
Ujian sekolah tersisa 2 hari lagi, Reina sibuk mempersiapkan diri di setiap malam nya. Sedangkan Rico malah sibuk dengan proyek terbarunya.
Kedua nya saling sibuk dengan urusan masing masing, namun tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan dengan baik.
Rico akan selalu berusaha untuk menemani isteri nya belajar, dan Reina akan selalu menunggu suami nya pulang di malam hari setiap kali Rico pulang larut.
Kadang, Rico merasa kasihan pada istri nya. Tai, ia selalu berusaha untuk yang terbaik. Rico juga melakukan lembur ini demi bisa liburan bersama istri nya ke Amerika sekalian menjenguk nenek mertuanya.
Hari ini, Reina tengah berjalan jalan di supermarket dekat apartemen.
Reina membutuhkan cemilan untuk bekal dirinya begadang saat belajar.
Awal nya Reina ingin meminta Rico yang membelinya, tapi karena rasa kasihan suaminya bakal berhenti ke supermarket, akhirnya Reina memutuskan untuk pergi sendiri.
"Ini mba, hitung semua" kata Reina pada mba kasir setelah mengeluarkan isi keranjang belanja nya.
"Baik mbak"
Kasir yang berjenis kelamin wanita itu pun mulai menghitung semua belanjaan Reina yang isinya hanya cemilan.
"Total nya Rp.358.000 mba"
"Oh iya, ini pake kartu ini mba" jawab Reina sembari memberikan kartu kreditnya.
Setelah melakukan transaksi pembayaran, Reina pun bergegas keluar dari mini market itu.
Brak~
Tiba-tiba saat keluar dari pintu mini market, seseorang dengan sengaja mendorong Reina.
Gadis itu terhuyung ke belakang dan semua belanjaan nya berserakan di lantai.
Pengunjung yang berlalu lalang di sana menatap aneh pada mereka.
Reina menghela nafas, ia melihat cemilan nya berserakan lalu menatap pada orang yang dengan sengaja mendorong nya.
"Huh, ternyata kamu yah" dengus Reina melihat Liora dalang kesialan ini.
"Iya kenapa? kamu kaget melihat aku?"tantang Liora angkuh.
Reina dengan sabar memunguti cemilan nya, lalu memasukkan kembali ke dalam kantong plastik nya.
Setelah semua terkumpul, Reina kembali menatap Liora dengan santai.
"Kamu bilang apa tadi? Kaget??
ya kagetlah, masa ada setan' menampakkan diri, gimana gak kaget coba?" ledek Reina.
Liora menjadi panas, ia tidak suka di ejek seperti itu oleh anak kecil seperti Reina.
"Kamu yang sopan yah sama orang yang lebih tua!" bentak Liora geram.
"Gimana mau sopan coba? orang tua nya ajak kaya gini. Ah udah lah, aku capek layani orang yang tidak punya akal sehat ini!" ujar Reina sembari melangkah pergi.
Namun, Liora merasa tidak senang. Ia dengan sengaja kembali ingin mendorong Reina.
__ADS_1
Bukan nya mendorong Reina, wanita itu malah mendorong orang lain yang berjalan di depan Reina.
Bruk~
Orang itu terjatuh, dia menatap marah pada Liora.
"Bangsat, kamu ngapain dorong saya huh?" marah wanita itu.
Liora langsung panik, ia mana bisa melawan wanita yang sangat garang ini.
"Maaf, saya gak sengaja" cicit Liora.
"Apaan, tadi Tante bilang gak suka sama Tante ini. Makanya dorong dia pas lewat!" ujar Reina mengompori.
Liora menggeleng kuat, dia tidak bermaksud mendorong wanita itu, tapi Reina.
"Kamu yah, dasar wanita gila. Sini kau!!!"
"Maaf, aku gak sengaja. Dia bohong!!" teriak Liora berusaha menjelaskan. Namun, wanita itu sudah terlanjur marah. Ia tidak mau mendengar penjelasan Liora lagi.
Alhasil, Liora lari sekencang mungkin menghindari kejaran wanita itu.
"Hahahaha.....Kena batu nya kamu kan Tante!!!" teriak Reina tertawa puas.
Reina pulang ke apartemen dengan berjalan kaki selama 8 menit. Jarak mini market dari apartemen terbilang sangat dekat.
