2R Marriage

2R Marriage
Mantan Rico


__ADS_3

"Aduh, kalian punya mata gak sih!"


Wanita yang menabrak Reina melotot marah pada keduanya. Ia kesal karena gaun nya kotor.


"Maaf Tante, tapi Tante yang nabrak teman saya!"


"Heh, sembarangan Tante Tante!!! sejak kapan aku nikah sama paman kamu!" hardik wanita itu tak rela di panggil Tante oleh Sinta.


"Tapi, teman saya emang bersalah. Kau itu yang buta!" balas Sinta kesal.


Reina hanya diam, memperhatikan reaksi wanita cantik yang membuat emosi memuncak.


"Kalian itu yah,masih kecil tapi sudah begitu ngomong sama orang yang lebih tua!"


"Menghargai orang yang lebih tua itu memang harus di lakukan, tapi kita harus lihat dulu, orang tua seperti apa yang harus kita hargai." sahut Reina.


Wanita itu melirik Reina, tatapan nya sinis. Seakan ingin menghajar Reina saat ini juga. Namun semua itu tertahan, karena tempat ini terlalu ramai untuk menunjukkan sifat aslinya.


"Minta maaf cepat!" titah wanita itu.


"Enak saja, gak mau!! yang salah tetap salah. Yang benar tetap benar!!!!!" tolak Sinta.


"Kalian yang menabrak aku!"


"Enak aja, kau tu yang nabrak maimunah!" balas Sinta lagi.


Reina terlihat malas, ia menarik tangan Sinta untuk membawa nya pergi.


Namun, wanita itu malah menahan nya.


"Heh, mau kemana kalian? mau kabur??? gak akan,aku gak akan biarkan!!"


Reina berusaha menarik Sinta dan juga tangan Sinta yang di cengkram oleh wanita gila itu.


Fyuuu..


Kesabaran Reina mulai habis, ia menghentikan pergerakan nya. Lalu berbalik menatap ke arah wanita yang mungkin beberapa tahun lebih tua dari dirinya.


"Maaf yah, kami ada urusan yang lebih penting." tegas Reina.


"Heh anak kecil, kalian itu harus minta maaf pada ku dulu.Baju ku kotor dan harus nya kalian juga ganti. Tapi, karena aku berbaik hati, maka kalian cukup berlutut memohon maaf padaku"


"Cih, jangan harap. Kau yang salah kau yang minta maaf!" balas Sinta emosi.


Orang orang yang berlalu lalang di sekitar mereka, melihat kearah mereka. Ada yang berbisik bisik ada juga yang malah sengaja berhenti untuk menonton aksi mereka.


"Ayo cepat!" desak wanita itu.


Reina melihat ke sekeliling nya, ada sebuah cctv di sudut bangunan pada lokasi mereka berdebat.


"Simple saja, mari kita check cctv itu. Kita lihat bersama siapa yang salah. Maka dia yang harus berlutut!"


Wanita itu langsung melihat ke arah yang Reina tunjuk, ia mulai gugup. Tentu saja dia tahu siapa yang salah.


"Kenapa harus repot repot melakukan nya, kalo udah salah kenapa banyak alasan!"


"Kalau memang kau benar, kenapa kau takut? harus nya kan kau senang" Reina dan Sinta tersenyum menyeringai.


Wanita itu melirik semua orang di sana, ia mulai berpikir untuk kedua kali nya.

__ADS_1


"Huh, anak zaman sekarang memang gak ada sopan nya" dengus wanita itu berakting. Lalu pergi begitu saja.


"Huuuu takut !!" sorak Sinta.


Orang orang di sekitar mereka pun ikut menyoraki wanita itu.


"Yok!" ajak Reina.


Keduanya kembali melanjutkan langkah mereka masuk ke toko eskrim.


Reina memilih berbagai jenis rasa eskrim. Dia tidak ingin makan di toko itu, tapi ingin makan di rumah saja.


Sinta sampai heran, kenapa Reina tidak mau makan di toko. Biasanya Reina selalu meminta Sinta untuk menemaninya makan eskrim di toko.


Reina menerima bungkusan kotak Eskrim pilihan nya, lalu mengajak Sinta pulang.


"Yuk pulang"


"Huh?" Mata Sinta melebar. Baru saja selesai beli eskrim, Reina sudah minta pulang. Bahkan mereka belum beli sepatu, baju, dan tas.


