntung banget!!!!"
"Eh, kok ngomong gitu sih. " sela Reina pada Rico.
"Gak papa lah Reina, dari pada dia bilang kamu bini nya"
__ADS_1
"Ah serah aja!" dengus Reina. Ia berbalik pergi menuju ke kelas nya.
"Yah ngambek, aku masuk dulu yah kak" pamit Sinta.
"Ok, belajar yang baik. Baca doa sebelum menjawab ujian"
"Siap!!" sahut Sinta, lalu berlari menyusul Reina.
Rico tersenyum senang, akhirnya ia bisa mengantar istri nya sampai ke dalam sekolah. Beruntung sekali istri nya sibuk membaca buku, jadi dia sengaja memarkirkan mobil di dalam.
"Sial banget, dapat cogan si Reina"
Rico tersenyum miring sebelum masuk ke dalam mobil. Perkataan cowo cowo di sekolah Reina membuat Rico merasa bangga.
Sekarang ia tahu, ternyata istri nya primadona di sekolah. Lihat saja, para cowo cowo banyak yang patah hati.
"He om! bagus yah akting nya!"
Rico tidak jadi masuk ke dalam mobil, ia berbalik kearah sumber suara.
Cih.
Bocah itu lagi, berani sekali dia memanggil ku om om. Pikir Rico Dalma hati.
"Maksud kamu apa yah anak kecil?"
"Udah deh om, meskipun om ngaku jadi suami Reina sekali pun. Aku tetap akan ngejar Reina! karena dia milik aku!" ucap Adam, terdengar jelas di telinga Rico setiap kata ada ada penekanan.
Rico tersenyum, ia santai dan terlihat tenang. Meskipun hati nya panas mendengar perkataan Adam.
"Aku gak tahu yah masalah kamu di mana. Yang jelas, cowo bajingan seperti kamu gak cocok untuk Reina!" tegas Rico.
"Heh Rico! kenapa kamu marahin dia!!!!! " Sinta berteriak dari belakang. Lalu berlari ke arah Rico dan Adam.
"Apaan sih Sin, ikut campur Mulu deh!"
"Heh, cowo kaya Lo gak usah sok pengen miliki Reina deh. Sampai kapan pun kamu gak akan bisa!"
"Bukan urusan kamu!"
Adam pergi begitu saja, sebelum pergi dia melirik tajam pada Rico.
Rico bergidik acuh, bocah seperti itu tidak perlu ia ambil pusing.
"Kenapa kamu gak jadi masuk?"
Sinta memutar mata bosan, lalu menunjuk mobil Rico yang terdapat tas sekolah Reina di dalam nya.
"Astaga, istri ku pelupa banget!!" ujar Rico. Ia segera mengambil tas istri nya, lalu memberikan nya pada adik sepupunya.
"Makasih kak"
"Iya sama sama, belajar yang baik. Jangan asal jawab aja! ingetin bini aku yah!!!"
"Ihh bawel banget deh, mulut kakak tu udah kaya mulut mama aku loh" decak Sinta.
"Yah kan aku cuma ngingetin, kalo kamu lupa. "
"Iya iya.....Aku buru buru nih, bel udah bunyi" pasrah Sinta kesal.
"Iyaa, masuk sana"
__ADS_1