Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Ketakutan Dinda


__ADS_3

Pov Dinda


Ada rasa khawatir dalam diriku karena seharian ini tidak mendapat kabar dari Mas Yusuf. Sudah berulang kali Aku coba menghubungi Mas Yusuf tapi tidak juga diangkat oleh Mas Yusuf. Kalau sudah begini hanya doa saja yang bisa aku panjatkan agar Allah SWT selalu melindungi Mas Yusuf dimanapun Mas Yusuf berada.


Setelah melaksanakan ibadah shalat maghrib Aku langsung melanjutkan membaca Ayat suci Al-Quran, karena kebetulan si kembar sedang asik melihat serial kartun anak di TV ' EPEN dan EPIN ' . Jadi Aku bisa dengan leluasa mengaji. Saat akan mulai mengaji . Aku mendengar suara deru mobil Mas Yusuf, mendengar suara mobil dari Mas Yusuf sontak membuat hati Ku lega. Alhamdulillah akhirnya suami Ku sudah sampai di rumah.


Dengan wajah ceria , Aku lalu menyambut kedatangan suami Ku yang sudah Aku tunggu tunggu kedatangannya sejak tadi. Aku pun bergegas menuju pintu depan rumahku, untuk membuka kunci pintu depan.


Aku tersenyum saat melihat kedatangan mas Yusuf.


"Mas, " ucapku sambil mencium punggung tangannya dengan takzim.


Tapi ada seseorang berdiri dibelakang mas Yusuf dan Aku pun kaget saat tahu kalau dibelakang mas Yusuf ada Nilam, ya wanita itu benar benar Nilam.


"Oh iya Din mas minta maaf ya , Mas sebelumnya gak izin dulu sama Kamu kalau mas bawa Nilam pulang ke rumah Kita, nanti akan mas ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, " ucap mas Yusuf yang kemudian mencium kening Ku dan merangkul Ku masuk kedalam rumah.


Aku pun mengantar mas Yusuf menuju ke kamar tidur kami dan mas Yusuf langsung menuju kamar mandi yang ada dikamar tidur Kami. Aku pun segera menyiapkan pakaian ganti untuk mas Yusuf pakai nanti, setelah semua beres Aku persiapkan, seketika Aku teringat dengan Nilam, Aku lalu bergegas menuju ruang tamu kemudian menemui Nilam yang ternyata masih berdiri diluar rumah.


"Loh kok masih diluar Lam, mari masuk , "ucap Ku mengajak Nilam masuk, walau pun jujur hati ini sama sekali tak ingin jika ada Nilam diantara Aku dan mas Yusuf.


Nilam pun tampak ragu untuk mengikuti Ku, ada rasa canggung dalam dirinya saat berhadapan denganku, walaupun rasa canggung itu juga ada dalam diriku, tapi Aku berusaha untuk membuat seakan diriku adalah wanita yang tegar.


Aku pun menunjukkan letak kamar yang akan Nilam tempati untuk sementara waktu.


Aku sengaja mengeluarkan kata kata yang tajam kepada Nilam agar dia tidak melampaui batasnya . Dan Aku memberikan baju yang tertutup untuk Nilam. Agar Nilam mengerti posisi dirinya di rumah kami ini.

__ADS_1


Aku pun meninggalkan kamar yang Nilam tempati. Ada rasa takut yang kuat dalam dada Ku. Tapi aku pun tersadar semua terjadi atas izin Nya.


"Astaghfirullahalazim, apa yang sudah Aku takutkan ya Allah, semua sudah menjadi takdir Ku , Aku ikhlas dengan takdir yang telah engkau tetapkan ya Allah... Aku ikhlas , tapi berikan Aku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan yang Engkau berikan ya Allah... Aamiin , " lirihku didalam hati.


Aku meneruskan langkah Ku menuju ke kamar Ku. Di dalam kamar ku dapati mas Yusuf sudah tertidur dengan sangat nyenyak. Aku pun menyelimuti tubuh suami Ku itu , Ku pandangi wajahnya yang tampan. Tanpa terasa air mata ini pun mengalir . " Apa yang harus Aku takutkan ya Allah, suamiku sudah jujur tentang semuanya. Tidak ada yang pernah ia tutupi, " lirih Ku.


Seperti halnya sore tadi saat mas Yusuf dan Nilam datang, tanpa Aku tanya mas Yusuf sudah langsung menceritakan semua kejadian padaku, mulai dari mas Yusuf bertemu dengan Nilam sampai mas Yusuf dan Nilam tiba disini, semua mas Yusuf ceritakan dengan jelas tanpa ada sedikit pun yang terlewat. Bahkan momen dimana mas Yusuf memegang tangan Nilam. Sakit??? jujur sakit , wanita mana yang tidak sakit melihat sang suami dan wanita yang dulu sangat dicintai suaminya hari ini bersama.


