Adik Madu Pilihan Suamiku

Adik Madu Pilihan Suamiku
Perjodohan


__ADS_3

Pagi ini Nilam sudah berdandan dengan sangat rapih, ditambah gamis yang dia padukan dengan blazer miliknya membuat kesan elegant pada dirinya.


Saat Yusuf, Dinda dan Nilam sedang menikmati sarapan pagi dimeja makan.


Tiba-tiba pintu rumah Yusuf ada yang mengetuk, semua pun bertanya -tanya dalam hati, heran karena waktu baru menunjukkan pukul enam tepat.


"Biar aku saja yang membukakan pintunya, " tawar Nilam kemudian beranjak dari duduknya untuk menuju pintu depan untuk membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum, " ucap seseorang pria dari luar rumah berulang-ulang kali.


"Waalaikumsalam, " jawab Nilam singkat.


Ceklek


Krek


Pintu pun terbuka, Nilam terkejut karena yang datang adalah bosnya, yaitu Raka.


Raka pun lebih terkejut saat tahu ternyata yang membukakan pintu rumah Yusuf adalah Nilam.


"Pak ," sapa Nilam sedikit canggung.


"Loh kok kamu bisa disini? " tanya Raka merasa heran dengan keberadaan Nilam di rumah Yusuf dan Dinda.


Nilam pun terdiam.


"Eh ada kamu Ka, yuk sarapan bareng , kebetulan kita semua lagi sarapan, " ajak Dinda yang tiba-tiba datang karena mendengar suara Raka.


"Eh, makasih mbak, kebetulan Raka juga belum sarapan, " jawab Raka sambil mengikuti Dinda dan Nilam berjalan menuju ke meja makan dimana Yusuf berada.


Dan Nilam pun masih merasa kaku karena kedatangan Raka.


Yusuf yang masih mengunyah makanannya pun heran dengan kedatangan Raka .


"Loh kamu toh Ka, kirain siapa pagi buta kaya gini udah namu, " ucap Yusuf sedikit ketus kepada Raka adik sepupu sekaligus sekretaris pribadi Yusuf.


Raka hanya nyengir kuda mendengar ucapan dari Yusuf.


"Hustt, mas gak baik bicara seperti itu, Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Banyak sekali keutamaan memuliakan tamu, kedatangan tamu ke rumah kita membawa berkah dan kembalinya tamu dari rumah kita menghapus dosa pemilik rumah, " ucap Dinda menjelaskan kepada Yusuf agar Yusuf paham.

__ADS_1


"Dan kita sebagai tuan rumah wajib untuk memuliakan tamu, " jelas Dinda lagi, Yusuf pun mengangguk dan tersenyum manis kepada istri cantiknya itu.


Nilam dan Raka sama sama terdiam karena kagum dengan penjelasan dari Dinda.


"Mbak Dinda itu memang luar biasa, the best pokoknya mah! " ucap Raka sambil mengacungkan dua jari jempol tangan miliknya kepada Dinda.


Nilam masih belum paham kalau Raka adalah sepupu dari Yusuf.


"Duduk Ka, ayo sarapan, kebetulan Nilam masak capcay dan ayam bakar hari ini, enak banget loh, " ucap Dinda memuji masak Nilam.


Nilam jadi merasa tidak enak dipuji oleh Dinda yang sebenarnya masakan Dinda jauh lebih enak dari masakannya.


Akhirnya Raka dan yang lainnya pun melanjutkan sarapan pagi mereka. Setelah selesai Raka pun melihat kearah Nilam terus menerus.


Merasa diperhatikan oleh Raka Nilam pun beranjak dari duduknya lalu membawa piring piring kotor ke dapur. Dinda pun mengikuti Nilam ke dapur, setelah merasa kebutuhan Yusuf dimeja makan sudah beres.


"Mas, kok Nilam bisa ada di rumah kalian? " tanya Raka kepada Yusuf yang sangat penasaran dengan keberadaan Nilam.


"Panjang ceritanya Ka, ? "


jawab Yusuf sambil terus memperhatikan smartphone miliknya itu.


"Panjang gimana mas? " tanya Raka lagi karena masih penasaran.


Merasa mendapat tatapan yang sangat tajam dari Yusuf seketika mulut bawel Raka pun terkunci dengan sangat rapat.


Seketika suasana menjadi hening dan sedikit horor. Walaupun Raka sudah sering diperlakukan seperti ini oleh Yusuf di kantor, tapi suasana di rumah Yusuf ternyata lebih mengerikan jika dibandingkan dengan di kantor.


