
14
“Cemburu?”
Gero mendekap Kena dan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu. Ia cukup kelelahan setelah mengikuti sohibnya berlarian dari ruang rapat OSIS ke wilayah kelas 2. Belum lagi ia harus meminta maaf ke semua orang yang merasa terganggu dengan tingkah mereka berdua. Atau mencari alasan saat gak sengaja berpapasan dengan guru. Disaat kayak gitulah ketampanannya dapat diandalkan. Lahir sebagai seorang cowok blateran itu memang gak mudah.
Namun semua terbayar sudah karena ia bisa berdekatan dengan Kena sekarang. Ia bisa mencium aroma parfum yang dipakai Kena. Daripada menenangkan Kena seperti permintaan sohibnya, tindakan Gero itu malah lebih ke menenangkan dirinya sendiri. Lagian Kena juga gak menolaknya. Bisa jadi gadis ini belum sadar karena terlalu kaget pada sang kakak yang lebih mendukung tunangannya.
“Itu beneran tunangannya?” tanya Kena akhirnya.
Dia tadi sempat diam karena kebingungannya pada apa yang baru saja terjadi. Sang kakak menarik Valeia pergi! Daripada merasa kaget atau kesal, Kena lebih merasa bersyukur karena dia gak harus mendengarkan celotehan panjang Valeia tentang Rio. Dia akhirnya bisa keluar dengan selamat dari adegan konyol yang menjebaknya daritadi.
“Tunangan sah nya,” jawab Gero, “Kenapa, apa sebagai adik lo gak tahu?”
Kena mengangkat bahunya, “Papa Mama gak ngasih tahu, lagian apapun tentang kak Rio dari awal bukan urusanku.”
“Hee,”
Gero mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban dingin Kena. Gimana bisa kedua adik kakak tiri ini bisa punya kepribadian yang mirip? Yakin mereka bukan malah anak kembar? Pantas aja Rio bisa kebakaran jenggot kalo terkait Kena, sang adik yang gak dianggap adik, calon istri gue.
“Kayaknya kak Rio cerita semuanya ke kak Gero, bahkan soal alasannya gak mau punya adik juga. Apa dia juga cerita hal lain?”
“Gak semua,” jawab Gero, ia menatap mata Kena dari samping, “Dia gak pernah cerita soal lo ke gue. Cuma bilang punya adek, tapi gak bilang kalo adeknya semanis ini,”
__ADS_1
“..........”
# #
“..........”
“Jadi pacar gue ya?” pinta Gero manis, seolah ada bunga-bunga bermekaran dibelakangnya.
Kalau aja Kena adalah seorang gadis pada umumnya, dia pasti udah terpesona dan luluh oleh kata-kata Gero. Tapi Kena adalah seorang gadis yang gak mudah ditaklukkan. Dia gak segitu gampangnya pindah kelain hati, atau berkhianat. Apalagi orang yang memanggilnya ‘sayang’ sudah kembali.
“Kakak gak takut dibunuh kak Rio?” tanya Kena balik.
“Hahaha,” tentu aja Gero takut, sohibnya itu kalo marah bakal ngalah-ngalahin moster kyubi narato. “Pura-pura juga boleh,” jawab Gero masih melancarkan aksinya buat menggaet Kena.
“Tapi gak ada yang bilang kalo gue gak pernah setia,” terang Gero seraya mendekatkan wajahnya ke muka Kena. “Bisa pertimbangkan?”
Kena segera menampik telunjuk Gero yang menempel di bibirnya, “Kak Gero resek!” kesal Kena. Dia bergegas pergi menaiki tangga ke lantai 3, melanjutkan niatannya semula buat menyerahkan berkas olimpiade ke kepala sekolah.
Dari bawah suara Gero masih terdengar untuk terakhir kalinya, “Gue bakal tunggu jawaban lo!” teriak Gero antusias.
Gero memandangi kepergian Kena, sang calon istri, atau sang calon pacar, itu dengan senyum merekah. Kalo Kena sendiri yang setuju jadi pacarnya, Rio gak bakalan bisa protes. Walau manggil sohibnya itu sebagai kakak ipar terdengar gak enak.
“Gero sayang?” suara seorang cewek memanggil.
__ADS_1
Gero lekas berbalik dengan senyuman yang lebih mempesona lagi, “Hai sayang, gue gak liat lo pagi ini, gak kangen gue?” tanyanya ke cewek itu.
Cewek itu menghambur ke dekapan Gero. Cowok blasteran itu mengecup pipinya, lalu mereka pergi dari sana menuju kantin sekolah. Gero sudah memenuhi tugasnya buat menenangkan Kena, ia juga udah menembak Kena dan tinggal menunggu jawaban kedua dari gadis itu. Sekarang saatnya buat bersenang-senang dengan pacarnya yang ke—, ehem, Gero sendiri kayaknya udah gak inget.
Haha.
Jadi cowok blateran yang tampan itu memang gak mudah. Apalagi yang tampannya kayak Gero. Banyak banget cewek-cewek yang mau jadi pacarnya, dan lebih banyak lagi yang ngantri buat nembaknya. Hampir setiap hari ada minimal satu dua cewek yang mencarinya dan nyatain cinta. Gero sebenarnya udah punya banyak pacar, dan semua pacarnya itu saling akur, karena itu persyaratan yang selalu diajuin Gero ke cewek yang mau pacaran dengannya.
Dilarang saling menjatuhkan!
Semuanya mendapat perhatian Gero secara merata. Karena itu gak ada yang pernah bilang kalau Gero gak setia meskipun pacarnya banyak. Bisa dibilang Gero itu pacarnya semua cewek! Kecuali yang enggak, haha.
Namun tadi adalah kali kedua Gero yang nembak cewek, bukan ditembak cewek. Dan Kena, cewek yang barusan ditembaknya itu gak gampang didapat. Ia bahkan gak tahu apapun tentangnya. Persiapannya belum matang, mungkin karena itu ia gagal pada percobaan pertama. Mungkin juga karena Gero terlalu dimanjakan sama cewek-cewek disekitarnya.
“Gue harus minta Nael nyari info soal Kena,” guman Gero.
“Kamu ada ngomong sesuatu sayang?” tanya cewek yang bergelayutan di lengan Gero.
Gero tersenyum padanya, “Lo cantik hari ini,” kata Gero mengalihkan topik. Rencana ini gak boleh sampai bocor ke Rio. Ia bisa mati sebelum beraksi.
Tapi siapa yang bisa menebak apa yang bakalan terjadi nanti?
# # # #
__ADS_1
..