2R Marriage

2R Marriage
Kenapa kamu berbohong?


__ADS_3

"Reina, apa kamu mulai merasa nyaman dengan pernikahan mu?"


Reina menoleh pada sahabat nya, saat ini mereka tengah duduk di salah satu cafe mall.


Reina dan Sinta memilih meja yang terletak di luar, sehingga mereka bisa melihat pemandangan kota dari atas sana.


Hufff.....


Reina menghela nafas lemah, sejujurnya ia juga tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri.


"Aku mulai nyaman Sin, bahkan aku merasa tidak tenang jika mas Rico belum pulang"


"Yah itu tanda nya kamu mulai cinta sama kak Rico" celetuk Sinta.


Reina tak menjawab, ia meminum jus alpukat nya dengan mata menatap lurus ke luasnya langit.


...----------------...


Di tempat lain, Liora tengah tertawa bersama kekasih nya.


Gagal nya proyek Rico adalah ulah dari mereka berdua. Liora sengaja meminta kekasihnya untuk membocorkan informasi tentang perusahaan Rico dan membuat proyek itu tidak jadi di dapat oleh perusahaan Rico.


Hal ini membuat Rico dan pegawai nya kucar-kacir. Kerugian yang harus ia tanggung tidak lah sedikit.


"Kamu benar-benar bisa di andal kan" puji Liora sembari mengecup pipi kekasihnya.


"Sayang, aku sudah bilang. Apapun aku lakukan untuk dirimu"


"Kau harus menepati janji mu!" tegas Liora, lalu kembali mengecup pipi kekasihnya. Senyum misterius terbit di kedua bibir tipisnya.


Setelah bersenang senang dengan kekasihnya, Liora memutuskan untuk menemui Rico.


Namun, saat ia mampir ke sebuah mall untuk bertemu dengan teman nya, Liora tak sengaja melihat Reina, istri Rico.


Senyum licik kembali terbit di wajahnya.


Liora melangkah mendekati gadis kecil yang tengah nongkrong bersama teman nya.


"Wahh, gimana mau jadi istri yang baik. Kalau hobby nya seperti ini"


Reina dan Sinta kaget, mereka menoleh kearah sumber suara.


Sinta berdiri, ia menatap Liora tajam.


"Mau apa kau ke sini Tante girang!"


"Sembarangan mulut kamu yah!" marah Liora, ia tidak suka di panggil seperti itu oleh Sinta.


"Huh,kenapa? atau Pelakor??? hmmm seperti nya cocok juga untuk kamu!"


Reina ikut berdiri di samping Sinta, ekspresi nya terlihat sangat santai.


"Tante mau ngapain sih? mau Manas manasin aku lagi??? udah deh Tante. Aku gak bakal panas dengan masa lalu kelam kalian itu!"


Liora menatap Reina tajam,lalu ia melangkah 2 langkah lebih dekat dengan Reina.

__ADS_1


"Kamu dengar yah, sikap sombong kamu ini, akan berubah menjadi tangis yang tak pernah kamu bayangkan!"


"Cih, ancaman seperti itu udah basi tahu gak Tan" cibir Sinta.


"Kita lihat saja nanti,siapa yang akan menangis dan mengerang kesakitan"


Liora tersenyum miring,lalu berbalik pergi dari hadapan kedua gadis SMA itu.


"Dasar nenek lampir!" dengus Sinta. Sedangkan Reina malah terdiam memikirkan ucapan Liora.


Bagi Reina, masa lalu Rico adalah musuh terbesarnya. Apalagi Liora adalah wanita yang pernah mengisi penuh hati Rico.


"Rei, kamu kok diam aja sih? ucapan cewe itu gak usah di pikirin!" kata Sinta.


Reina tersentak, ia tersenyum dan menggeleng pelan.


"Aku gak mikirin itu kok Sin" bohong Reina.


Karena kedatangan Liora, Reina dan Sinta memutuskan untuk pulang.


Sinta mengantar Reina ke apartemen kakaknya, lalu ia langsung pulang ke rumah nya sendiri.


