ADIK KAKAK

ADIK KAKAK
Episode 2 "Adik Lo?"


__ADS_3

3


Sekolah adalah tempat teraman bagi Rio setelah kamarnya. Karena disekolah dia gak bakalan ketemu sang adik yang notabene dua tahun lebih muda darinya. Ah, adiknya itu anak kelas satu SMA dan dia kelas dua SMA. Itu karena sang adik ambil kelas loncatan. Mereka memang satu sekolah, namun kelas satu dan dua menempati gedung yang berbeda. Jadi kalo bukan karena kebetulan mereka gak akan bertemu di koridor.


“Bro, udah maen game baru ini lum?” Tanya sang sahabat satu-satunya bernama Gero. Cowok blasteran yang lolicon banget dan ngefans sama baby metal (idol jepang) seraya menunjukkan video game yang baru rilis.


“Yo’i.” sahut Rio akrab merangkul sohibnya.


“Btw, ortu lo lagi bulan madu kan, gue boleh nginep dirumah lo gak?”


“Tahu dari mana kamu?” Selidik Rio.


Gero cengengesan, “Bokap lo dateng ke rumah gue buat rapat sama bokap gue soal have sex,” curhatnya. “Gak nyadar tu bapak-bapak kalo anaknya lagi puber, mana obrolannya hot semua lagi.”


“Stop! Aku gak mau denger!”


“Huahahaa...lo cowok kan?” Olok Gero.


Rio mencibir sambil menjitak sohibnya yang kelewat absurd biar sadar, namun matanya juga menangkap sosok mungil yang berdiri tak jauh darinya. Sosok itu menatapnya jijik, mendadak dunia Rio terasa hancur. Itu sang adik!


Ngapain ni anak disini? Batin Rio jengah.

__ADS_1


“Bro, ada cewek imut. Kayaknya anak kelas satu,” Gero menatap sosok itu penuh minat.


Dia juga terkenal playboy jadi gak heran kalo matanya sekarang jelalatan menatap rok pendek Kena. Menyadari itu Rio langsung menjitak kepala sohibnya lagi, berasa gak rela sang adik dilecehkan. Meski dia gak mengakui Kena sebagai adiknya.


“Shiit lo!” kesal Gero, “Heh? Kemana tu cewek?”


“Ke laut,” asal Rio.


Kena sudah pergi karena jengah melihat tingkah bodoh keduanya. Alasan dia ke gedung ini untuk menemui kepala sekolah yang memanggilnya untuk membahas lomba yang sedang dia ikuti. Karena kantor kepala sekolah ada di lantai tiga, terpaksa dia harus melewati kelas sang kakak. Pertemuan tadi sudah diperkirakannya, namun tetap saja dia gak nyangka bakal ndengerin percakapan bodoh macam tadi. Tapi dia jadi gak sengaja tahu kalo sang kakak suka main game, kayaknya bukan game normal. Mungkin itu alasan sang kakak selalu mengurung diri di kamar dan mengatainya bocah.


“..hah, kakak yang merepotkan...”


# # # #


“HEEEEEEEEEEEEEEH?! ADIK LO? YANG TADI SIANG?”


Gero mengorek lubang telinganya agar lebih jelas mendengar. Soalnya barusan sohib nya bilang kalo anak kelas satu yang mereka lihat tadi siang itu adalah adiknya yang gak dianggap adik. Kok bisa?


“Gue tahu bokap lo nikah lagi sama nyokap lo, tapi lo kok gak pernah bilang kalo punya adik cewek yang imut?” Tuntut Gero.


“Bukan adikku, tiri!” Ralat Rio.

__ADS_1


“Gue heran kenapa lo gak ngakuin dia sebagai adik?” Gero menghentikan langkahnya, “Apa karena dulu lo gagal dapet adik?”


Rio ikut berhenti, “Aku cuma gak suka punya adik, apalagi cewek. Males,”


Gero gak habis pikir sama sohibnya, ya, Rio dulu memang pernah gagal punya adik gegara nyokapnya keguguran. Apalagi janin yang hilang itu berjenis kelamin perempuan, apa iya Rio trauma karena kejadian itu? Karena nyokapnya keguguran saat membawa Rio kecil yang sakit panas ke rumah sakit. Tapi itu bukan kesalahannya kan, dokter yang menangani hal itu, yang kebetulan ayahnya Gero, mengatakan kalo sejak awal kandungan itu lemah dan rawan keguguran.


Kalo Rio beneran trauma, pantas saja dia gak mau mengakui adik tirinya sebagai adik. Sepertinya ni anak perlu disadarkan kalo sekarang dia udah punya seorang adik yang selalu di impi-impikannya sejak kecil. Gak ada alasan buatnya terus-terusan nyalahin diri sendiri.


Apalagi kalo nanti adiknya menikah sama gue, masa’ harus batal gegara Rio gak ngasih restu? Pikir Gero ngawur.


“Oy, kamu ngayal apaan? Aku gak bakalan ngasih Kena ke playboy kayak kamu.” Tolak Rio yang tepat sasaran, mungkin pikiran mereka terhubung.


“Hahahaha...pokoknya gue jadi nginep dirumah lo,”


“Gak, gak boleh!” Tolak Rio. “Aku curiga kamu mau ngapa-ngapain Kena,”


“Nggaaaaak!” Gero mengibas-ibas kan tanggan nya di depan dada, “Gue gak bohong!”


“Artinya bener kamu mau ngapa-ngapain dia,”


“Ukh, dasar pelit!”

__ADS_1


# # # #


TBC.


__ADS_2