"Ya Allah kuatkan Aku dalam menghadapi semua ujian yang Engkau berikan. Aamiin," ucap Ku dalam hati. Aku pun memutuskan untuk tidur disamping mas Yusuf dan memeluk tubuhnya dari belakang.


...****************...


Waktu menunjukkan pukul empat dini hari. Adzan subuh sebentar lagi akan berkumandang, Aku pun segera beranjak dari tempat tidurku untuk membersihkan diriku . Sebelum meninggalkan tempat tidurku Aku sempatkan melihat sejenak wajah milik suamiku lagi. Aku daratkan ciuman lembut di kening dan kedua pipinya. Mas Yusuf pun tersenyum mendapati diriku yang menciumnya.


Senyum manisnya pun terkembang.


"Mas sayang Kamu Din !! " ucap mas Yusuf sambil terus bermanja padaku. " Dinda juga sayang banget sama mas," balas Ku yang menikmati nyamannya dalam pelukan mas Yusuf. Kami pun larut dalam pelukan. Sampai suara tangis dari Farhan membuat Kami saling melepaskan pelukan Kami.


"Mas Dinda lihat anak anak dulu sebentar ya mas, mas langsung mandi saja , jangan tidur lagi ya mas, " ucapku lalu pergi meninggalkan mas Yusuf sendiri dikamar Kami.


Sesampainya dikamar si kembar Aku langsung menggendong si sulung Farhan.


"Kenapa mas Farhan, kok nangis? " tanyaku kepada Farhan.


"Atu, mauk tutu mah, " celotehan yang keluar dari mulut mungil Farhan.

__ADS_1


Aku pun tertawa mendengar buah hati Ku ini makin hari makin pintar, Farhan memang berbeda dengan Farra. Farhan sangat susah sekali makan, Farhan lebih menyukai susu dari pada makanan sedangkan adiknya Farra nafsu makannya memang luar biasa, tapi Farra sama sekali tidak menyukai susu. Dengan segera aku menyiapkan susu yang diinginkan Farhan . Setelah memberikan susu kepada Farhan , Farhan pun segera meminum susunya dengan segera dan tak lama kemudian Farhan pun kembali terlelap.


Melihat buah hati Ku sudah tidur dengan pulas Aku pun bergegas ke kamar Ku untuk segera melaksanakan shalat subuh .


Saat sampai dikamar Aku sudah tidak mendapati mas Yusuf dikamar. Berarti mas Yusuf sudah berangkat ke masjid. Aku pun bergegas mandi dan shalat subuh.


Setelah selesai menunaikan ibadah shalat subuh Aku bergegas menuju dapur untuk menyiapkan susu dan sarapan buat mas Yusuf.


Saat di dapur Aku melihat Nilam sudah lebih dulu berada di dapur.


Aku pun menyapa nya .


"Pagi Lam, " sapa Ku kepada Nilam. Nilam terlihat sudah mandi dan Dia memakai pakaian yang Aku berikan. Setidaknya aurat nya tidak bisa dilihat oleh mas Yusuf lagi.


"Pagi juga Din , maaf ya jika Aku sudah lancang menggunakan dapur milik mu, " ucap Nilam merasa tidak enak hati.


Aku pun tersenyum.


"Pakailah jika Kamu butuh, oh iya ini Kamu mau masak apa Lam? " tanya Ku kepada Nilam penasaran.


"Nasi goreng seafood Din, kebetulan ada bahan bahannya di dalam kulkas, maaf ya kalau Aku lancang Din, " jawab Nilam merasa tak enak.


"Ya sudah kalau begitu, Aku ke kamar dulu ya, mau menyiapkan semua perlengkapan mas Yusuf, " pamitan kepada Nilam.


Nilam pun hanya mengangguk .

__ADS_1


Aku pun bergegas menuju kamar Ku dan menyiapkan semua kebutuhan mas Yusuf seperti biasa. Aku mencoba bersahabat dengan kehadiran Nilam. Setelah Aku selesai merapikan kamar mas Yusuf tidak juga datang, biasanya setelah pulang dari masjid mas Yusuf langsung masuk ke kamar dan mengaji sebelum Kami sarapan pagi, entah mengapa hatiku menjadi gelisah. Aku pun keluar dari kamar Ku hendak menuju ke pintu depan. Tapi Aku tersentak saat melihat pemandangan yang sangat menyakitkan mataku. Mas Yusuf dan Nilam sedang berdua di dapur, apa yang mereka lakukan???


__ADS_2