
13
Gadis berperawakan dewasa itu menyibakkan rambut bergelombangnya ke belakang beberapa kali. Matanya memandang angkuh ke gadis lain yang lebih muda didepannya. Gayanya bagai seorang ratu, mendekat dengan anggun menghampiri sang gadis lain yang hanya diam tersebut. Gadis itu menjulurkan tangannya mengajak berkenalan. Dan kata-kata yang terlontar darinya merupakan kalimat perselisihan!
“Kenalin, aku Raden Ayu Roro Valeia Ardhyoningrat Colin. Putri tertua keturunan bangsawan inggris dan cucu dari karesidenan Jogjakarta. Peringkat ketiga di sekolah, kelas 2 – A, perwakilan lomba olimpiade Kimia tingkat nasional. Jelasnya Pa-car Ri-o,” kata gadis itu, Valeia, penuh penekanan.
Kena menatap cengo pada gadis yang baru saja memperkenalkan dirinya secara detail itu. Kalimat yang bisa terdengar jelas olehnya hanyalah bagian, Pacar Rio! Hah, kakaknya yang merepotkan itu punya pacar? Bukan berarti ia peduli, tapi siapa yang kemarin malam bilang anak di bawah umur gak boleh pacaran? Dan sekarang cewek yang mengaku pacarnya muncul? Serius?!
Kena agak ragu menjabat balik tangan itu, tapi dia tetap melakukannya, “Kena,” balas Kena singkat. Valeia menatapnya dari atas kebawah, lalu menatap matanya seakan gak puas dengan jawaban singkat Kena.
Kena merasa alisnya berkedut, “Anandia Kena Altair. Kelas 1 – A, perwakilan lomba olimpiade Fisika & Matematika tingkat nasional. Panitia kelulusan kelas 3.” Lanjut Kena memperkenalkan diri sesuai cara Valeia.
Valeia mengangguk puas lalu melepaskan jabatan tangannya. “Hee, aku denger kamu belakang ini ngejar-ngejar pacarku, kamu tahu kan aku ini pa-car-nya.” Valeia masih penuh penekanan mengklaim posisinya sebagai pacar Rio. Dia mengibas sekali lagi rambutnya kebelakang dengan angkuh. “Yah, aku sadar sih cowok cakep kayak Rio pasti banyak yang naksir,”
Demi apa Kena harus mengalami kekonyolan ini di pagi hari? Tadinya ia melewati koridor kelas dua karena keterpaksaan, ia harus mengantar dokumen lomba ke ruang kepala sekolah. Lalu mendadak seorang gadis cantik, angkuh dan mengaku pacarnya Rio ini menahannya sebelum sempat naik ke tangga menuju lantai tiga. Dan sekarang ia harus mendengar gadis ini berceloteh memuji-muji Rio dihadapannya, apakah otaknya sudah sengklek? Atau mungkin dia kebanyakan menghapal rumus kimia sehingga otaknya melebur jadi cairan benzena? Atau kekurangan H2O?
(Author : “Butuh aq*a?” )
Valeia masih terus berceloteh tentang hubungannya dengan Rio. Dia menyandarkan tubuhnya ke pegangan tangga, tangannya bersidekap didada menonjolnya, sesekali dia menyibak rambut kebelakang. Gak satupun dari celotehan itu yang masuk ke telinga Kena. Kena hanya berharap adegan konyol ini segera selesai karena ia gak mau berlama-lama berada di wilayah anak kelas dua. Tentunya karena ada Rio, sang kakak yang merepotkan disini!
__ADS_1
Kena menatap ke Valeia, kayaknya gadis yang mengaku sebagai pacarnya Rio itu gak akan melepaskannya begitu aja.
“Hahh,” eluhnya.
# #
Rio berlari-lari di koridor menuju area kelas dua. Dibelakangnya Gero mengikuti sambil sesekali meminta maaf kepada siapa saja yang merasa terganggu karena tindakan mereka berdua. Baru aja sohibnya itu mendapat kabar kalau tunangannya muncul kembali ke sekolah setelah dua bulan mengikuti pelatihan intensif di Inggris. Parahnya, sang tunangan saat ini sedang bertempur dengan sang adik yang gak dianggap adik, alias calon istri Gero, alias Kena, di area tangga menuju lantai 3. Begitu mendengar kabar tersebut Rio langsung menyerbu keluar dari ruang rapat OSIS ke area yang dimaksud. Lupakan statusnya sebagai ketua OSIS, perilakunya yang melanggar peraturan sekolah dengan berlarian di sepanjang koridor sudah sangat luar biasa!
Gero hanya berharap belum terjadi insiden berbahaya diantara kedua gadis tersebut. Akan lebih merepotkan kalau mereka bertengkar atau berantem di sekolah, karena keduanya sama-sama perwakilan olimpiade nasional. Tapi kalau memang sudah terjadi pasti seru juga buat ditonton.
# #
Rio sudah gak peduli lagi pada pandangan penasaran dari setiap anak yang melihatnya berlarian di koridor. Dia juga gak peduli pada rapat yang baru saja kacau karena kepergiannya. Menghampiri Valeia lebih penting! Gadis itu kalau udah bikin onar bakal besar-besaran. Reputasi OSIS juga bisa rusak, karena Valeia menjabat sebagai ketua bidang keamanan sekolah. Pokoknya jangan sampai gadis itu bikin keributan menggunakan statusnya.
Saat cowok bermata hijau itu sampai di lokasi, dia bisa melihat sang adik yang gak dianggap adik sedang berhadapan dengan sang tunangan yang baru kembali.
__ADS_1
“Valeia!” panggil Rio kesal.
Sontak kedua gadis yang sebenarnya hanya saling ngobrol itu, atau lebih tepatnya Kena yang mendengarkan celotehan Valeia, menoleh bersamaan.
“Darling!” teriak Valeia histeris begitu tahu siapa yang memanggilnya. Gadis itu langsung meloncat ke pelukan Rio. Mendekapnya erat sampai-sampai Rio berharap mereka lenyap dari sana karena dia sangat malu sekarang. Apalagi Kena ada disana!
Rio lantas menyeret Valeia pergi menjauh dari sana. Gadis itu perlu didisiplinkan!
Dalam hati Rio merutuki dirinya karena gak bisa ngasih penjelasan ke Kena, dan malah meninggalkannya sendiri lagi. Apalagi setelah percakapan mereka kemarin malam. Tapi dia harus sesegera mungkin menjauhkan Valeia dari Kena. Dia gak ingin adiknya itu terkena masalah. Setidaknya itulah yang bisa dia lakukan sebagai seorang kakak.
Rio sempat melirik ke arah Gero yang sejak tadi mengikuti di belakangnya, “Tolong ya,” pintanya ke Gero. Dia berharap sahabatnya itu bisa menenangkan Kena menggantikannya, karena dia harus mengatasi Valeia sekarang.
Gero tersenyum simpul, “Siap bos,” balasnya singkat. Lalu dia segera mendekati Kena. Memeluknya dari belakang, biar kayak di komik-komik gitu. Haha.
“Cemburu?” goda Gero.
# # # #
__ADS_1
..