"Kamu ini gimana sih Reina, kita baru selesai nonton aja Loh"


"Tapi aku mau pulang, kalo enggak nanti eskrim nya cair"


Sinta mendengus kesal, lalu memutar tubuhnya menuju ke mobil nya yang terparkir.


...----------------...


Sesampainya di apartemen, Reina langsung turun dari mobil kemudian melambaikan tangan pada Sinta tanpa menawarkan untuk mampir padanya.


"Hati hati di jalan yah, bye!!!"


"Astaga, tu anak yah. Semenjak ada suami, jadi aneh kaya gitu!" Sinta menggerutu sendiri.


Tanpa sengaja, Sinta melirik ke bangku di sebelah nya.


"Tuh kan, karena buru-buru tu anak lupa sama tas nya!"


Fyuuu....


Sinta memarkirkan mobilnya, lalu keluar dari mobil sembari membawa tas milik Reina.


"Kan aku jadi mampir juga, padahal gak di tawar kan" Sinta bicara sendiri sembari menatap tas milik Reina.


Sedangkan Reina, baru saja gadis itu keluar dari lift. Ia melihat seorang wanita yang tidak asing di matanya.


"Kamu!"


Wanita itu berbalik, menatap sinis kearah Reina.


"Kamu ngikutin saya yah! Dasar anak tidak tahu sopan santun!"


Mata Reina melebar mendengar ucapan wanita itu. Ia hendak menyerang wanita itu, beruntung Rico keluar.


"Sayang" panggil Rico.


Wanita itu tersenyum lebar, ia pikir Rico memanggil dirinya.


"Ri-"

__ADS_1


Rico memeluk Reina, mengecup kedua pipinya mesra.


Wanita itu terdiam, ia tidak menyangka jika gadis kecil itu yang di panggil oleh Rico.


"Sayang, aku bawa eskrim" ujar Reina memperlihatkan tentengan nya.


Rico hendak menjawab, tapi tiba-tiba wanita itu memanggilnya.


"Rico!?"


Reina kaget, wanita itu tahu nama suaminya.


"Heh wanita gila. Kenapa memanggil nama Suami ku!"


"Cih" Wanita itu memalingkan wajah nya, berdecak tak percaya.


"Jadi sekarang kau menikahi gadis kecil setelah memutuskan aku?"


Deg.


Jantung Reina seakan berhenti berdetak, mendengar perkataan wanita itu.


Sinta baru saja keluar dari lift yang langsung menghadapkan ke depan pintu apartemen Reina dan Rico.


"What? kamu??"


"Iya, aku mantan pacar nyam Kenapa? kalah saing?" ujar wanita itu sombong.


Dia adalah Liora Anjani, wanita karir yang lebih mementingkan karir nya di bandingkan dengan kekasihnya yaitu Rico.


Liora sudah berkali kali di lamar oleh Rico, ia selalu saja mengatakan jika dirinya belum siap.


Liora selalu menolak jika Rico membicarakan hubungan mereka dengan serius. Hingga akhirnya Liora memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk melanjutkan karirnya beberapa bulan. Meninggalkan Rico yang melarang nya untuk pergi.


Mereka akhirnya putus, Lalu beberapa bulan setelah itu bunda Rico mengatakan jika dirinya sudah di jodohkan.


langsung saja Rico menerima Reina sebagai istri nya. Meskipun Reina masih SMA. Tapi, Rico dapat merasakan ada cela bahagia di dalam kehidupan nya nanti.


"Oh cuma mantan, aku istri sah nya. Wanita yang seumur hidup akan bersama nya!"


Sinta tersenyum melihat keberanian sahabat nya. Ia pikir Reina akan nangis dan mengamuk pada Rico. Ternyata ia malah melawan Liora.


"Cih, tidak mungkin Rico bisa cinta sama kamu" dengus Liora. Ia sangat yakin jika Rico masih mencintainya.


"Aku mencintai nya. Sangat mencintai nya!" ungkap Rico. Tatapan dingin tertuju pada Liora.


"Tidak mungkin, kamu tidak mungkin bisa melupakan aku Rico!!"


"Jangan panggil aku lagi, aku tidak Sudi.


Ayo sayang, kita masuk"


Rico menggandeng tangan istri nya masuk ke dalam apartemen nya, lalu menutupnya dari dalam.


Kini tersisa Liora dan Sinta saja di luar apartemen.


"Wkwkwkw.....Kasian banget yah, Tante Tante ngaku jadi mantan. Eh malah di abaikan!" ledek Sinta.


"Diam kamu, dasar anak ayam!" Liora melenggang pergi dengan perasaan marah.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2