Di loby, Reina bertemu dengan Andrew. Ia sedikit terkejut melihat Andrew berada di gedung apartemen tanpa adanya Rico.


"Eh kak Andrew, kamu udah pulang kerja?" tanya Reina menyapa.


Terlihat Andrew sedikit gelagapan, dan itu tertangkap oleh mata kepala Reina.


"Mas Rico udah pulang juga yah?" tanya Reina lagi, karena Andrew tak kunjung bersuara.


"Maaf Reina, tapi tadi aku dan Rico pulang terpisah, aku ada urusan lain. mungkin Rico sudah pulang" jelas Andrew gugup.


Keduanya naik lift yang sama, keluar di lantai yang sama juga.


"Aku masuk dulu yah kak" pamit Reina.


"Eh iya, aku juga kok"balas Andrew terbata.


Reina masuk ke dalam apartemen nya, lalu mencari cari keberadaan suaminya yang ia pikir sudah pulang.


"Mas!!!....Mass...."


Reina mencari ke segala tempat yang ada di apartemen ini. Namun, Reina tidak menemukan keberadaan suaminya di mana pun.


Reina berpikir suaminya mungkin masih ada urusan yang lain.


Cling~


sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Reina.


Cepat cepat, gadis itu mengambil ponsel nya dari dalam saku baju nya.


Duar!!!!!


Bak di sambar petir,hati Reina terasa hancur berkeping keping.

__ADS_1


Pesan yang masuk ke ponselnya adalah pesan yang di kirimkan oleh nomor yang tidak di kenal.


Isi pesan nya yaitu, sebuah foto Rico yang tengah duduk bersama seorang wanita dan tempat itu Reina tahu di mana.


Cling~


Pesan lain masuk lagi dengan nomor yang sama.


08xxx


Aku pinjam suami mu dulu yah, UPS..


Tangan Reina bergetar, matanya mulai mengabur karena air mata yang perlahan mengumpul di pelupuk matanya.


Tangan yang memegang ponselnya terlihat semakin kuat, buku tangan nya pun terlihat mulai memutih karena saking kuat nya cengkraman tangan Reina pada ponselnya.


Reina masih berusaha untuk tetap sabar dan positif thinking. Ia tidak mau termakan oleh jebakan Liora.


Reina mencoba mengirim pesan pada suaminya. Ia ingin melihat apa yang akan di katakan suaminya padanya.


Husband 🤍


Mas, kamu di mana?


Setelah mengirim pesan itu, jantung Reina berdetak kencang menunggu balasan dari suaminya.


Cling~


Reina langsung membuka pesan balasan dari suaminya. Dengan tidak sabaran ia langsung melihat'nya.


Deg.


Husband 🤍


aku lagi meeting sayang. Sebentar lagi aku pulang.


Fix hati Reina terasa di cakar cakar , lalu di siram dengan air perasan jeruk.Perih banget rasanya.


"Kenapa kamu bohong mas? di saat aku sudah percaya sama kamu. Tapi kamu malah seperti ini" batin Reina.


Bruk~


tubuhnya ambruk di lantai, kakinya sudah tak sanggup menahan beban di hati nya lagi.


Air mata yang sejak tadi mengumpul antri di pelupuk matanya. Kini terjun secara bersamaan menelusuri pipi tembam yang kini bergetar karena gadis itu menangis.


Kata demi kata yang Liora katakan padanya tadi, mulai melayang dan terngiang di telinga Reina.


"Hiks....Hiks....Mami, Reina rindu...." lirih Reina dalam tangisnya.


Sudah yang kedua kalinya, dirinya di bohongi oleh laki laki yang ia percayai.


"Di saat mendung itu mulai hilang, sekarang kamu malah menggantinya dengan hujan deras"


Reina menghapus air matanya, ia bersyukur ujiannya telah selesai. Jika tidak, pasti dirinya tidak akan bisa fokus dengan pelajaran nya.

__ADS_1


Reina melangkah masuk ke dalam kamar, lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Masuk ke dalam bathtub, lalu mengisinya dengan air hangat. Reina ingin berendam air hangat untuk menenangkan dirinya yang mulai goyah!.


__ADS_2