ADIK KAKAK

ADIK KAKAK
Episode 10 "Valeia"


__ADS_3

15



Raden Ayu Roro Valeia Ardhyoningrat Colin adalah seorang gadis blasteran inggris-jawa yang ditunangkan oleh keluarganya sejak kecil dengan seorang anak laki-laki bernama Kario Stevandy. Meskipun Ayah Rio sudah almarhum namun pertunangan itu gak dibatalkan demi menghormati beliau. Valeia sudah mengenal Rio dari bayi. Ia tahu kecelakaan yang dialami ayah Rio dan keguguran yang dialami sang mama. Ia juga tahu kalau Mama Rio menikah lagi enam tahun yang lalu. Dan juga kenyataan bahwa Rio mengalami trauma karena kehilangan adiknya.



Sebagai seorang tunangan yang baik ia mencoba menjaga Rio dari cewek-cewek ganjen yang ada disekitarnya. Termasuk cewek yang baru saja dilabraknya siang tadi. Anandia Kena Altair. Tapi ia gak menduga kalau ternyata semua hanya salah paham, atau ternyata Kena adalah adik tiri sang tunangan, atau kalau nama Rio sudah berubah menjadi Kario Stevandy Altair. Nama keluarganya sama dengan cewek itu, yang artinya cewek yang tadi dilabraknya bakalan jadi adik iparnya nanti. Dan Valeia telah memberikan kesan buruk terhadap dirinya sendiri. Alias cari mati!



“Gimana nih? Kena pasti benci sama aku,” sesal Valeia dramatis. “Kamu gak ada cara biar adikmu balik suka sama aku?” tanyanya pada cowok yang duduk di kursi ketua OSIS itu.



Cowok itu, Rio, memijat ringan pelipisnya. Hal yang sering dia lakukan belakangan ini. Masalahnya dengan Kena aja belum selesai dan sekarang tunangannya menambah masalah baru. Belum lagi dia juga kepikiran soal Gero yang menenangkan Kena. Memang dia yang minta tolong ke sohibnya itu, tapi Gero terkenal playboy. Siapa yang tahu apa yang bakal dilakukan cowok blateran itu kalau berduaan aja dengan Kena. Bukan berarti Rio gak percaya padanya, tapi Rio lebih khawatir kalau Kena bakal ngapa-ngapain Gero! Misalnya menciumnya tiba-tiba kayak yang dilakukan Kena ke dia dulu.



“Rio! Sayang!” panggil Valeia membuyarkan lamunan Rio.



Rio menghela napas berat, “Kita pikirkan itu nanti, sekarang lanjutkan dulu hukumanmu.” Rio menunjuk buku peraturan sekolah yang dibuka Valeia dengan dagunya. Menandakan kalau cewek itu harus bergegas menyalin semua peraturan dalam buku itu buat merenungi kesalahannya tadi. Walau pun dari penjelasan Valeia, ia dan Kena gak melakukan bertengkaran apapun selain ngobrol perihal Rio. Tapi peraturan tetaplah peraturan!



Rio sendiri tengah menyalin buku yang sama karena melanggar peraturan dengan berlari di koridor. Dan harusnya Gero juga menerima hukuman itu, tapi sohibnya itu gak muncul juga di ruang OSIS sejak tadi. Itulah yang membuatnya curiga dengan apa yang terjadi setelah dia membawa Valeia pergi.



“Sayang, aku capek, boleh istirahat sebentar ya?” pinta Valeia merenggangkan jemarinya yang terasa kram.



“Terus menyalin.” Tegas Rio.

__ADS_1



Valeia manyun, tapi ia tetap harus mematuhi perintah Rio. Sebagai seorang tunangan yang baik, sudah sepantasnya buat menuruti perkataan tunangannya. Meski begitu ia tetap memikirkan bagaimana caranya buat berbaikan dengan Kena. Sehingga kesan Kena terhadapnya berubah jadi baik. Berani berbuat salah harus berani bertanggung jawab. Valeia berjanji akan menebus kesalahannya dengan menjadi Kakak ipar yang baik bagi Kena, dimulai dari setelah ia menyelesaikan hukumannya ini.



“Semangat!” katanya ke diri sendiri.



# #



Semangat?



Butuh seharian bagi Valeia buat menyalin buku peraturan sekolah itu. Sekarang semangatnya sudah melebur bersama rasa kantuknya yang semakin menguat. Hari itu ia gagal bertemu Kena lagi. Jadi ia memutuskan buat menjalankan rencananya mulai besok pagi.




Satu hal yang dilupakan Valeia adalah besok pagi itu hari libur. Tidak ada kegiatan sekolah, tanggal merah, hari minggu. Ketika ia terbangun dan menyadari hal itu, semangatnya semakin menguap bersama uapan mulutnya. Kegagalan yang beruntun!



“Non sarapan!’ panggil pelayan rumah.



Dengan terkantuk-kantuk Valeia turun ke ruang makan. Ia terus-terusan menguap seraya menggigit sedikit-sedikit roti isi miliknya.



“Non Valeia ndak mau ke rumah den Rio?” tanya pelayan rumah seraya meletakkan gelas susu ke samping Valeia lalu mengisinya dengan susu hangat.

__ADS_1



Seketika valeia tersadar sepenuhnya dari rasa kantuk. Benar! Ia bisa ke rumah Rio untuk berbaikan dengan Kena. Gimanapun mereka bersaudara, jadi pasti tinggal serumah. Ah, serumah, membayangkannya membuat Valeia merasa iri. Ia juga ingin segera serumah dengan Rio. Gak, gak boleh cemburu sama adik ipar!



“Aku mau ke rumah Rio,” kata Valeia penuh tekat.



Pelayan itu tersenyum simpul, “Nanti bibi minta pak mardi siapin mobilnya,”



“Ya.”



Dengan semangat yang telah kembali Valeia cepat-cepat menghabiskan sarapannya. Lalu bergegas untuk bersiap ke rumah sang tunangan. Tujuannya buat bertemu Kena dan menjalin ikatan kakak ipar dan adik ipar dengannya. Tujuan sampingan buat ngecengin Rio di hari minggu. Tujuan tambahan adalah jalan-jalan.



Dan begitulah tekat sang Raden Ayu Roro Valeia Ardhyoningrat Colin. Pantang menyerah demi mencapai tujuan. Dan itu pula yang membuat Rio menyukainya walau terkadang gadis itu agak kelewatan.



Tapi siapa yang bisa menebak apa yang bakalan terjadi nanti?




# # # #


..


__ADS_1


__ADS_2