"Nilam selalu mendapatkan pelecehan dari orang orang jahat, " ucap Yusuf yang membuat Raka kaget, karena barusan dirinya bertanya kepada Yusuf dan disambut dengan tatapan horor dari Yusuf. Tapi sekarang Yusuf malah menceritakan masalah yang dialami Nilam.


Raka jadi bingung harus menanggapi cerita Yusuf atau diam saja.


Merasa tidak ditanggapi oleh Raka ,Yusuf pun kembali menatap horor kearah Raka.


Merasa mendapat tatapan horor kembali Raka pun berinisiatif untuk bertanya kembali.


Tentunya Raka tidak lupa mengucap bismillah terlebih dahulu dalam hatinya, agar tidak salah langkah.


" Maksud mas, orang orang jahat siapa? " tanya Raka kembali. Seperti sebelumnya Yusuf pun tidak langsung menjawab pertanyaan dari Raka dan masih serius menatap smartphone canggih miliknya.

__ADS_1


"Ya Allah gusti, kok punya abang gini amat ya, ditanya gak jawab, terus giliran kita diem dia malah melotot, ampun gusti , " monolog Raka dalam hati sambil melihat jam tangannya karena waktu terus berjalan tapi Yusuf masih belum menjawab pertanyaan Raka.


Setelah lima menit menunggu jawaban dari Yusuf akhirnya Yusuf pun melanjutkan cerita nya kepada Raka tentang Nilam


.


Raka pun akhirnya tahu tentang masalah yang Nilam alami.


"Kasihan ya mas, tapi mas gak takut kalau nanti mas jatuh cinta lagi sama mbak Nilam? " tanya Raka keceplosan.


Yusuf pun kembali melotot horor kearah Raka. Dan Raka secara refleks menutup mulutnya karena merasa keceplosan.


"Nilam itu masa lalu buat mas, yang tidak bisa mas lupakan sampai kapan pun, tapi kalau cinta mas hanya Dinda, untuk saat ini mas hanya mau fokus dengan keluarga kecil mas, toh selama Nilam berada disini kurang lebih dua bulan, mas tidak pernah lagi merasakan getar - getaran seperti saat dulu mas mengejar cinta Nilam. Jujur mas sudah menganggap Nilam seperti adik mas sendiri sekarang. Mas sadar jika perasaan mas sama Nilam dulu hanyalah ambisi semata, bukan cinta sejati, " ucap Yusuf menjelaskan kepada Raka tentang perasaannya saat ini.


"Oh gitu ya mas, " ucap Raka.


Yusuf pun menatap kembali ke arah Raka dan menatap Raka dengan senyuman yang sulit diartikan.


Merasa diperlakukan seperti itu Raka pun bergidik ngeri.


"Bagaimana dengan Tiara, " tanya Yusuf kepada Raka.


Raka pun kaget dengan pertanyaan dari Yusuf.


"Kata bulik, kamu sekarang sudah pulang ke rumah Bulik lagi ya, apa benar begitu? " tanya Yusuf yang membuat Raka melotot horor kali ini.


"Iya mas, aku udah pulang lagi ke rumah ibu, " jawab Raka pelan.


"Mas kan sudah pernah bilang kalau wanita itu perempuan j****g harusnya kamu dengar kata mas dan kata Bulik, bukan malah dibutakan oleh cinta. Sekarang kamu menyesal kan sudah membuang waktu kamu sia- sia untuk wanita seperti Tiara itu. Masih banyak wanita yang lebih baik dari Tiara. Sekarang umur kamu berapa?" tanya Yusuf kepada Raka yang tampak sangat sedih jika ingat kejadian malam itu.


"Dua puluh satu tahun mas, " jawab Raka heran dengan pertanyaan Yusuf.


"Yakin umur mu baru dua puluh satu tahun, tapi wajah mu seperti berusia tiga puluh tahun, " ledek Yusuf membuat Raka langsung melengos kesal.


Yusuf pun tertawa melihat ekspresi wajah Raka.


"Maaf, maaf, maaf , mas bercanda, gimana kalau kamu mas jodohkan dengan Nilam saja, gimana? " usul Yusuf yang sontak membuat Raka kaget.


"Apa mas, jangan bercanda deh mas, mbak Nilam itu lebih tua dari aku, mana mungkin mau sama aku, lagian mbak Nilam bukan selera aku, " tolak Raka yang membuat Yusuf heran.

__ADS_1


"Memang kriteria kamu bagaimana?, macam Tiara wanita yang mengobral diri hanya untuk mendapatkan satu tujuan, wanita itu yang kamu cari? " tanya Yusuf.


Raka pun terdiam mencoba mencerna perkataan Yusuf.


__ADS_2