Saat masuk ke dalam apartemen, Reina melihat lampu sudah menyala. Pasti Rico sudah pulang.
Dengan hati yang senang, Reina berlari menuju ke kamar nya.
"Mas, kamu udah pulang?" tanya Reina memanggil Rico dengan panggilan mas.
Reina menatap kamar nya yang kosong, ia mencari Rico ke balkon. Namun Rico tetap tidak ada.
"Kemana dia??" gumam Reina bingung.
Critikkkkk....
Reina menajamkan pendengarannya, ia mendengar ada kemercik air dari kamar mandi.
"Ternyata dia mandi" kekeh Reina yang sudah hampir panik.
Sembari menunggu Rico selesai mandi, Reina menyusun cemilan nya di atas meja belajar nya, lalu duduk di tepi ranjang. Tak lupa, Reina mengambil buku pelajaran nya, lalu mulai kembali mempelajari materi yang sudah pernah di jelaskan oleh gurunya.
Rico selesai mandi, ia masih memakai handuk. Dada bidang dan perut kotak kotak nya kembali terekspos.
Saat pria itu keluar dari kamar mandi, ia di kejutkan oleh pemandangan yang lucu.
Istri nya Reina sudah terkapar di atas tempat tidur dengan buku berada di genggaman nya.
"Ya ampun, segitunya kamu belajar yah sayang " gumam Rico. Ia mengambil buku dari tangan Reina, lalu memperbaiki posisi tidur nya.
"Tidur yang nyenyak sayang ku"
Cup~
__ADS_1
Rico tersenyum pada istri nya, lalu menggelengkan kepalanya kuat. Entah apa yang melintas di dalam benak nya , hanya dia yang tahu.
Rico mengganti handuk menjadi baju tidur nya. Lalu ikut berbaring di samping istri nya. Menyelimuti tubuh mereka berdua.
"Nice dream sayang" bisik Rico di telinga Reina sebelum ia ikut terjun ke dunia mimpi bersama sang istri.
...----------------...
Pukul 5 subuh.
Kruyuk!!!!!!
Kruyuk~
Reina menggeliat gelisah, ia tidak bisa tidur dengan nyaman.
"Aaaa laparr" erang Reina tanpa sadar. Nyawa nya belum terkumpul sepenuhnya.
Pergerakan Reina membuat Rico terbangun dari tidurnya.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya Rico sembari mengucek ngucek mata.
"Huh? astaga, aku lupa kalau aku udah gak single lagi" pekik Reina dalam hati. Ia membuka matanya pelan.
Deg.
Pemandangan yang indah, Reina di hadapkan dengan leher jenjang dan dagu runcing milik Rico.
"Astaga, tuhan. Kenapa ini sangat menggoda???" erang Reina Dalma hati. Ingin rasanya ia mengelus dan mengecup dagu dan leher itu. Tapi, Reina takut di kira wanita murahan oleh Rico.
Reina takut di kira berpengalaman di bidang itu, padahal itu nalurinya sebagai manusia normal.
"Apa salah mengecup leher suami sendiri?" gumam Reina tanpa sadar. Perut yang sejak tadi meronta terlupakan sejenak.
"Boleh honey, kamu boleh mengecup atau menjilatinya" sahut Rico.
"Huh?" Reina semakin melongo, ia malah semakin terpana saat mata hazel Rico menatap lekat dirinya.
"Jika kau tidak melakukan nya, maka aku yang akan melakukan nya"
Setelah mengatakan hal itu, Rico langsung menyerang leher Reina. Ia tidak memberi jeda untuk Reina mencerna semua ini.
Gadis yang sudah menjadi istri Rico itu malah menikmati dan memejamkan mata.
"Inikah sarapan ternikmat?" batin Rico.
Keduanya saling membelit, menyalurkan hasrat yang terpendam di dalam diri masing masing.
"Uhh..." lenguh Reina ketika Rico dengan sengaja menghisap lehernya, dan meninggalkan jejak ke pemilik kan di sana.
Rico semakin bersemangat, ia tidak henti hentinya melakukan nya lagi dan lagi.
Ketika hendak melanjutkan ke yang lebih intim, saat Rico sudah menyelusup ke balik baju kaos Reina. Tiba-tiba...
Kruyuk~~~~
__ADS_1